The Kencana Residence, Apartemen Rasa Superblok

Pembangunannya sempat mangkrak, tapi keuntungannya tidak. Faktanya, harganya meningkat 100% dalam dua tahun.

Properti-In.co – Properti memang bukan barang sembarangan. Penempatan lokasi dan konsepnya mesti diperhitungkan secara matang. Selain itu, komitmen akan penyelesaian pembangunan juga harus dipenuhi. Ketiga hal ini perlu dengan sangat diperhatikan. Salah-salah, kepercayaan bisa hilang.

The Kencana Residence, Apartemen Rasa Superblok

Nah, hal inilah yang sekarang sedang dipertaruhkan PT Menara Perkasa Margahayu Land (MPML). Di bawah kepemilikan dan manajemen baru, MPML berkomitmen memenuhi dan mengobati kekecewaan pembeli atas keterlambatan pembangunannya tempo hari.

Susanto Kiswandono President Director PT MPML mengungkapkan—pihaknya berjanji akan menyelesaikan pembangunan apartemen dan kondotel besutannya—The Kencana Residence, Februari 2017 nanti.

“Kebetulan saya yang dipercaya untuk mengurus manajemen baru ini. Bersama Somerset, dan MSH Grup (Mandiri Sejahtera Utama Grup), kami sudah berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan apartemen dan kondotel ini tepat waktu,” ujarnya. Ikhwal ini diucapkan Susanto kepada awak media saat konferensi pers di kantornya, Agustus silam.

“Sekarang kami akan melaksanakan pertemuan dengan para pembeli dan investor. Dan kami bersyukur karena mereka pun masih mempercayai kami,” kata Susanto yang sekaligus menutup konferensi pers kala itu. Awak media diminta membubarkan diri. Pertemuan pun dilakukan tanpa wartawan.

Konferensi pers yang berlangsung singkat itu menimbulkan sedikit rasa penasaran di benak saya. Sosok M.S. Hidayat, Chairman MSH Grup, sekaligus mantan ketua REI (Real Estate Indonesia) dan mantan Menteri Perindustrian yang ikut bergabung bersama MPML semakin menambah rasa penasaran itu. Bagaimana perannya? Apa hasil pertemuannya?

Dengan bekal dua pertanyaan itu saya pun memutuskan untuk menghubungi public relations (PR) yang mengurus acara konferensi pers tersebut. Saya meminta untuk dibuatkan jadwal pertemuan dengan Susanto Kiswandono. Alhasil, schedule pertemuan dibuat. Saya pun mendapatkan kesempatan untuk bicara secara langsung dengan President Director MPML itu sekali lagi.

Hasil Pertemuan dan Peran M.S Hidayat

Dalam pertemuan kedua itu, Susanto menjelaskan banyak hal terkait hasil meeting dengan investor dan pembeli tempo hari. Yang pasti, kata dia, investor dan pembeli sudah kembali mempercayakan investasinya kepada manajemen baru ini.

“Kami sudah menjelaskan kepada mereka bagaimana kondisinya. Keterlambatan kemarin itu bukan kesengajaan. Ekonomi nasional dan perubahan di dalam manajemen sedikit berpengaruh. Sekarang, di bawah manajemen baru kami komit untuk menyelesaikan. Mereka mengerti dan kembali mempercayai kami,” paparnya.

Sementara itu, terkait peran M.S. Hidayat, ia mengungkapkan bahwa perusahaan MSH milik Hidayat telah mengakuisisi sebagian saham The Kencana Residence. Hidayat hanya menjadi salah satu share holders di proyek ini.

“Kami masih memegang saham paling besar, sekitar 70%,” ungkap Susanto, entah mewakili MPML atau MSH Grup. Namun kata ‘masih’ agaknya patut digarisbawahi.

Yang pasti, MPML mendapatkan sokongan dana baru dari MSH Grup untuk mengembangkan The Kencana. Tambahan dana inilah yang menumbuhkan optimisme baru bagi mereka.

Selain itu, kerja sama dengan The Ascott Ltd—operator kondotel ternama dan terbesar dunia (dilihat dari jumlah unit yang dioperasikan—juga telah menambah keyakinan akan kesuksesan proyek ini. Bahkan, ia menuturkan, pertumbuhan penjualan unit The Kencana pun langsung terasa seketika merujuk kerja sama dengan perusahaan operator yang membawahi brand Somerset itu.

“Nama besar Somerset sebagai operator kondotel ternama telah menambah kepercayaan konsumen terhadap kami. Penjualan kami pun langsung bertambah pesat,” jelasnya. Sejauh ini, penjualan unit The Kencana secara keseluruhan sudah mencapai 70%.

Lokasi Premium

The Kencana Residence sendiri merupakan sebuah proyek apartemen dan kondotel menengah-atas di kawasan premium Jakarta Selatan, Pondok Indah. Dua tower setinggi 33 lantai sedang dikembangkan di sana. Dua tower ini diproyeksikan dengan konsep yang berbeda: satu untuk kondotel, satunya lagi untuk apartemen.

Kondotel akan dioperasikan The Ascott dengan nama Somerset Residence. Sementara apartemen akan tetap di bawah manajemen MPML dengan nama Kencana Residence. Konsepnya sangat berkelas. Fasilitas private lift dan ukuran unit menunjukkan kemewahannya. “Untuk unit 1 bedroom di Kencana, ukurannya seluas 64 m2. Sementara kalau di Somerset ukurannya bervariatif. Mulai dari 64 m2, 68 m2, hingga 70 m2,” tuturnya.

Inilah yang membedakan unit-unit di Kencana Residence dengan Somerset Residence. Perbedaan itu, kata Susanto, adalah bumbu-bumbu pemanis bagi investasi di Somerset.

“Harganya pun kami bedakan. Kalau di Kencana Residence kami jual dengan 45juta/m2, di Somerset kami jual hanya 42juta/m2,” tambahnya. Sementara unit penthouse dijual dengan harga 55 juta/m2.

Unit penthouse ini dijual terbatas, hanya 18 unit. Semua unitnya dibangun di atap apartemen Kencana, tidak di Somerset. Sebab, konsep kedua tower itu memang berbeda.

Jika Kencana murni untuk tempat tinggal dan prestise, maka Somerset pure untuk investasi. “Maka dari itu, kami pun membedakan harga unit di dua tower tersebut. Karena kami ingin investor mendapatkan keuntungan dari investasinya,” ungkapnya.

Terkait keuntungan investasi tersebut, Susanto pun menjelaskan, nilai yield yang mungkin bisa didapat investor saat berinvestasi di kondotel ini adalah sebesar 7-8% per tahun. Angka ini didapat dari penerawangannya terhadap dua kondotel yang sebelumnya sudah di operasikan The Ascott di Indonesia.

Menurutnya, rata-rata okupansi dua kondotel yang sudah dioperasikan di Indonesia itu mencapai 80-85% per tahun. Angka ini cukup bagus bagi kondotel yang beroperasi di Jakarta. Dan nilai yield 7-8%  sangatlah realistis.

Namun di sisi lain, imbuh Susanto, keuntungan investasi properti bukanlah hanya dari nilai yield saja, melainkan juga dari peningkatan harga karena harga properti pasti meningkat setiap tahunnya. Peningkatan harga untuk The Kencana sendiri kini sudah mencapai 100%.

Sebelumnya pada 2013, saat pertama kali launching, harga unit di apartemen ini dijual hanya 20 juta/m2. Sekarang harganya sudah melonjak dua kali lipat. Faktor lokasi sangat berpengaruh terhadap perubahan ini.

Secara lokasi The Kencana memang tak perlu diragukan. Sejumlah area komersial seperti mal, perkantoran, dan rumah sakit sudah berada di sekelilingnya. Semua fasilitas itu membuat apartemen Kencana pun terasa seperti sebuah superblok.

Untuk mal, di dekatnya sudah terdapat Pondok Indah Mal (PIM) dan Gandaria City. Sementara untuk rumah sakit, sudah ada Rumah Sakit Pondok Indah, dan sejumlah rumah sakit kecil lainnya. Untuk perkantoran tidak perlu ditanya, area tersebut memang sudah dipenuhi dengan gedung-gedung perkantoran.

Semua sarana dan prasarana ini menegaskan bahwa The Kencana adalah apartemen dengan rasa superblok. Semua dekat, dan bisa dijangkau dengan hanya berjalan kaki. “Konsep lokasi dan prestise inilah yang memang kami ke depankan semenjak awal,” imbuhnya menutup pembicaraan. (Fajar Yusuf Rasdianto)

About The Author

Related posts