Supermarket Properti, Mendekatkan Jarak Distribusi

Property-In.co – One-stop shopping properti ini mengadopsi fungsi supermarket. Nantinya konsumen bakal dimanjakan dengan pelbagai promosi dan outlet yang tersebar di kota-kota besar.

Suasana riuh rendah menghiasi main atrium Senayan City siang itu. Puluhan orang berbaju putih menari diiringi lagu bernuansa energik. Keceriaan dan semangat terpancar dari wajah mereka.

Selidik punya selidik, ternyata hari itu adalah peluncuran Supermarket Properti (Superpro). Inovasi terbaru di bidang properti ini digagas Paramount Land demi mendekatkan produk mereka ke konsumen.

Di tengah lesunya ekonomi Indonesia, Paramount menyatakan pentingnya terobosan baru dalam membidik pelanggan-pelanggan baru. “Aspek marketing terdiri dari 4P, yakni product, price, people dan place. Untuk product, price dan people, kami sudah banyak melakukan inovasi.

Karena itu, saat ini kami fokus pada place, yaitu distribusinya,” kata Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Land saat peresmian Superpro pada 6 Oktober silam.

Ide ini memang terbilang anyar di jagat properti—dan diklaim menjadi yang pertama di Indonesia, bahkan di dunia.

Jika biasanya konsumen harus datang ke marketing gallery, kini mereka tak perlu jauh-jauh mendatangi lokasi properti yang mereka incar. “Cukup datang ke Superpro, mereka akan mendapatkan informasi tentang semua produk Paramount Land,” kata Ervan kepada Property-In.

Ia menyatakan bahwa Superpro menyediakan produk-produk Paramount secara lengkap mulai dari golf estate, town house, apartemen, ruko hingga area komersial.

“Diharapkan Superpro dapat membantu masyarakat luas untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan sehingga berdampak pada keputusan pembelian.”
Dalam kesempatan yang sama, Andreas Nawawi, Managing Director Paramount Land, menjelaskan kelebihan Superpro.

Andreas-Nawawi_paramount-land
Andreas Nawawi – * image rumah123.com

“Kami mengambil konsep sama seperti supermarket pada umumnya,” ujarnya. Kita sering mendengar promo dan diskon di supermarket seperti durian montong hari ini seharga Rp10.000, atau cabe merah hari ini diskon menjadi Rp25.000 per kg.

Konsep-konsep seperti ini akan diterapkan di Superpro. ”Promo-promo akan kami lakukan setiap minggunya, bahkan dalam hitungan hari bisa berubah,” lanjutnya.

Andreas pun melihat saat ini perkembangan properti mulai menyebar di seluruh Nusantara.

Dengan adanya Superpro, ia berharap kendala jarak dan waktu dapat ditepis. “Pembeli yang berada di Jakarta bisa saja membeli properti yang ada di Medan atau kota-kota lainnya melalui Superpro.”

Konsepnya jelas bertujuan ingin mendekatkan jarak dan mempermudah pembelian properti. Bak pertandingan sepak bola, pengembang tersebut berusaha menjemput bola dari konsumen.

Kini, 60 outlet Superpro di Jabodatek dan 10 outlet di Semarang siap menjadi perpanjangan tangan produk Paramount Land. Bukan cuma itu, supermarket properti ini juga akan merambah kota-kota lain.

“Selanjutnya kami akan buka di Surabaya, Denpasar, Manado, Balikpapan dan Medan,” ungkap Andreas.

Guna mendukung misinya, Paramount bakal menempatkan tim-tim yang kompeten di Superpro. Dengan begitu, calon pembeli nanti bisa menanyakan informasi tentang perkembangan properti hingga info perpajakan terbaru.

Superpro juga sudah bekerja sama dengan banyak bank sehingga cara pembayarannya menjadi lebih mudah. Tak lupa, maket dan layar TV LCD juga disiapkan untuk menunjang informasi yang diberikan kepada para calon pembeli.

Sementara itu, Yadi Budhisetiawan, Managing Director Selling & Distribution Consultant Force One menilai baik kemunculan supermarket properti ini. Menurut Yadi, saat ini developer-developer memang seharusnya berpikir untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. “Pengembang seharusnya tidak hanya membidik para investor dan end user, tapi juga would be user. Di sinilah dibutuhkan jalur distribusi yang baru,” kata Yadi ketika ditemui di kantornya.

Ia mencontohkan konsumen yang hendak menikah—atau yang memiliki rumah kecil namun ingin memiliki yang lebih besar—bisa menjadi sasaran developer. Tidak hanya di Jakarta, melainkan juga di kota-kota lainnya. “Kita tidak boleh memandang sebelah mata daerah-daerah lain. Saat ini justru mereka memiliki potensi. Misalnya, kita dapat melihat Balikpapan yang sekarang tumbuh.”

Selain itu, beber Yadi, konsumen di luar Jakarta justru memiliki tingkat saving rate yang tinggi. “Orang-orang di luar daerah tingkat saving rate-nya lebih tinggi 20% ketimbang di Jakarta. Di sinilah fungsi perpajangan distribusi seperti Superpro.”

Namun, developer juga harus mengubah pendekatannya. Mereka tidak bisa lagi menjual capital gain dan investasi untuk konsumen di daerah. “Kendala orang-orang di daerah adalah trust. Karena itu developer tidak bisa langsung melakukan penetrasi. Mereka dapat melakukan pendekatan dengan berbicara mengenai lokasi dan masa depan. Nah, di sinilah seharusnya fungsi Superpro ini masuk,” saran Yadi. – Richardus Setia Gunawan

About The Author

Related posts