Sewa Menjanjikan dari Bisnis Pergudangan

Property-In.co – Bermunculannya industri besar di Cikarang membuat bisnis pergudangan menjadi pilihan investasi yang menjanjikan. Wiria Chakradinata, Project Director Logix Business Park siang itu sudah menunggu kami di Menara Karya lantai 29, Kuningan, Jakarta Selatan. Saat mengobrol, ia dengan antusias menceritakan bisnis pergudangan yang bakal ia luncurkan setelah lebaran ini.

“Awalnya kami memiliki landbank tanah seluas 23 hektar di Kota Delta Mas Cikarang. Owner membeli tanah sekitar 10 tahun lalu tepatnya di dalam Greenland,” kata Wiria mengawali pembicaraan.

Ia bercerita bahwa lokasi tersebut sekarang hanya diizinkan untuk industri ringan dan juga pergudangan. Karena sekarang banyak industri besar yang hadir di Cikarang, timnya mencoba mengambil kesempatan untuk membangun kompleks pergudangan.

“Saat ini banyak sekali bermunculan industri-industri otomotif di Cikarang dan Delta Mas.” Ia mencontohkan Suzuki yang telah membangun pabrik seluas 200 hektar.

Di seberangnya ada Mitsubishi dan General Motor yang masing-masing membangun 50 hektar. Honda juga akan buka di Karawang. “Karena itulah, kami memutuskan untuk membangun kompleks pergudangan yang bernama Logix Business Park ini.”

Kompleks pergudangan dibangun melalui dua tahap. Kedua tahapan tersebut ditargetkan rampung selama 3 tahun. Mereka bakal membangun 200 unit pada tahap pertama. Sisa lahannya nanti akan dibangun pada tahap berikutnya.

Logix Business Park sendiri menawarkan 6 tipe pergudangan: Alpha (luas tanah 480 m²/luas bangunan 396 m²), Beta (720 m²/576 m²), Gamma (900 m²/756 m²), Delta ( 960 m²/756 m²), Epsilon (1.200 m²/936 m²), dan Stigma (1.400 m²/1156 m²). Semua tipe dipatok dengan harga Rp10 juta per meter persegi. “Itu sudah termasuk biaya bangun,” jelasnya.

Selain aksesnya yang strategis, yakni di exit toll Cikampek Km 37, beragam fasilitas pun turut hadir guna menunjang keberadaan Logix Business Park. Kompleks pergudangan ini bakal dilengkapi CCTV, sistem satu pintu dengan keamanan 24 jam, dan wifi. “Kami juga akan melengkapi gudang dengan alarm untuk mengantisipasi maling,” ujar Wiria.

Wiria menambahkan, revenue yang mereka kejar dari proyek ini sebesar 1,2 triliun. Target ini mereka coba wujudkan selama 3 tahun, sebelum 2018 berakhir. “Kami mengejar pendapatan 400 miliar per tahun. Yang kami khawatirkan pada 2018 akan terjadi krisis 10 tahunan. Karenanya, kami berharap tahun itu semua pengerjaan telah selesai.”

Sewa Menjanjikan

Gudang_Pergudangan
ilustrasi

 
Wiria memaparkan secara gamblang keuntungan yang akan diperoleh, baik bagi investor tunggal maupun perusahaan. “Faktanya memang sekarang perusahaan Jepang sedang gencar-gencarnya membangun pabrik.

Mereka tentunya ingin just in time. Jadi mereka tidak ingin barang-barang menumpuk di pabrik,“ tuturnya. “Karena itulah mereka membutuhkan gudang untuk transit.”

Jadi bila perusahaan tidak ingin membeli, lanjut Wiria, di sinilah kesempatan investor tunggal untuk meraih keuntungan. “Sekarang sewa di daerah sana sudah mencapai 7 sampai 7,5 dolar per meter per bulan.”

Mengacu kepada penjelasan tersebut, tampaknya bisnis pergudangan memang sangat menjanjikan.

Bila kita asumsikan seorang investor membeli tanah terkecil, yakni 480 m², maka ia bakal mendapatkan keuntungan sewa sekitar Rp43 juta per bulan. Ini tentunya akan menjadi investasi jangka panjang yang mengasyikkan.

Selain keuntungan tadi, tampaknya momen setelah Idul Fitri menjadi salah satu angin segar bagi investor. “Kami sengaja launching setelah lebaran karena menunggu LTV (loan to value) turun menjadi 20%. Sekarang setelah LTV turun, tentunya akan lebih meringankan pembeli,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini kisaran tanah di sekitar Delta Mas mencapai Rp14 juta per meter persegi. “Nilai ini tentunya juga akan menjadi keuntungan tersendiri bagi investor karena kami hanya menjual Rp10 juta per meter persegi.”

Optimis di Semester II
Selain dari segi bisnis pergudangan, Wiria juga memberi tanggapan tentang pasar properti di paruh kedua tahun ini. Menurutnya, bila nanti ada reshuffle kabinet terutama di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi bisa menjadi lebih baik.

“Kita lihat saja nanti apakah ada reshuffle kabinet apa tidak. Tapi menurun saya dengan diturunkan LTV menjadi 20% dan pemerintah melarang transaksi dengan menggunakan dolar akan membuat perkembangan properti di semester dua menjadi lumayan.”

Namun, mengenai pembangunan infrastruktur, ia beranggapan bahwa tidak akan berpengaruh secara signifikan jika pelabuhan di Indonesia tidak dibenahi. “Kita bisa mencontoh pelabuhan di Telok Lamong Gresik. Di sana dwelling time hanya membutuhkan waktu 6 jam.

Di sana tidak ada satpam yang menjaga. Supir kontainernya pun langsung memiliki akses dan barang bawaan langsung terangkut otomatis,” tuturnya panjang lebar. “Cara ini tentunya akan mengurangi pungli dan membuat ekonomi semakin baik.”

Sistem yang diterapkan di sana sangat jauh berbeda dengan di Pelabuhan  Tanjung Priok. Saat ini dwelling time di Tanjung Priok bahkan belum bisa menyentuh angka 4,7 hari.

“Saya berharap sistem ini dapat dibenahi dan nantinya Pelabuhan Cimalaya yang akan dibangun menerapkan sistem seperti di Telok Lamong,” pungkas Wiria mengakhiri pembicaraan. – Richardus Setia Gunawan

About The Author

Related posts