Rumah Masih Primadona

Survei Properti SurveyOne

Property-In.co – Pertumbuhan ekonomi nasional yang sedikit melambat tampaknya tidak terlalu berpengaruh terhadap industri properti. Industri ini justru kian diminati dan diprediksi meningkat pada 2015.

Klik perbesar gambar

Sulit dimungkiri, pasar properti di Tanah Air masih terbuka luas, permintaannya pun tinggi. Data World Bank 2013 mencatat, jumlah penduduk Indonesia mencapai 249,9 juta jiwa merupakan indikator potensi ekonomi yang besar.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan bakal membaik tentunya memberikan efek positif terhadap industri properti.

Hasil online survey yang dilakukan SurveyOne belum lama ini memperlihatkan bahwa minat konsumen terhadap investasi di bidang properti masih cukup tinggi.Sebanyak 59% responden ternyata ingin berinvestasi properti pada 2015.

Klik perbesar gambar

Dari jenis-jenis properti yang ada, sebanyak 56,1% responden memilih rumah tapak (landed house) sebagai investasi properti yang utama. Pemilihan ini bukanlah tanpa dasar. Di Jakarta, misalnya. Walaupun rumah yang dibeli teletak di lokasi kurang strategis, mereka yakin harganya tetap akan naik.

Jika dipilah  dari sisi gender, hasilnya pun tidak jauh berbeda. Baik pria maupun wanita sama-sama tertarik dengan investasi rumah tapak, porsimya masing-masing 55,8 dan 56,7%.

Jenis properti lain yang juga diminati oleh masyarakat adalah ruko (23,2%). Pemilihan properti yang satu ini lebih didominasi oleh kalangan pria (28,8%) dibanding wanita (13,3%).

Ruko, selain memiliki nilai jual kembali yang bagus, juga bisa digunakan secara bersamaan untuk tempat tinggal dan tempat usaha atau disewakan.

Klik perbesar gambar

Kemudian apartemen menduduki posisi ketiga (11,0%). Uniknya, minat responden wanita ternyata lebih banyak di sini, yaitu 23,3%.

Selain gengsi dan gaya hidup, investasi apartemen juga dianggap cukup ampuh untuk dijadikan property cash machine.

Sebaliknya, investasi tanah lebih banyak dipilih oleh responden pria. Sebagian dari mereka beralasan, tanah merupakan modal dasar untuk pengembangan sebuah produk properti.

Beberapa alasan yang menguatkan mengapa investasi properti, termasuk apartemen, banyak diburu karena capital gain yang bisa diraih di masa mendatang. Kemudian disusul faktor keamanan, mahalnya harga rumah tapak, tersedianya pusat perbelanjaan yang terjangkau, dan lokasi yang strategis.

Klik perbesar gambar

Selain hal di atas, ada beberapa faktor lain yang patut dipertimbangkan oleh responden, yaitu: akses, fasilitas, harga, potensi disewakan, nama pengembang, dan desain.

Reputasi nama pengembang menjadi poin yang tidak bisa diabaikan. Reputasi baik akan terasosiasi dengan produk properti yang berkualitas. Sementara untuk fasilitas, pengembang yang baik tentunya tidak akan main-main dalam mempersiapkannya.

Untuk alasan potensi disewakan, beberapa responden mengatakan bahwa mereka mengincar peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari produk investasinya. Dengan menyewakan, properti tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan passive income. Tim Litbang SurveyOne

About The Author

Related posts