Quality of Life

Story Highlights

Property-In.co, Propertisiana – Pilih mana: membeli rumah seperti istana tapi di ujung dunia atau rumah kandang burung tapi di tengah kota? Pertanyaan klasik ini acap muncul saat kita melakukan investasi rumah, baik untuk dihuni maupun disewakan.

Dengan uang 1 miliar, kita bisa mendapatkan rumah berukuran 300 meter persegi dan berlantai tiga di daerah Bogor. Sementara di Jakarta hanya mendapatkan apartemen dengan dua kamar tidur.

Investasi rumah seringkali berfokus pada hitung-hitungan finansial. Ada nilai jual kembali yang mesti diperhitungkan ketika Anda menjual rumah itu di masa mendatang. Ada return on investment (ROI) jika Anda menyewakan rumah tersebut ke orang lain. Biaya-biaya seperti maintenance, utilities, dan lain-lain juga menjadi perhatian Anda.

Di luar itu sebenarnya ada faktor-faktor kualitatif yang juga harus dicermati, termasuk kualitas hidup Anda dan keluarga Anda. Membeli rumah berbeda dengan membeli makanan yang habis dikonsumsi. Di dalam investasi rumah ada quality of life (QL) yang juga menjadi bagian dari investasi rumah Anda.
Membeli rumah besar tapi di ujung dunia atau rumah kandang burung tapi di tengah kota. Pilihan investasi ini kerap terjadi di masyarakat urban. Saat kota sudah tidak mampu menampung ledakan penduduk, harga perumahan di pusat kota pun menjadi teramat mahal. Pemukiman baru bermunculan di pinggir kota untuk menampung kebutuhan konsumen yang tidak mampu membeli rumah di pusat kota.

Kualitas hidup menurut The International Quality of Life Study adalah material well-being, health, productivity, intimacy, safety, community dan emotional well-being.urban land

Hidup Anda benar-benar punya kualitas super jika Anda memiliki kekayaan berlimpah, kesehatan prima, produktivitas tinggi, hubungan keluarga yang baik, aman dari gangguan, menjalankan hidup berkomunitas, dan tidak sering stres atau marah-marah.

Tidak semua QL itu Anda dapatkan pada saat berinvestasi rumah. Ada yang bisa Anda pertahankan dari beberapa dimensi QL, namun sebagian mungkin harus Anda korbankan. Dulu saya tinggal jauh dari kota Jakarta, jarak tempuh dari rumah ke kantor paling cepat dua jam dengan mobil.

Setiap hari berangkat pagi-pagi sekali dan pulang sudah larut malam. Terkadang mata tidak bisa menahan kantuk saat sedang menyetir di jalan tol.
Akhirnya saya menjual rumah saya dan memilih pindah ke pusat kota. Semula hanya menyewa rumah, tapi kemudian bisa membeli rumah di pusat kota yang ukurannya hanya setengah dari rumah lama saya dengan harga tiga kali lipat. Saya memilih kehilangan material well-being untuk mendapatkan produktivitas kerja, intimacy, safety, dan emotional well-being.

Rumah besar juga menjadi simbol dari material well-being…
Sebagian orang tetap memilih tinggal di pinggir kota kendati punya kemampuan membeli rumah di pusat kota. Alasannya, memiliki rumah besar dan nyaman dengan lingkungan yang ramah untuk keluarga itu sangat penting.

Rumah besar juga menjadi simbol dari material well-being. Namun, mereka bisa kehilangan produktivitas karena kehilangan waktu di jalan, kehilangan intimacy dengan keluarga saat working day, dan mungkin lebih sering marah-marah lantaran macet di jalan.

QLbersifat subyektif walaupun ada indikator-indikator umum yang dipergunakan sebagai minimum requirement untuk menentukan apa itu kepemilikan material, kesehatan, produktivitas, dan lain-lain. Oleh sebab itu, menentukan QL bagi investasi properti juga tidak mudah. Padahal QL sebenarnya bisa membuat harga properti Anda melambung atau merosot di masa mendatang.
Beberapa daerah pemukiman di pinggir kota dulu dipilih karena bebas banjir, lingkungan yang nyaman, dan masih ada burung berkicau. Kini daerah tersebut bisa jadi sudah terkena banjir, polusi, dan tak ada lagi burung berkicau. Alhasil, value-nya menjadi turun dan membuat Anda kehilangan QL yang tadinya Anda dapatkan.

QL tidak bisa dihitung dengan pendekatan finansial karena terkadang priceless atau tidak ternilai harganya. Hubungan keluarga yang harmonis dan memiliki badan sehat secara fisik dan spiritual teramat mahal saat ini. Investasi yang Anda keluarkan sebenarnya memberi return on investment yang tak ternilai bagi Anda dan keluarga. PJ Rahmat Susanta

About The Author

Related posts