Padina, Tawaran Cuan dari ‘Si Kuda Hitam’

Bertaburnya apartemen di Jakarta Barat tak menyurutkan asa developer eks anak perusahaan Pertamina ini untuk menluncurkan proyek pertama mereka. Akankah kehadirannya mampu bersaing dengan proyek developer-developer besar yang sedang gencar mengekspansi wilayah itu?

Oleh: Richardus Setia Gunawan

padina

Di tahun ayam api ini, Jakarta Barat menjadi kawasan yang sedang digemari developer-developer jempolan. Data Colliers International Indonesia pada Q3 2016 mengungkapkan bahwa suplai apartemen di Jakarta Barat menduduki posisi teratas dibanding wilayah Jakarta lainnya, yakni sebesar 28%. Beberapa proyek yang sedang dibangun antara lain Lippo Karawaci dengan St. Moritz, Agung Sedayu den gan Taman Anggrek Residence dan China Communication Construction Group dengan Daan Mogot City.

‘Hujan’ apartemen di Jakarta Barat ini tidak membuat nyali PT Patra Bangun Properti menciut. Tekad sudah bulat, mereka memulai debutnya sebagai developer dengan menghadirkan sebuah tower apartemen di atas tanah seluas 4.180 m2. Padina, singkatan dari kata ‘Patra Dinamika’, terletak di pinggir jalan persis di Km 19,5 Daan Mogot (perbatasan Jakarta-Tangerang).

“Patra Dinamika berdiri tahun 1994 di bawah naungan Pertamina. Karena bergerak di bidang underwater services dan tidak berkaitan dengan oil and gas, akhirnya Patra Dinamika melepaskan diri dengan saham yang dibeli para direksi dan karyawan Patra Dinamika itu sendiri,” cerita Arsyad Lubis, Direktur PT Patra Bangun Properti kepada Property-In sambil ngopi bareng di bilangan Central Park, Jakarta Barat.

padina2

Awalnya pada 2010, imbuh Arsyad, Patra Dinamika membeli tanah di Daan Mogot untuk investasi. Namun, lantaran sewa yang dihasilkan tanah tersebut sedikit (hanya Rp125 juta setahun), maka terbesitlah ide untuk membuat perusahaan developer pada 2014. Realisasi gagasan itu pun akhirnya terwujud dengan berdirinya PT Patra Bangun Properti setahun kemudian.

“Pada akhir 2015, izin-izin seperti IMB, AMDAL dan izin lainnya sudah lengkap. Akhirnya kami memutuskan untuk groundbreaking pada 24 April 2016,” ujar Arsyad seraya menyeruput kopinya. 

Membidik Segmen MenengahAtas

Arsyad sadar bahwa diferensiasi adalah hal yang penting, apalagi melihat bahwa banyak developer besar yang sedang mengembangkan kawasan Jakarta Barat. Karena itu, ia bersama timnya mendesain Padina untuk kalangan menengah-atas.

“Ketika kebanyakan apartemen di Jakarta Barat adalah untuk menengah-bawah, kami justru menyasar segmen menengah-atas. Kami ingin meningkatkan taraf hidup penghuni dengan menghadirkan fasilitas premium pada apartemen,” ungkapnya.

Arsyad menyebut, Padina akan dilengkapi kolam renang, area children playground serta jacuzzi. Untuk memanjakan penghuni, mereka juga akan  membuat aplikasi khusus. “Aplikasinya sama seperti aplikasi Gojek. Jadi penghuni dapat membeli makanan atau galon minuman hanya dengan sentuhan jari dan dapat langsung diantar ke depan pintu kamar,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, kawasan apartemen juga bakal dilengkapi SOHO (small office, home office) sebanyak 66 unit. Tak pelak kehadirannya pun membuka peluang bagi perusahaan startup untuk mengembangkan bisnisnya. “Kami sudah siapkan semua jaringan internet dan juga generator, jadi mereka tak perlu takut ketika listrik mati,” jelasnya.

padina3

Tower apartemen Padina memiliki ketinggian 14 lantai (2 lantai parking) dengan 356 unit yang terdiri dari beberapa tipe: studio, 2 bedroom dan penthouse. Harganya pun dibanderol mulai Rp400 juta untuk tipe terkecil hingga Rp2 miliar untuk tipe terbesar. Untuk SOHO sendiri terdiri dari 6 lantai plus 2 lantai retail. Luasan unit yang ditawarkan pun berkisar antara 60-100m2. Dari total 451 unit yang ditawarkan (apartemen, SOHO dan retail), penjualan unit di Padina kini sudah mencapai 40%. 

Kenaikan Gain 15%

Jakarta Barat merupakan salah satu kawasan yang infrastruktunya sedang berkembang. Rencana ke depan, Jalan Raya Daan Mogot akan diperlebar oleh pemerintah Jakarta-Tangerang. “Nantinya akan ada pelebaran jalan sepanjang 26 meter di Daan Mogot. Akan ada jalan baru di seberang  sungai sehingga Jalan Daan Mogot nanti seperti di Harmoni,” ungkap Arsyad.

Selain itu, bakal dilaluinya Daan Mogot oleh jalur kereta Bandara-Jakarta pun kian membuat nilai investasi kawasan ini bersinar. “Jika stasiunnya sudah jadi, maka waktu tempuh ke bandara hanya 30 menit. Untuk ke Sudirman, penghuni hanya membutuhkan waktu 45 menit,” jelasnya.

Berkat rencana perkembangan infrastruktur tersebut, kenaikan gain di proyek yang rencananya akan serah terima pada Juni 2018 ini pun terbilang menjanjikan. Arsyad mengatakan, waktu groundbreaking pada April 2016, harga apartemen masih di kisaran Rp13 juta per m2. Kini, harganya sudah mencapai Rp15 juta per m2. “Saya yakin, tahun 2017 harganya kan menyentuh Rp16 juta per m2,” ucapnya optimistis.

Dengan kenaikan 15% per tahun, nilai capital gain Padina tergolong seksi. Jika angka itu benar, hal ini tentu cukup menjadi modal PT Patra Bangunan Properti untuk ‘berperang’ melawan developer-developer besar lainnya yang juga sedang mengembangkan Jakarta Barat. Bagaimana? Tertarik medulang cuan dari ‘si kuda hitam’? □

About The Author

Related posts