Kenyamanan Hunian dan Investasi

Property-In.co – Produk landed kedua milik Adhi Persada Realti ini mengutamakan privasi dan eksklusivitas. Posisinya juga strategis karena bakal sejalur dengan akses Light Rail Transit (LRT) yang akan mulai beroperasi pertengahan 2018 nanti.

Industri properti memang tidak ada matinya. Potensi keuntungan yang menggiurkan dari perencanaan sebuah proyek menjadi salah satu alasan sejumlah perusahaan BUMN melirik bisnis ini. Sebut saja Wika dan PP yang telah berhasil membangun sejumlah proyek prestisius di beberapa kota.

Termasuk pula PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui perusahaan subsidiary-nya, Adhi Persada Realti, yang mengembangkan hunian eksklusif bertajuk The Taman Dhika Ciracas di Jakarta Timur.

Proyek yang mengusung motto ‘kualitas kenyamanan adalah segalanya’ ini mulai dikembangkan sejak Juli 2014. Tersedia hanya 35 unit saja, perumahan tersebut mengincar kelas premium sebagai target market karena mematok harga bernominal miliaran rupiah. Devi Satya, Project Manager Realti The Taman Dhika Ciracas, mengatakan bahwa produk ini sengaja dikembangkan terbatas karena mengejar faktor kenyamanan bagi penghuninya.

“Memilih tinggal di Taman Dhika Ciracas dengan unit yang terbatas membuat privasi terjaga dengan baik,” ujar Devi kepada Property-In bulan lalu. Terbatasnya unit yang dibuat juga berkaitan dengan luas lahannya yang tidak terlalu luas, yakni 8.409 meter persegi (tidak mencapai 1 hektar). The-Taman-Dhika-Ciracas_progres1

Disinggung mengapa tidak mengembangkan konsep high rise building, ia  menjelaskan bahwa sudah ada sister company mereka—yakni Adhi Persada Properti—yang fokus untuk konsep bangunan vertikal. Selain itu, kawasan ini lebih cocok jika dibangun landed house karena memiliki sumber air tanah yang masih alami dan udara relatif segar sehingga memberikan kenyamanan 100% bagi penghuni kelak.

Sebagai sebuah hunian yang menjanjikan kenyamanan, Devi menjelaskan porsi untuk keamanan juga cukup tinggi. Mereka memberikan skema satu gerbang serta CCTV dan security yang siap 24 jam.

Pengembangan untuk Taman Dhika berlangsung dalam dua tahap. Dalam tahap pertama dibangun 14 unit yang akan selesai dan serah terima pada Juli nanti; sementara tahap kedua yang dimulai sejak Juni 2015 akan siap dihuni akhir tahun ini. “Kesiapan kami dalam membangun cukup matang sehingga pada tahun ini bisa selesai semuanya,” bebernya.

Sejauh ini pasar didominasi oleh penghuni tetap karena terbatasnya unit yang tersedia. Namun, bagi investor juga terbuka peluang yang sama mengingat masih ada sekitar 50% lahan lagi untuk pembangunan.

Khusus untuk investor, Devi memberikan deskripsi profit dari sisi capital gain dan nilai sewa, yakni dengan merujuk pada kemudahan akses dari dan menuju proyek ini.

Setidaknya terdapat akses masa depan, yakni Light Rail Transit (LRT) yang menghubungkan Cibubur-Dukuh Atas dan melewati Taman Dhika. Kemudian dekat pula dengan jalur keluar tol Taman Mini yang hanya berjarak kurang lebih 10 menit serta akses tol JORR dan Jagorawi.

Devi optimistis kemudahan akses tersebut bakal berimbas positif pada perkembangan harga jual. Ia memprediksi kenaikan harganya bisa mencapai 20-30% jika berjalan sesuai rencana.

Contohnya, harga tanah saat awal pembangunan masih berkisar di angka Rp7 juta. Kini, belum ada satu tahun, sudah mencapai Rp8,5 juta per meter. “Sampai nanti dihuni kenaikannya bisa mencapai Rp10 juta per meter. Apalagi jika nanti akses LRT terbangun, mungkin angkanya bisa melebihi itu,” urainya.

Hal lain yang membuatnya yakin adalah kedenderungan pengembangan properti yang bergeser ke arah timur, mengingat sudah semakin padatnya kawasan barat dan selatan. Khusus untuk selatan saja sudah bergeser hingga ke Depok. Sementara area Ciracas ini di mana lokasi Taman Dhika berada bisa dikatakan tidak terlalu masuk ke timur sehingga akses ke selatan seperti koridor TB Simatupang terasa sangat dekat. The-Taman-Dhika-Ciracas_fin

Di kawasan Ciracas sebenarnya terdapat banyak properti berkonsep town house seperti The Taman Dhika. Namun, karena didukung oleh nama besar Adhi Karya, produk ini memiliki keunggulan karena konsumen sudah tahu persis akan kualitas produk karya perusahaan pelat merah tersebut. ”Di sini juga banyak town house tapi dimiliki oleh perorangan. Kami punya PT, jadi lebih baik dari sisi branding,” ungkap Devi.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan komersial, posisi The Taman Dhika terletak di tengah-tengah sehingga penghuni bisa memenuhi hasrat tersebut dengan menuju koridor TB Simatupang, Cibubur, dan Taman Mini yang sudah ramai.

Kawasan ini juga bakal mengalami peningkatan harga yang tinggi. Dengan adanya pembangunan akses LRT serta rencana pelebaran jalan 14 meter, kenaikan capital gain bisa berada di kisaran 20-30%. Jika untuk disewakan, kata Devi, nilai yield untuk tipe 76 saja sekitar Rp50 juta per tahun.

Yield yang cukup aduhai itu disebabkan kawasan ini diapit oleh pesaingnya yang terdiri dari beberapa apartemen. Biaya sewa apartemen pastinya berbeda atau lebih murah dibandingkan rumah.
“Intinya, baik sebagai hunian maupun investasi, The Taman Dhika menjanjikan kenyamanan di atas segalanya,“ kata Devi. Hal itu sejalan dengan motto: ‘When convenience is everything’. Apalagi di setiap unit yang dibangun telah disediakan AC di tiap kamar serta water heater. “Kami memberikan itu sebagai bagian dari mengejar kenyamanan konsumen,” imbuhnya.

Bermodalkan nama besar Adhi Karya serta jaminan kenyamanan maksimal, Taman Dhika bisa menjadi pilihan potensial untuk jangka panjang sehingga cocok untuk dijadikan investasi tujuh turunan.

Reputasi Adhi Persada Realti di dunia properti sendiri bisa dilihat pada pengembangan Taman Dhika Sidoarjo seluas 30 hektar, Taman Dhika Cinere (1,1 hektar), Cimone City Mall, Mandau City Pekanbaru dan kawasan pergudangan di Semarang yang semuanya meraih respons positif. – Aziz Fahmi Hidayat

About The Author

Related posts