Investasi Pulang Kampung

Crown Group dari Australia mulai melebarkan sayapnya ke Asia. Sejumlah proyek di Tanah Air pun tengah mereka persiapkan.

Jakarta, Property-in – Akuisisi kepemilikan saham perusahaan nasional kadang merupakan cara terbaik untuk mempermudah dan mempercepat ekspansi bisnis investor asing di Indonesia.

Beleid yang mengharuskan perusahaan asing menggandeng perusahaan lokal dalam berbisnis di Tanah Air membuat mereka cenderung memilih opsi akuisisi ketimbang opsi lainnya.

Memang ada opsi bagi hasil dan joint-venture, tapi untuk menjalankannya diperlukan proses dan waktu yang lama. Karena itulah, akuisisi saham perusahaan lokal menjadi pilihan utama perusahaan asing yang serius mengembangkan investasinya di Indonesia dalam jangka panjang.

Crown International Holdings Group termasuk salah satu investor asing yang sedang giat melakukan ekspansi bisnis propertinya di Tanah Air. Melihat gurihnya pasar properti di Indonesia,perusahaan besutan Iwan Sunito raja properti dari Australia ini ngebet berinvestasi di Indonesia, termasuk di kampung halaman Iwan: Surabaya.

Meski sudah membuka kantor pemasaran di Jakarta dan Surabaya, Crown semula tampak cuma sekadar menjadi broker yang mengimpor properti mereka dari Australia. Namun, bulan lalu Crown menunjukkan keseriusannya untuk bermain sebagai pengembang.

Hal itu dibuktikan dengan mengumumkan rencana terbaru mereka membangun apartemen di pinggiran Jakarta. Apartemen di atas lahan seluas 10 hektare ini akan dilengkapi dengan kawasan perkantoran, perbelanjaan, dan rumah sakit. Dalam proyek tersebut, Crown bekerja sama dengan perusahaan properti lokal. Keduanya berbagi persentase kepemilikan saham 50:50.

“Proyek ini merupakan bagian dari ekspansi strategis Crown di Asia. Opsi akuisisi sendiri merupakan opsi terbaik untuk bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak dan juga untuk jangka panjang, ujar Iwan Sunito, Chief Executive Officer Crown International Holdings Group, saat ditemui di Grand Hyatt Jakarta akhir November lalu.

Iwan Sunito
Iwan Sunito, Chief Executive Officer Crown International Holdings Group

Sayangnya, Iwan belum mau mengungkapkan perusahaan lokal yang menjadi mitranya dan lokasi proyek apartemen tersebut. Menurut estimasinya, proyek ini bakal menelan biaya Rp800 miliar hingga Rp1 triliun dengan 10 tahapan pembangunan.

Tahapan pertama, pengurusan izin proyek, diperkirakan selesai dalam satu tahun. Iwan memproyeksikan ground breaking apartemen tersebut dimulai pada kuartal kedua 2016. “Proyek ini telah ditunggu-tunggu bertahun-tahun dan prosesnya panjang,” katanya.

Dalam sepekan kunjungannya ke Indonesia, Iwan mengaku bakal melakukan peninjauan di beberapa lokasi di Tanah Air sebagai bagian dari rencana perusahaannya ke depan untuk melebarkan sayap. Peninjauan ini terkait dengan proyek selanjutnya di Surabaya dan beberapa kota lain, termasuk Bali.

Selama sepekan ke depan kami akan meninjau lokasi-lokasi proyek kami di masa depan di Indonesia. Kunjungan ini juga merupakan persiapan untuk memikirkan konsep terbaik dalam proyek itu nantinya, ungkap Iwan.

Bisa dibilang, pengembangan investasi Crown Group di Indonesia ini merupakan proyek “pulang kampung dari Iwan Sunito. Pasalnya, Iwan yang dijuluki kaisar apartemen di Negeri Kanguru ini merupakan putera kelahiran Surabaya.

Satu Jam 300 Miliar

Gurihnya kue properti di Australia ternyata menjaring minat banyak investor properti di Tanah Air. Sejak dibukanya kantor pemasaran Crown di Indonesia, proyek-proyek mereka menjadi magnet tersendiri bagi konsumen lokal.

Dalam pameran ini, kami telah berhasil menembus penjualan yang fantastis. Hanya dalam satu jam properti kami sudah terjual habis dengan total penjualan menembus angka 300 miliar rupiah, ungkap Iwan.Crown Ashfield

Kondisi ini, tambah Iwan, menggambarkan tingginya kepercayaan pasar Indonesia untuk menempatkan investasi mereka di luar negeri. Hal itu juga merupakan efek dari makin membaiknya ekonomi Indonesia dan stabilnya ekonomi di Australia. Properti ini bisa juga dijadikan investasi. Sebagaimana kita ketahui, Australia merupakan salah satu tempat tujuan pendidikan.

Michael Ginarto, wakil dari Crown Group di Indonesia, mengaku sangat puas dengan hasil penjualan yang membukukan rekor terbaru untuk perusahaannya. Sydney by Crown, proyek yang ditawarkan Crown untuk pasar Indonesia tadi, merupakan bangunan apartemen 25 lantai dengan nilai pembangunan sebesar Rp2,5 triliun.

Kami telah menjual 25 apartemen Sydney by Crown untuk pangsa pasar Jakarta. Apartemen tersebut merupakan rancangan arsitek internasional Koichi Takada, kata Michael. Unit yang mereka jual ditawarkan dengan harga Rp900 juta sampai Rp20 miliar.

Dijelaskannya, proyek apartemen ini merupakan kombinasi dari lokasi, desain, dan fasilitas bintang lima. Lantai bawah apartemen menampilkan desain warisan budaya lokal yang bertransisi ke menara kaca dan baja modern.

Proyek kami terletak di jantung kota CBD Sydney dan kami percaya apartemen ini sangat diminati masyarakat Indonesia, ujar Michael. Pembangunan konstruksi proyek tersebut akan dimulai awal 2015 dan diperkirakan rampung pada akhir 2017. Caca Casriwan

 

Related posts