Investasi Menarik di Kawasan Segitiga Emas

The Green Residence Serpong
Property-In.co – Area segitiga emas lingkar selatan Kabupaten Tangerang tak pernah berhenti menyebarkan pesona.  Setiap yang dibangun di atasnya selalu laris manis. Terbaru, hunian beraroma sunrise di daerah Legok menawarkan peluang investasi yang memikat.

Kata “Legok” mungkin agak terdengar sedikit asing di telinga. Tapi jika dikaitkan dengan kata “Serpong” setelahnya, maka dapat dipastikan Legok otomatis akan ikut terdongkrak ketenaran dan perkembangannya.

Demikian halnya Green Residence Serpong, hunian berkonsep sensation of living milik PT Tombak Intan, yang posisinya diapit oleh mega komplek BSD dan Summarecon Serpong. Diklaim dapat ditempuh dalam 20 menit dari Summarecon Mall Serpong serta dekat dengan akses jalan Tol Serpong-Balaraja yang akan segera dibangun, hunian ini merupakan representasi investasi menjanjikan di masa mendatang.

Secara posisi dan lokasi, proyek landed pertama Tombak Intan ini memang sangat strategis serta eksklusif. Terlebih dengan akses tol yang rencananya bakal dibangun dalam waktu dekat—menghubungkan beberapa wilayah seperti Serpong, Pagedangan, Legok, Panongan, Cikupa dan Balaraja. “Secara akses, hunian ini akan sangat mudah dijangkau serta dekat dengan banyak fasilitas yang tersedia di kawasan Serpong,” ujar AW Jimmy, Founder dan CEO PT Tombak Intan.

AW Jimmy, Founder dan CEO PT Tombak Intan
AW Jimmy, Founder dan CEO PT Tombak Intan

The Green Residence Serpong untuk saat ini telah dibangun di atas lahan 5 hektar sejak 2011—dari rencana pengembangan seluas 30 hektar—dan pada perjalanannya telah berhasil membangun 300 unit rumah dengan beragam model serta cluster.

Di awal pengembangannya, mereka membuat cluster Green Apple sejumlah 125 unit dan sudah habis terjual. Kala itu yang membuat setiap unit laris, kata Jimmy, adalah harganya sangat terjangkau dibandingkan perumahan-perumahan di sekitar Serpong serta karena kualitas bangunan yang diyakininya tidak didapatkan di proyek-proyek lain.

Soal kualitas bangunan ini diperhatikan betul oleh The Green Residence. Jimmy berani mengklaim jika terkait kualitas bangunan, produk-produk miliknya lebih unggul bahkan dengan garapan milik  Paramount atau Summarecon sekalipun. Penggunaan material kelas satu diterapkan dalam setiap unit di sana karena yang diincar oleh pengembang adalah faktor kenyamanan ‘tingkat dewa’ bagi konsumen.

Hebatnya lagi, semua unit yang terdapat di The Green Residence sudah disediakan atau ready stock. Berbeda dengan kebanyakan pengembang yang mengusung konsep indent, maka Jimmy menampilkan rumah siap huni serta memudahkan konsumen yang membutuhkan hunian cepat dan layak tinggal. “Itu menjadi salah satu keunggulan kami sebagai pengembang karena berani membangun unit terlebih dahulu,” paparnya.

Kenaikan Investasi Cepat
Awal pembangunan The Green Residence Serpong, tutur Jimmy, menghabiskan nilai investasi mencapai 100 miliar. Angka tersebut digunakan untuk membangun unit dan fasilitas umum yang terdapat di dalam area. Terutama sekali dalam mambangun tahapan awal perumahan dan instalasi fasilitas seperti penyediaan CCTV di setiap jalan serta sarana lainnya. Hingga semuanya selesai, dia mengestimasi investasi yang digelontorkan sekitar Rp1 triliun.

Menarik jika membahas kenaikan investasi yang terjadi di kawasan Serpong dan sekitarnya. Termasuk potensi capital gain dan yield The Green Residence. Ketika pertama dirilis pada 2011, unit yang ditawarkan seharga Rp800 juta dan harganya kini mengalami kenaikan mencapai Rp1,1 miliar.

Tidak perlu dijelaskan mendetail kenapa capital gain yang terjadi di The Green Residence Serpong terbilang fantastis. Berangkat dari satu alasan saja—misalnya karena faktor lokasi—siapa pun pasti setuju bahwa pergerakan investasi properti di Serpong memang sangat tinggi.

Jimmy menegaskan, kawasan Serpong sekitarnya termasuk Legok sedang menuju tren positif sebagai pengembangan area segitiga lingkar emas tersebut. “Saat ini memang Legok belum banyak dibahas oleh developer-developer besar. Tapi [mereka] sudah mulai mengincar kawasan ini,” bebernya. ”Saya yakin dua tahun lagi, pengembang besar tersebut akan masuk semua ke sini.”

Posisi The Green Residence Serpong yang diapit oleh pengembang-pengembang raksasa seperti Lippo, BSD, Summarecon, dan Paramount pun memberikan keuntungan yang baik bagi pengembangan proyek tersebut.

Jimmy mencontohkan, keberadaan pusat hiburan, area komersial, sarana pendidikan, rumah sakit hingga apa pun yang dibutuhkan oleh penghuni umumnya sudah tersedia di sana. Artinya, jika sedang mencari hunian yang bagus dan nyaman atau media investasi berupa landed house, maka The Green Residence bisa menjadi pilihan bagus karena menyediakan shuttle bus ke lokasi-lokasi tersebut.

The-Green-Residence_Tombak-Intan_letter

Hunian eksklusif ini juga tidak sekadar menjanjikan kenyamanan bertempat tinggal dan gambaran keuntungan nilai investasi yang tinggi. Lebih dari itu, The Green Residence bisa dibilang unggul dalam kualitas bangunan seperti dalam tipe terbarunya, yaitu Saphire, di mana konsep ‘auto detail’ diterapkan dalam hunian yang berjumlah 80 unit ini.

Bangunan yang terdapat di The Green Residence, urai Jimmy, selalu mengalami upgrade atau peningkatan kualitas dan model. Hal tersebut tidak lepas dari hobinya memasak yang kerap menampilkan rasa dan nuansa berbeda.

Kemudahan untuk mendapatkan unit di The Green Residence juga patut diapresiasi. Satu hal menarik dalam berinvestasi di sana adalah adanya fasilitas pembayaran uang muka yang cenderung sangat memanjakan calon konsumen. Skema mendapatkan rumah di sana berbeda dari kebanyakan pengembang yang kadang terkendala dalam persoalan down payment (DP). Di proyek ini, secara profesional pengembang memberikan fasilitas cicilan DP selama 240 bulan (20 tahun) tanpa bunga.

Program tersebut diusung karena mereka sering mendapati konsumen susah mendapatkan rumah lantaran terbentur di masalah pendanaan awal atau uang muka yang saat ini mencapai 30% dari harga jual. “Program ini demi memudahkan konsumen yang ingin memiliki hunian. Makanya yang menjadi segmen target kami adalah keluarga muda yang produktif sehingga dapat memperingan proses pembelian rumah,” kata Jimmy.

Keunggulan lainnya, jika di pengembang lain indent dulu untuk bangunannya, mereka berani memberikan rumahnya langsung.  “Kalau kami ikut-ikut indent juga pasti bakal kalah sama yang besar. Makanya kami siapkan dulu, orang tinggal beli dan sudah siap huni. Dan juga sama-sama bisa KPR, tapi siap huni,” imbuh Suyanto, Vice President PT Tombak Intan.

Baik sebagai hunian maupun lahan investasi, The Green Residence Serpong memberikan kenyamanan yang sama bagusnya. Khusus untuk sewanya saja, ungkap Jimmy, nilai yield di proyek ini berkisar Rp20-25 juta per tahun. Wow. Aziz Fahmi Hidayat

About The Author

Related posts