Hatmohadji & Kawan, Menumbuhkan Loyalitas Konsumen

Sudah tujuh produk dikembangkan Hatmohadji & Kawan dengan rata-rata tingkat kesuksesan memuaskan. Tahun lalu perusahaan PMA ini kembali lagi menghadirkan proyek baru dengan optimisme tinggi.

Property-In.co – Hatmohadji & Kawan (Haka) bukanlah pengembang baru yang tengah merintis karier di industri properti Indonesia. Didirikan pada 1981 oleh pasangan KRMH Jono Hatmodjo dan Kiki Sutoyo Adiputro. Perusahaan ini kemudian meningkatkan statusnya menjadi PMA bersama Tokyu Land Corporation pada 1995 serta sukses memberikan contoh apik pengembang asing dengan cita rasa lokal.

Berkat kerja sama tersebut, Haka telah banyak menghasilkan karya nyata dan sudah terbukti memiliki peran penting dalam tumbuh kembangnya hunian-hunian mewah di Indonesia. Sebut saja perumahan Kalibata Indah di Jakarta Selatan, Perumahan Buncit Indah, Perumahan Tanjung Barat Indah, dan Perumahan Jatiwarna Indah Bekasi.

Sepanjang kiprahnya, Haka memang berhasil mengembangkan produk kenamaan. Terlihat dari sejumlah garapannya yang sampai saat ini terjaga konsistensinya—terutama dalam hal legalitas unit, kualitas produk sampai pelayanan purnajual—sehingga mampu menumbuhkan loyalitas konsumen.

Legalitas unit, yakni memberikan sertifikat yang sudah dipecah per rumah ketika mulai dipasarkan. Langkah ini ditempuh guna mendapatkan kepercayaan pasar. Kualitas produk dijaga karena Tokyu Land Corporation secara teknis yang terlibat penuh. Sementara layanan purnajual tetap dilakukan meskipun unit sudah terjual.

Chairul Achyudi, Wakil Presiden Direktur PT Hatmohadji & Kawan, menyebutkan Haka merupakan pengembang gabungan antara Tokyu Land Corporation dan PT Haka. “Perkongsian ini hanya khusus untuk proyek rumah tapak, sementara untuk high rise building dipegang sendiri oleh Tokyu Land yang kini sedang membangun beberapa produk vertikal seperti Branz BSD dan Brandz TB Simatupang.

“Maka, ketika di lapangan disebutkan Haka adalah Tokyu Land dan begitu sebaliknya, itu tidak sepenuhnya salah. Hanya, kami fokus pada landed saja,” timpal Amri Lubis, Manager Penjualan dan Promosi.

Keterlibatan Tokyu Land Corporation di Haka, jelas Chairul, lebih ke urusan permodalan dan technical. Berkat gabungan dua kekuatan itu, Haka mampu berkiprah secara maksimal dalam membesut properti-properti unggulan seperti yang tercantum dalam portofolio keduanya. Tercatat tujuh proyek terbaik, plus teranyar Sakura Regency 3 yang digadang-gadang bakal menuai sukses.

Begitupun yang disampaikan T. Kobayashi, President Director Hatmohadji & Kawan. Sakura Regency 3 merupakan hunian dengan kualitas produk standar Jepang dan sangat cocok untuk ditinggali keluarga Indonesia. “Ini merupakan hunian yang cocok untuk ditinggali, bukan untuk investasi,” kata Amri mengutip pernyataan Kobayashi.

Produk Berkelas Sakura-regency-3-bekasi
Paska Haka beralih status dari PMDA ke PMA pada 1995, pengembangan Haka semakin gesit dan terarah. Setiap rencana industrinya terfokus pada lokasi-lokasi terbaik serta menembak segmen pasar khusus, yakni kalangan menengah-atas, tapi tetap tergantung pada policy pusat yakni Tokyo Land Corporation.

“Tidak banyak yang berubah dari status PMA Haka dengan Tokyu Land. Memang presiden direkturnya dari sana (Jepang), tapi praktisnya masih kami yang kerjakan di sini,” papar Chairul.

Kesungguhan Haka membangun produk berkelas ditunjukkan dengan komitmennya mendesain hunian yang secara produk sangat baik mulai dari pemilihan material sampai setelah jadi. Untuk urusan yang satu ini, Lilik Suharnoko, Senior Manager Pembangunan Haka bertanggung jawab penuh atas kualitas bangunan termasuk menyediakan servis untuk permintaan customize design dari calon konsumen.

Menurut Lilik, menjaga kualitas produk memang menjadi perhatian serius Haka, selain agar tetap menjadi investasi yang berumur panjang juga agar membangun kepercayaan konsumen. “Dan pastinya meski produknya sudah lama, namun tetap mudah dan simpel ketika dijual kembali,” urai Lilik.

Apalagi semenjak menjadi PMA, Haka semakin berani menjamin produk yang tidak hanya disebut layak tapi juga bernilai tinggi. Lilik menggambarkan bagaimana pihak Jepang sangat fokus terhadap kerapihan dan detailing. Hal tersebut merupakan treatment khusus antara Haka dan Tokyu Land demi mendapatkan faktor sustainability terbaik.

Ciri khas Haka sebagai pengembang asing bercita rasa lokal tergambar jelas dari proyek-proyeknya, yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan bagi penghuni seperti konsep one gate system, tidak ada fasilitas ruko atau komersial. Menariknya lagi, ada pula garansi 2 tahun untuk kebocoran dan konstruksi.

“Haka konsisten sebagai pengembang dengan properti terbaik, nyaman, dan aman. Apalagi yang penting pula, sertifikat setiap unitnya sudah dipecah dari awal,” imbuh Amri. – Aziz Fahmi Hidayat

Portofolio Hatmohadji & Kawan
Selama 34 tahun, Haka telah membangun dan mengembangkan sejumlah produk perumahan berkualitas, antara lain:

1981-1986
Perumahan Kalibatan Indah, Jakarta Selatan.

Luas lahan 22 hektar (ha), 479 unit rumah.

1986-1990
Perumahan Buncit Indah, Jakarta Selatan.

Luas lahan 10 ha, 234 unit rumah.

1989-1997
Perumahan Tanjung Barat Indah, Jakarta Selatan.

Luas lahan 18 ha, 396 unit rumah.

1994-2002
Perumahan Sambikerep Indah, Surabaya.

Luas lahan 25 ha.

1994-2008
Perumahan Jatiwarna Indah, Bekasi.

Luas lahan 13 ha, 346 unit rumah.

1995-2010
Perumahan Bumi Asih Indah, Bekasi.

Luas lahan 22 ha, 752 unit rumah.

2010-2014
Perumahan Bojong Kulur Indah (Sakura Regency 2), Bekasi

Luas lahan 6,5 ha, 281 unit rumah.

2014-
Perumahan Jatimulya Indah (Sakura Regency 3), Bekasi Timur.

Luas lahan 12 ha, 467 unit rumah.

About The Author

Related posts