Grand Sharon Residence Oasis di Kawasan Timur

Property- In.co – Perumahan yang terletak di Bandung Timur ini menawarkan beragam keuntungan dan kenyamanan kepada para pembelinya, baik end-user maupun investor. Sejak menipisnya lahan bebas di Kota Bandung, proyek-proyek properti baru mulai bergeser ke arah timur.

Para developer pun seakan berlomba-lomba memasuki kawasan ini. Maklum, selain merupakan daerah sunrise property, di kawasan Bandung Timur ini juga akan dibangun beragam infrastruktur seperti MRT, kereta Shinkanzen, dan Jalan Tol Gedebage.

Di antara deretan developer yang merambah wilayah itu, tercantum nama WG Group dengan proyeknya: Grand Sharon Residence. “Kami memang sudah lama memiliki land bank di sini,“ kata Ronny Gunawan, Direktur WG Group. Proyek landed house Grand Sharon sendiri telah dimulai sejak 2010. “Jadi ketika perkembangan kota diarahkan ke Bandung Timur, kami sudah siap melengkapi kebutuhan pemukiman di sini.”

WG Group awalnya adalah grup perusahaan yang bergerak di bidang otomotif. Pada 1998 perusahaan ini melakukan diversifikasi,  mulai ikut terjun ke bisnis properti dengan Grand Cirendeu Residence sebagai proyek perdana. Selain Grand Sharon, mereka kini sedang membangun kawasan pergudangan di Kutawaringin Industrial.

Meski persaingan di antara developer saat ini bertambah ketat, Ronny optimistis dengan proyeknya. Sebab, lokasi mereka cukup potensial dan berkembang di Bandung Timur. “Respons konsumen juga positif karena mereka masih bisa menikmati wilayah Kota Bandung yang hijau, dengan lingkungan yang asri dan tenang.”

Di samping itu, mereka punya nilai plus karena merupakan salah satu properti yang bisa menyediakan unit rumah ready stock. Desain rumah minimalis yang diusung pun banyak disukai konsumen. Dari sisi security, petugas keamanan mereka bertugas 24 jam, menggunakan one gate system, dan CCTV di klaster khusus.

Keunggulan lain, aksesnya lebih mudah karena dekat dengan jalan utama, rumah sakit, mal, dan pusat kuliner. Grand Sharon Residence juga dilengkapi dengan sport club, futsal, kolam renang, badminton, kafe dan resto. “Kami menghadirkan sesuatu yang fresh. Jadi kami adalah oasis di Bandung Timur,” kata Ronny.Grand-Sharon-Residence_studio

Naik 300% Lebih
Di atas 40 hektar lahan milik Grand Sharon, akan dibangun 1.500 unit rumah. Saat ini sudah selesai (terjual) 800 unit dan 700 unit lagi on progress. Ronny kemudian mengungkapkan konsep harga mereka pakai. “Kami tidak mau menjual unit kemahalan. Harga awalnya murah, fixed price, tapi berangsur-angsur naik—minimal 18% per tahun.”

Dari sisi investasi, konsep ini amat menarik. “Beli rumah di sini pasti untung. Kenaikannya setiap tahunnya signifikan, bisa 100 juta per tahun,“ kata Yenny Christiany, General Manager WG Group yang ikut mendampingi Ronny.

Yenny lantas memberi contoh. Pada 2010, sebuah unit Grand Sharon dengan tipe 52/112 dibanderol seharga Rp280 juta. Sekarang dijual dengan harga Rp850 juta. Jadi dalam tempo 5 tahun, gain yang  diperoleh ternyata mencapai 300% lebih.

“Sewanya pun juga bagus. Nilainya Rp25 juta per tahun untuk tipe paling kecil,” tambah Yenny yang sangat piawai menjabarkan setiap tipe beserta angka-angkanya. “Untuk unit yang paling top (tipe 125), harganya kini 1,6 miliar dan sewaya 45-50 juta per tahun.”

Hal lain yang menarik, ternyata pembeli Grand Sharon hampir 90% adalah end-user. Ini baik buat pengembang. Sebab, dengan rumah yang sudah ready stock, penghuninya cepat bertumbuh dan cepat pula meramaikan kehidupan di perumahan tersebut.Grand-Sharon-Residence_studio3

Pembelinya beragam, mayoritas warga Bandung sekitarnya atau orang Bandung yang tinggal di luar kota atau negeri.

Ada pula orang Palembang, Banjarmasin, dan tentunya warga Jakarta. “Bagi mereka yang datang ke Bandung bersama keluarga tiap weekend, pasti lebih menguntungkan punya rumah di sana ketimbang terus-menerus membayar biaya menginap di hotel,” urai Yenny.

Menurutnya, setiap bulan 30-40 unit terjual di sana. Konsumen juga dapat melihat unit yang ditawarkan secara langsung, tidak sekadar janji.

Ia memproyeksikan 1.500 unit yang ada bisa terjual habis tahun ini, selambat-lambatnya akhir 2016. Setelah itu, proyek mereka selanjutnya adalah landed dan pergudangan.

Meski bisnis intinya bukan properti, tetapi ketika WG Group terjun ke bisnis ini mereka menggarapnya dengan serius. “Seperti ABG, kami kini sedang serius-seriusnya mengembangkan properti,” kata Ronny.

Misalnya, tanaman yang ditanam di sana mereka beli sendiri. Kantornya juga ditata dengan baik seperti galeri. Jadi, tidak hanya konsep di brosur atau gambar kerja. “Semua hal kami kelola secara cermat supaya konsumen puas dan hunian tampak kece.“

Rencananya, Grand Sharon Residence bakal menyediakan klaster baru yang lebih adem, tempat anggota keluarga bisa hang out bersama, beserta fasilitas arena bermain anak yang interaktif. Ini semua sejalan dengan nama proyek yang mereka usung. Mereka ingin menjadi “sharon” (tanah subur) dan oasis di Bandung Timur. David S. Simatupang 

 

About The Author

Related posts