Dikepung Kampus, Cicilan Apartemen Ini Hanya Rp2,5 Juta Per Bulan

[Property-In], Jakarta– Sejak pertengahan tahun lalu peningkatan penjualan hunian mulai terlihat dan diperkirakan berlanjut hingga akhir 2018. Penjualan rumah di megapolitan Jabodebek (Jakarta Bogor, Depok, Bekasi) – Banten pada kuartal IV 2017 mencapai 2.457 unit, naik 62,4% dibanding kuartal sebelumnya. Rumah seharga Rp150-300 jutaan masih menjadi kontributor terbesar dengan kenaikan permintaan cukup signifikan dari 26,4% menjadi 34,4% dari total penjualan hunian hingga akhir 2017. Demikian hasil Survei Indonesia Property Watch (IPW) pada kuartal pertama 2018 lalu.

Apartemen Cimanggis City memiliki 26 lantai dan mencakup 1.600 unit hunian tipe studio 21 m2 dan dua kamar tidur 36 m2, seharga mulai Rp299 jutaan. Lokasi yang terhubung langsung dengan Tol Cimanggis-Jagorawi, Depok-Antasari, JORR dan stasiun LRT Cibubur-Ciracas, dilalui angkuran umum 24 jam dan dikepung sejumlah universitas ternama, termasuk Universitas Indonesia di Depok.

Setidaknya data itu terkonfirmasi dari penjualan apartemen Cimanggis City (1 ha) di koridor Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok (Jawa Barat) yang relatif bergerak, kendati riuh peristiwa politik pilkada serempak disusul pemilu tahun depan. Dari total 913 unit yang dipasarkan di menara pertama, sekitar 65%-nya sudah terjual.

Direktur Cimanggis City Agus Susilo mengatakan, animo pembeli hunian dengan kisaran harga itu masih tinggi. Setiap bulan tim pemasarannya mampu menjual 45 unit apartemennya. Hunian seharga ini diincar oleh mereka yang berpenghasilan Rp4-5 juta per bulan.

“Respon paling tinggi dari pembeli rumah pertama dengan rentang usia 25-35 tahun yang masuk golongan millennials. Lebih dari separuhnya mereka berdomisili di sekitar proyek kami seperti Jakarta Timur (Cibubur, Pasar Rebo, Cipayung), Depok dan Bogor,” ujar Agus kepada Property-IN, saat Indonesia Properti Expo di Jakarta Convention Centre (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (22/9/2018).

Agus menuturkan, melambatnya pasar properti di Indonesia sejak 2015 yang disebabkan kondisi pasar yang sedang jenuh dan terlalu tingginya harga properti, berdampak pada pergeseran (shifting) permintaan segmen hunian dari di atas Rp1 miliar menjadi di bawah Rp500 juta. “Konsumen investor yang beli properti rata-rata seharga di atas Rp1 miliar kini menahan untuk tidak belanja dulu. Di sisi lain, justru rumah seharga di bawah Rp500 jutaan permintaannya tidak berhenti karena faktor kebutuhan dari pembeli yang mayoritas end user (beli untuk dihuni),” jelasnya.

Apartemen setinggi 26 lantai itu rencananya akan dikembangkan dua menara mencakup 1.600 unit hunian tipe studio 21 m2 dan dua kamar tidur 36 m2, seharga mulai Rp299 jutaan. Lokasi yang terhubung langsung dengan Tol Cimanggis-Jagorawi, Depok-Antasari, JORR dan stasiun LRT Cibubur-Ciracas, dilalui angkuran umum 24 jam dan dikepung sejumlah universitas ternama, termasuk Universitas Indonesia di Depok, membuat developernya optimis unitnya bakal terjual 70% dari total unit di tower pertama hingga akhir tahun 2018.

Khusus di ajang IPEX 2018 yang digelar hingga 30 September 2018 ini, developer menggelar promo free biaya KPA dan bunga bank 5,95% (KPA BTN) fixed 1 tahun, atau setara cicilan Rp2,5 jutaan per bulan di tahun pertama, selanjutnya mengikuti bunga bank. “Hanya sembilan hari selama pameran IPEX, karena bulan depan harga naik 7-8 persen,” pungkas Agus.

Redaksi

 

 

 

 

About The Author

Related posts