Bukit Hijau di Jakarta Selatan

Property-In.co – Lokasinya strategis, diapit dua central business district.  Menjanjikan gain dan okupansi sewa yang tinggi. Apartemen itu bernama Antasari Heights. Letaknya di Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan.

Nantinya, hunian jangkung ini akan dibangun dengan konsep hijau. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 65% dari lahan seluas 1 hektar disediakan untuk ruang terbuka hijau.

Adhi-Trirachmadi,-CEO-Radinka-Quatro-Land
Adhi-Trirachmadi,-CEO-Radinka-Quatro-Land

“Ini sesuai dengan tema bangunan bersifat tropis dan bertujuan untuk memberi kesejukan bagi penghuni Antasari Heights Residence. Living in harmony,” ujar Adhi Trirachmadi, CEO Radinka Quatro Land. “Ada jogging track dan pohon-pohon adem seperti Jalan Antasari dulu.”

Kata ‘heights’ sendiri berarti bukit. Maklum, kontur lokasi proyek ini memang seperti di atas bukit. Bila rampung nanti, posisi lobi apartemen berada 5 meter di atas fly over yang terletak di depannya. “Jadi tidak ada kesan apartemen ini di bawah jembatan,” jelas Adhi.

Selain itu, proyek senilai Rp750 miliar ini juga memiliki fasilitas yang lengkap. Beberapa di antaranya mini olympic pool, gym, children playground & daycare, ATM, 3-on-3 basketball court, executive & resident lounge, tree house, barbeque area, perpustakaan, minimarket, dan laundry. Semua fasilitas tersebut dikemas untuk memenuhi gaya hidup penghuninya.

Profit Menjanjikan 
Apartemen dengan tower tunggal ini terdiri dari 32 lantai. Memiliki 363 unit, ukurannya besar-besar. Ada empat tipe yang ditawarkan:  tipe satu kamar tidur seluas 55 m2, satu kamar tidur plus (75 m2), dua kamar tidur (110 m2), dan tiga kamar tidur (148 m2). Harga jual berkisar Rp2,5–6 miliar per unit.Antasari-Heights_front

Meski ada unit yang harganya Rp6 miliar dan bisa dikenakan pajak barang mewah, bagi Adhi hal itu tidaklah begitu menjadi masalah. Sebab, yang Rp6 miliar itu cuma 20 unit, sementara sisanya tidak akan terkena pajak barang mewah.
Adhi optimistis Antasari Heights bakal diterima pasar dengan baik.

“Sejauh ini, sudah 11% atau sekitar 35 unit yang laku terjual,” ungkapnya.Ia menambahkan bahwa segmen yang mereka bidik adalah kelas menengah-atas—mayoritas kaum ekspatriat dari Jepang, Korea Selatan, dan China.

Bicara investasi, Adhi yakin proyeknya bisa memberikan capital gain hingga 22% per tahun. Bagaimana yield dari sewanya? “Karena nanti penyewanya banyak ekspatriat, potensi recurring income-nya besar.” Harga unitnya jika disewakan berada di kisaran US$1.200-3.000 per bulan.

Pria yang murah senyum ini menjelaskan, sekitar 60% pembeli Antasari Heights adalah investor. Mereka umumnya amat mementingkan lokasi.

Kebetulan, lokasi hunian ini strategis. Terletak di antara dua central business district (CBD): Sudirman dan TB Simatupang. Kawasan Antasari juga merupakan daerah elit yang berkembang pesat— dikelilingi oleh banyak fasilitas umum dan fasilitas sosial—dan bebas banjir. Antasari-Heights_building

Tak ayal, apartemen ini menjanjikan okupansi sewa dan peluang gain investasi yang tinggi. “Harga kami 36 juta/m2, sedangkan harga di daerah selatan ini bisa mencapai 45 juta/m2,” imbuhnya.

Hal kedua yang menjadi daya tarik bagi investor adalah fitur di dalamnya.   “Karena interior kami ditangani oleh Hadiprana, investor banyak yang suka,” kata Adhi. Selain itu, koridornya di apartemen berukuran 1,8 meter. Lebih lega. Parking lot yang tersedia pun ada 320-an, berarti hampir 1:1.

Masalah keamanan juga tidak luput dari perhatian. Ada tiga tahap screening bagi pengunjung. Mulai dari pintu depan, lobi, hingga menuju kamar.

Nanti lift-nya memakai card sehingga eksklusif, lebih aman, dan mengedepankan privasi.

Ada pula refugee floor, ruang kosong yang terletak di bagian tengah dari 32 lantai. Jadi bila terjadi kebakaran, penghuni bisa berhenti di sana.

Radinka Quatro Land menargetkan penjualan apartemen akan rampung pada November 2016. Tahun ini mereka memasang target penjualan sebesar Rp450 miliar.

Saat ini konstruksi fondasi dan tiang pancang di lokasi sudah dimulai, sementara topping off  bakal dilakukan pada Oktober 2016. Serah terima unit ditargetkan pertengahan 2017, bersamaan dengan rampungnya pembangunan MRT di ruas Fatmawati. – David S. Simatupang

About The Author

Related posts