Menatap Optimisme Wajah Properti Indonesia Paska Pandemi

Property-In, Jakarta- Sebuah gelaran diskusi virtual dilakukan oleh PropertyGuru dan Rumah.com dengan melibatkan beberapa pelaku bisnis, analis, pakar prop-tech terkemuka dari seluruh Asia-Pasifik serta rekan-rekan media melalui aplikasi Zoom pada Rabu (29/07).

Tema yang diangkat dalam siaran virtual tersebut antara lain membahas keadaan serta prospek sektor properti Indonesia dan kaitannya dengan pandemi serta banyaknya peraturan perundang-undangan yang akan datang, kebijakan, serta hal-hal lain yang banyak diperbincangkan untuk perubahan di Indonesia.

Sebuah gelaran diskusi virtual dilakukan oleh PropertyGuru dan Rumah.com dengan melibatkan beberapa pelaku bisnis, analis, pakar prop-tech terkemuka dari seluruh Asia-Pasifik serta rekan-rekan media melalui aplikasi Zoom pada Rabu (29/07).

Mengambil tajuk “Indonesia & Asia in Transition: Post-Pandemic and Beyond” sejumlah pembicara kenamaan baik dari Indonesia maupun luar negeri turut ambil bagian dalam acara ini seperti Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Dr. Wahyu Utomo, MS, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, Setyono “Djuandi” Darmono, Founder & Chairman, Jababeka, Budiarsa Sastrawinata, Head of Permanent Committee for Investment Property Development and Foreign Affairs, KADIN Property / Direktur Pelaksana, Ciputra Group, Doddy A. Tjahjadi, Chief Executive Officer, PTI Architects / Ketua Juri PropertyGuru Indonesia Property Awards, Hendro S. Gondokusumo, Deputy Chairman, KADIN Property, James Macdonald, Head of Researc, Savills China, Winston Lee, Director of Special Projects, PropertyGuru dan dimoderatori oleh Marine Novita, Country Manager, Rumah.com.

Diskusi ini berfokus pada pemulihan prospek properti dan ekonomi di Indonesia dampak dari pandemi Covid-19, serta prospek pasar properti saat ini hingga jangka menengah. Pembahasan tersebut didukung dengan pembukaan kembali Tiongkok beberapa minggu lalu bersamaan dengan pembahasan mengenai investasi lintas negara Tiongkok di Indonesia.

Sesi ini juga akan membahas mengenai omnibus bills, dampak yang diproyeksikan pada kemudahan melakukan bisnis, dan perubahan legislatif lain yang siap menghidupkan kembali sektor properti di tanah air.

Mendukung Kebijakan Pemerintah

Hendro S. Gondokusumo, Deputy Chairman, KADIN Property sebelumnya mengatakan: “Dalam situasi pandemi ini, kita perlu berani melangkah untuk perubahan. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan hal ini akan berakhir. Itulah sebabnya setiap gerakan positif dari pemerintah diperlukan untuk mendorong ekonomi. Karena industri properti mampu memicu 175 industri pendukung lainnya, sangat penting bagi pemerintah untuk memperhatikan sektor ini, termasuk salah satunya adalah undang-undang omnibus.”

Ia melanjutkan: “Undang-undang omnibus dan kebijakan-kebijakan lain yang sangat dinantinantikan harus menandai titik balik bagi sektor properti Indonesia hingga tahun depan dan sisa dasawarsa ini. KADIN siap merangkul pergeseran paradigma ini dengan anggun dan membantu perusahaan dalam membentuk jalur yang tangguh sebagai kerangka peraturan baru. Jika dilakukan dengan baik, hal ini akan membuat kita memikirkan kembali bagaimana kita melakukan bisnis di Indonesia untuk selamanya.

Sementara itu Jules Kay, direktur pelaksana PropertyGuru Asia Property Awards and Events mengatakan: “Reformasi regulasi tidak diragukan lagi akan berfungsi sebagai katalisator untuk perubahan transformatif di Indonesia, yang tetap menjadi salah satu pasar properti PropertyGuru Asia Property Awards paling menonjol, meskipun ada tantangan dari krisis kesehatan global.

Pelajaran yang diperoleh dari ahli pasar dan pemimpin terkemuka selama pertemuan virtual ini akan membekali investor, pengembang, arsitek, dan profesional industri lainnya dengan pembelajaran yang dapat ditindaklanjuti, karena pasar properti Indonesia sedang bersiap untuk pemulihan yang kuat dan cepat.

Nada optimisme juga hadir dari Doddy A. Tjahjadi yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia telah stabil selama 10 tahun terakhir. “ Artinya, Indonesia tidak lama lagi akan menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar di dunia,” pungkasnya.

 

About The Author

Related posts