Pemerintah Berikan Tambahan Kuota Rumah Subsidi, Asosiasi Ini Berikan Apresiasi

Property-In, Jakarta- Sebanyak 500 pengembang properti yang tergabung dalam Developer Properti Indonesia (Deprindo) menggelar rapat kerja nasional di Padjadjaran Suite, Resort & Convention Hotel Bogor, Jawa Barat, selama tiga hari sejak 29 November  hingga minggu 1 Desember 2019.

Suratno Jaya, wakil ketua umum 2 Deprindo menjelaskan melalui Rakernas ini, pihaknya berupaya memantapkan fungsi dan peran perkumpulan dalam rangka melayani anggota dalam  mendorong lahirnya developer baru yang tangguh dari anggota.

Para pengusaha properti yang tergabung dalam Developer Properti Indonesia (Deprindo) menggelar rapat kerja nasional di Bogor pada 29 November hingga 1 Desember kemarin

“kita harapkan di rakernas kali ini, akan menghasilkan rekomendasi demi terciptanya iklim usaha yang kondusif di bidang properti sehingga seluruh Stakeholder atau pemangku kepentingan dalam industri bisa menjalankan fungsi dan perannya sebagai bagian dari partisipasi perkumpulan dalam membangun negeri,”ujar Suratno.

Selain itu, tambah Suratno di Rakernas ini bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang akan mendukung tumbuh kembangnya industri properti di tanah air, serta mendukung program pemerintah 1 juta rumah.  Apalagi saat ini pemerintah juga telah menambah quota rumah subsidi.

Dalam kesempatan tersebut, perkumpulan para pengusaha properti yang baru berusia dua tahun itu membahas berbagai persoalan baik internal maupun eksternal, khususnya terkait prospek dan ancaman dinamika berwirausaha di sektor perumahan.

Ketua Umum Developer Properti Indonesia (Deprindo) Riska Martina Wati Lova Sitepu mengaku meski organisasi ini baru lahir, pihaknya ingin tumbuh bersama secara maksimal. Bahkan, pihaknya siap mendukung segala macam kebijakan ekonomi pemeriksaan dalam penyediaan perumahan rakyat.

“Saya kira soal regulasi tentang bisnis properti hingga saat ini sudah cukup baik. Misalnya dalam hal perizinan, demikian pula perbankan, tingkat pusat dalam hal ini Bank Indonesia, banyak mendukung para pengemban dalam menjalankan bisnis properti. Diantaranya bunga KPR, FTP, LVP, terkait Down Payment yang sudah diturunkan,” ujarnya.

Menanggapi  penambahan quota bagi rumah subsidi dari pemerintah, pihaknya sangat mengapresiasi hal tersebut.

“Untuk 2020 kiranya ada pertimbangan apabila terjadi quota yang habis seperti tahun ini. Artinya ditengah kelesuan bisnis properti selama lebih lima tahun ini, para developer merasa terbantu. Bahkan bisa dibilang ini kelesuan paling panjang di bisnis properti,” ungkapnya  didampingi bidang Humas Nenty Heryanti .

Apalagi, lanjut dia, kedepan banyak tantangan ekonomi seperti resesi global yang biasanya properti itu investasinya lebih kepada hunian. “Harapannya tetap meski dihadapkan pada resesi global, kita tetap ada kenaikan quota. Walaupun tidak signifikan. Sebab, bagaimanapun selama dalam kelesuan ini yang bertahan tetap di bisnis properti rumah subsidi. Bahkan quotanya bisa habis sebelum tutup tahun,” tutupnya.

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *