PP Properti Gandeng Jababeka Bangun Superblok Little Tokyo

[Property-In], Jakarta- Dalam 30 tahun terakhir Kota Jababeka mengalami transformasi signifikan menuju kota mandiri berstandar internasional.

Tampak dalam gambar (Kiri – Kanan) GM Sales & Marketing PT PP Properti Jababeka Residen Prio Purwantoro, Project Director PT PP Properti Jababeka Residen Ian Oktoviandi, Presiden Direktur PT PP Properti Jababeka Residen Harris Amin Singgih, dan General Manager Corporate Marketing Jababeka Residence Handoyo Lim sedang membicarakan proyek superblok Litte Tokyo disela-sela acara media gathering.

Dengan adanya lebih dari 1.700 perusahaan multinasional dari 30 negara serta 2,5 juta pekerja dan 10.000 ekspatriat, pertumbuhan ekonomi Kota Jababeka merupakan nomor dua terbesar di wilayah Jabodebek setelah Jakarta.

Saat ini produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Jababeka dan sekitarnya mencapai Rp150 triliun per tahun. Berbagai fasilitas di Kota Jababeka dikembangkan menyesuaikan dengan karakteristik penghuni kota mandiri, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar seperti 16 institusi pendidikan, 3 rumah sakit bertaraf nasional, sarana olahraga, sarana transportasi, pusat kuliner dan retail, serta fasilitas bertaraf internasional lainnya.

Faktor lain yang akan mendukung perkembangan Kota Jababeka adalah konektivitas tinggi dengan kota-kota besar di Indonesia.

Di samping memiliki 3 akses pintu tol Jakarta – Cikampek, Kota Jababeka semakin strategis dengan adanya pembangunan stasiun dan double track KRL Commuter Line Jakarta – Cikarang, Jalan Tol Layang Jakarta – Cikampek, Jalan Tol JORR 2, MRT Cikarang – Balaraja dan rencana LRT Jakarta – Cikarang.

Kota Jababeka menjadi salah satu kawasan yang menerapkan konsep TOD (Transit Oriented Development) di mana stasiun MRT Cikarang akan berada di pusat area komersial & CBD Kota Jababeka.

PP Properti bekerjasama dengan Jababeka mendirikan joint venture PT PP Properti Jababeka Residen untuk mengembangkan proyek superblok Little Tokyo seluas 4,6 hektar yang akan mencakup area hunian apartemen, mall Jepang, dan ruang hijau terbuka. dengan nilai investasi mencapai Rp2,5 triliun

Berdasarkan faktor-faktor ekonomi pendukung tersebut, PP Properti menggandeng Jababeka untuk membangun kawasan superblok Little Tokyo.

Superblok seluas 4,6 hektar ini akan mencakup area hunian apartemen, mall Jepang, dan ruang terbuka hijau yang ditargetkan akan selesai dibangun semua dalam kurun waktu sampai dengan 10 tahun.

Little Tokyo terletak strategis di pusat komersial Kota Jababeka, dikelilingi fasilitas seperti President University, Mayfair Plaza Indonesia Jababeka, Jababeka Convention Center dan Jababeka Golf & Country Club.

“Little Tokyo hadir sebagai upaya kami memenuhi kebutuhan tempat tinggal dengan harga yang terjangkau bagi pekerja di kawasan industri maupun masyarakat Cikarang dan sekitar pada umumnya.

Wilayah Cikarang semakin matang dalam 3 dekade terakhir karena kawasan industri yang terus berkembang,” ujar Presiden Direktur PT PP Properti Jababeka Residen Harris Amin Singgih.

Sebelum Little Tokyo, PP Properti sudah berpengalaman panjang dalam membangun hunian apartemen dan kawasan superblok.

Beberapa proyeknya tersebar di kota-kota besar Indonesia, misalnya Grand Slipi Tower di Jakarta, Grand Kamala Lagoon di Bekasi, Grand Sungkono Lagoon dan Grand Dharmahusada Lagoon di Surabaya, Amartha View di Semarang, kemudian pada bulan November 2016 sepakat bekerjasama dengan Jababeka untuk mendirikan joint venture PT PP Properti Jababeka Residen untuk proyek Little Tokyo. Nilai investasi yang ditanamkan untuk Little Tokyo mencapai Rp2,5 triliun.

Dengan konsep pengembangan berstandar Jepang, Little Tokyo tak hanya menyasar kalangan kelas menengah dan atas, tetapi juga kaum milenial usia 25-39 tahun yang jumlahnya selalu meningkat setiap tahunnya di Kota Jababeka dan sekitarnya.

Saat ini target pasar Little Tokyo terbagi ke dalam dua kategori, yaitu pekerja asing dan lokal yang bekerja di dalam Kawasan Industri Jababeka dan kalangan mahasiswa President University yang berjumlah ribuan serta banyak yang berasal dari luar kota.

Little Tokyo juga akan menjadi solusi bagi tenaga-tenaga ahli asing yang bekerja di Kawasan Industri Jababeka, karena mereka dapat menyewa apartemen dalam waktu yang lama ketimbang menginap di hotel.

Little Tokyo memiliki keunikan lain yang tidak dimiliki apartemen Jepang lainnya di kawasan Timur Jakarta, yaitu penerapan teknologi terbaru Eco City Smart Home Solution.

Melalui teknologi tersebut, penghuni dapat menggunakan aplikasi Smart Phone untuk mengatur keadaan tempat tinggalnya dari luar, mulai dari pencahayaan ruangan, suhu ruangan, sistem alarm dan video CCTV.

Kemudian desain bangunan Little Tokyo dikerjakan oleh firma arsitektur ternama asal Jepang Tange Associates, peraih penghargaan Pritzker Architecture Prize Laurate tahun 1987.

Menyesuaikan cuaca di daerah Cikarang dan sekitarnya, Tange Associates merancang fasad Little Tokyo dengan konsep Chigai Dana yang ditambah dengan fungsi sun shading untuk mereduksi cahaya matahari.

Keunikan lain Little Tokyo yang tidak dimiliki apartemen lainnya adalah “Jogging Track on The Sky”, sebuah fasilitas olahraga yang terdapat pada jalur pedestrian yang menyambungkan tower-tower apartemen Little Tokyo.

Meskipun tinggal di hunian vertikal, penghuni tetap dapat melatih pola hidup sehat melalui jogging dengan sensasi yang berbeda, ‘di atas langit’.

Selain smart living dan “jogging track on the sky”, penghuni Little Tokyo dapat menikmati kemewahan fasilitas premium lainnya seperti Sunset Garden Sky Dining, Giant Giga Wi-Fi, Japanese Central Garden, Japanese Lifestyle Mall, Shuttle Bus Feeder, Swimming Pool, Jacuzzi dan masih banyak fasilitas lainnya yang terintegrasi dalam kawasan.

RSG

About The Author

Related posts