Efek Tol Bocimi Seksi 1 Rampung, Rancamaya Golf Estate Kembali Menggeliat

[Property-In], Jakarta– Rancamaya Golf Estate merupakan kawasan hunian yang sudah dikenal reputasinya selama lebih dari 24 tahun. Proyek ini berhasil mengembangkan lingkungan (bukan hanya membangun perumahan) yang hijau dan asri dan juga berani menerapkan peraturan ketat bagi penghuninya agar nilai asset propertinya terus berkembang.

Kawasan Rancamaya Golf Estate di Bogor

Demi menjaga nilai investasi yang apik, Rancamaya kini membuka distrik baru bernama Kingsville seluas 28 hektar yang merupakan lahan simpanan terakhir dari pengembangan Rancamaya 1.

Istimewanya, distrik ini selain dekat dengan akses tol Bocimi, akan terhubung langsung dengan jalan tembus dalam kota Bogor (Bogor Inner Ring Road/BIRR).

Informasi saja, saat ini pembangunan proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Jawa Barat (Jabar), terus dikebut. Pengerjaan Seksi 1 ruas Ciawi-Cigombong sepanjang 15,3 km dari total keseluruhan jalan tol sepanjang 54 kilometer, sudah mencapai 77,39 persen yang mencakup pengerjaan struktur, tanah (perataan, penggalian dan pengurukan) dan perkerasan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya pada April lalu menargetkan pembangunan Tol Bocimi Seksi 1 harus tuntas sebelum Juli 2018.

Jalan Tol Bocimi Seksi 1
Jalan Tol Bocimi Seksi 1 Per 14 Mei 2018 yang hanya berjarak 700 meter dari Rancamaya Golf Estate

Hasil positifnya, pembangunan jalan tol ini diprediksi mengerek pertumbuhan ekonomi Jabar sekitar 0,76% pada tahun 2019. Demikian diungkap Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jabar Wiwiek Sisto Widayat usai rapat identifikasi potensi daerah sebagai dampak dari pembangunan Tol Bocimi di Balaikota Sukabumi belum lama ini.

Atas dasar itulah Rancamaya Golf Estate yang memiliki luasan lahan mencapai 400 hektar kembali mengembangkan distrik baru bernama Kingsville seluas 28 hektar. Distrik ini sendiri lokasinya hanya sekitar 700 meter dari pintu masuk tol Ciawi.

“Ruas tol Ciawi-Cigombong sendiri akan mengurai kemacetan di jalur Jagorawi-Ciawi-Sukabumi, dimana titik kemacetan terparah ada di percabangan Puncak – Jalan Raya Sukabumi dan di perempatan Pasar Ciawi, karena dua koridor ini merupakan pertemuan kendaraan dari Bogor-Puncak-Jagorawi dan sebaliknya,” ujar Direktur PT Suryamas Dutamakmur Tbk., pengembang Rancamaya Golf Estate, Henny Hendrawan, dalam siaran persnya di Bogor, Jawa Barat, Senin (14/Mei/2018).

Dengan beroperasinya Tol Bocimi Seksi 1, Lokasi proyek Rancamaya Golf Estate yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari pintu masuk tol Bocimi, dari Rancamaya ke Jakarta untuk masuk ke tol Jagorawi tidak perlu lagi melewati pasar menuju gerbang tol Ciawi yang selama ini harus dilalui dan bertarung dengan trafik dari Puncak sehingga nantinya ke Jakarta hanya ditempuh dalam waktu 45 menit. Otomatis hal itu akan menstimulus pertumbuhan harga jual property di Rancamaya,” ungkapnya lagi.

Pengembangan Baru

Tahap 1 dan 2 Kingsville (klaster Salvador) telah habis dipasarkan pada bulan Maret lalu dan pada bulan Mei ini Rancamaya mulai memasarkan tahap 3 dengan harga mulai dari Rp 670jt-an. Salvador yang merupakan hunian kelas menengah, dengan variasi tipe hunian 36/84, 46/90 dan 69/105 yang dibanderol mulai Rp670 jutaan. Untuk pembelian dengan KPR, saat ini developer memberikan promo subsidi bunga KPR.

Distrik Kingsville
Salah satu rumah contoh di Klaster Rosewood Rancamaya Golf Estate

Terdapat juga klaster Rosewood yang memiliki variasi tipe hunian 53/72, 62/130, dan 70/187 dengan promo DP 0%. Juga kaveling siap bangun di klaster Richmond Peak ukuran 240-283 dengan pemandangan golf course seharga mulai dari Rp1,9 miliar yang bisa diangsur hingga 60 bulan. Hingga saat ini pengembang sudah membangun 1.300 hunian menengah atas di 26 klaster, dengan penghuni mencapai 800 jiwa.

Dengan dibukanya Salvador, selain Rosewood, The Class dan Richmond Peak, Rancamaya sekali lagi sejak 2010, memberi kesempatan bagi generasi milenial yang menghargai kualitas rumah, lingkungan dan hidup di lokasi yang tertatadi atas rata-rata pemukiman lain di Indonesia.

 Ucu

About The Author

Related posts