Shera, Fokus pada Kelestarian Alam

Bumi tak lagi muda. Miliaran tahun sudah usianya. Tubuhnya makin ringkih dan tak berdaya. Penebangan hutan secara membabi buta membuat ‘si tua’ semakin kehabisan daya.
Hal itu menjadi sorotan utama Gabriel Montadaro,  Presiden Direktur PT. Shera Building Solution Indonesia (SHBI) pada pembukaan acara Indobuildtech 2017, kemarin. Gabriel mengungkapkan, bahwa pemanfaatan kayu sebagai bahan bangunan sudah tidak lagi relavan bagi bumi kita.
shera“Bumi sudah berumur 46 miliar tahun, kalau diambil skala perbandingan anggapan menjadi 46 tahun. Manusia baru hadir 4 jam yang lalu, dan Revolusi Industri baru dimulai 1 menit yang lalu. Dan selama 1 menit ini, kita telah menghancurkan lebih dari 50% hutan yang ada di bumi. Apakah ini yang ingin kita wariskan bagi anak cucu?” katanya dalam sesi konferensi pers kala itu.
Kecemasan inilah yang menginspirasi SHBI untuk menciptakan produk bahan bangunan yang secara material lebih ramah lingkungan, namun tetap berkualitas wahid.  Hasilnya, terciptalah produk fiber semen bernama Shera, yang dalam bahasa Thai berarti pohon, sesuai dengan misi mereka melestarikan alam.
Produk ini tidak memanfaatkan kayu sebagai bahan pembuatannya. Jadi tentu saja, tidak merusak alam. Bahannya hanya sebatas semen, silica, pasir dan serat fiber yang diolah dengan teknologi khusus sehingga mampu menghasilkan produk yang secara kualitas lebih baik daripada kayu asli.
“Tetapi berbicara mengenai keindahan, mungkin melihat produk yang kami tampilkan pada Indobuildtech kali ini orang akan menyangka ini kayu, padahal bukan. Ini fiber semen. Tetapi benar-benar terlihat seperti kayu, jadi lebih indah dan bangunannya juga lebih tahan”, tutup Bapak Gabriel.

About The Author

Related posts