Loftvilles City, Superblok Pertama di Ciputat

Mengusung konsep yang terbilang baru di kawasan Ciputat, Loftvilles sukses mendapatkan animo bagus dari konsumen. Belum genap 10 bulan, proyeknya langsung mantap terserap pasar. 

Oleh: Fajar Yusuf Rasdianto

loftvilles 2

Serpong, Tangerang, dan sekitarnya memang cukup menarik untuk berinvestasi. Percepatan pembangunan serta sejumlah data lain, seperti kepadatan penduduk dan ekonomi kotanya boleh dibilang cukup mendukung lini bisnis properti, khususnya investasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2014 populasi penduduk Tangerang Selatan sudah menjadi salah satu yang terpadat di Indonesia—di bawah Jakarta—dengan total 1.492.999 jiwa.

Sementara di sisi lain, total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tangerang Selatan untuk 2016 termasuk dalam tiga terbesar di Indonesia, dengan torehan 3,3 triliun rupiah. Angka yang cukup fantastis dan tentunya bakal mendukung ekonomi di daerah tersebut.

Sayangnya, pengembangan daerah Tangerang Selatan hingga saat ini masih timpang ke beberapa wilayah saja, yakni hanya ke arah Serpong, BSD, dan Alam Sutera. Sementara wilayah lainnya seperti Ciputat dan Pamulang masih sedikit tertinggal.

Akan tetapi, tren ini tampaknya akan segera berakhir. Gidion Indradjaja, Marketing Director PT Bukit Sarua Development (Rura Graha Group) mengatakan, dengan total APBD yang sekarang ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan berjanji bakal memperluas pembangunannya ke wilayah-wilayah lain.

“Kami sudah bicara dengan Pemkot Tangerang Selatan, mereka berjanji untuk membangun beberapa infrastruktur ke wilayah sini (Ciputat),” ujarnya kepada Property-In, pertengahan Desember lalu.

Oleh karena itu, lanjutnya, awal tahun kemarin Rura Graha Group pun berani meluncurkan proyek berskala jumbo bernama Loftvilles City di Jalan Raya Sarua, Ciputat. Hasilnya cukup mengejutkan. Dalam tempo sembilan bulan (Februari-November) dua tower pertama yang dirilisnya, Aegyo dan Buchida, langsung terserap sekitar 65%.

“Kami rilis tanggal 27 Februari 2016, dan langsung groundbreaking 27 November 2016. Padahal rencana sebelumnya di kuartal satu 2017. Tapi, ternyata penjualannya cepat sekali. Mau tidak mau kami percepat groundbreaking-nya,” ungkap Gidion.

Kini, sekitar 90% dari total 527 unit di Tower Aegyo sudah terjual. Sementara di Tower Buchida, dari total 1.036 unit, tersisa 50% saja. loftvilles

Konsep dan Strategi Harga

Tidak ada asap kalau tidak ada api, tentunya. Penjualan yang gemilang dari Loftvilles City tak mungkin hanya kebetulan belaka. Konsep dan strategi yang diracik Rura Graha-lah yang menjadi penyebabnya.

Strategi harga yang unik, dengan pelan dan perlahan terus meningkat, sukses menggeret animo konsumen untuk berlomba-lomba memiliki unit di sana. Setiap kali terjual 100 unit, harganya ditambah sepersekian persen kepada pembeli selanjutnya.

“Awalnya kami buka harga 165 juta untuk unit studio (19,5 m2 semi gross) dengan syarat pembayaran cash keras. Setelah itu, harga jadi meningkat 180 jutaan, 200 juta, sampai terakhir sekarang mencapai 230 juta,” bebernya.

Peningkatan harga yang signifikan ini, ternyata menimbulkan ketertarikan dari banyak pembeli yang mayoratis semi-investor. Kebanyakan dari mereka tertarik memborong beberapa unit. Sebagai contoh, kata Gidion, ada seorang lelaki paruh baya yang membeli tiga unit sekaligus. Alasannya, untuk tempat tinggal bagi anak-anaknya.

Selain harga yang cukup menarik, konsep yang mereka usung juga terbilang baru di wilayah Ciputat. Loftvilles City adalah satu-satunya superblok di wilayah tersebut.

Dengan total luas lahan 6,4 hektar, Loftvilles City akan dibangun dengan konsep superblok yang mengintegrasikan antara hunian dan komersial. Di kompleks tersebut  bakal berdiri 7 tower apartemen, hotel, kondotel, ruko, hypermarket, ruko, alfresco, masjid, dan mal.

Konsep huniannya juga pas bagi kaum urban. Dengan harga cukup terjangkau, fasilitas penunjang yang diberikan kepada penghuninya sudah terbilang mumpuni. Ada swimming pool, jogging track, children playground, gym & sport centre, roof garden, smart card, 24 hour security system, dan yang paling istimewa adalah sky lounge. 

Sky lounge ini akan menghubungkan Tower Aegyo dan Buchida. Penghuni bisa menikmati santap siang ataupun malam di sini. Selain itu, desain kolam renang yang dibuat di dua tower tersebut juga cukup unik. Kolam renang itu dibuat melintasi kedua tower, seolah-olah sebuah lorong.

Lebih lanjut Gidion mengungkapkan bahwa saat ini, pengembangan Loftvilles City sendiri baru masuk pada tahap pertama. Rencananya, tahap kedua akan dirilis kuartal satu tahun depan.

“Ada investor yang mau ambil satu hektar di sini untuk dibangun hotel, service apartement, dan masjid. Investor ini salah satu penyelenggara umroh terbesar di Indonesia. Kami akan memberikan pembangunan tahap kedua untuk mereka. Tapi kalau mereka maunya nanti-nanti, ya kami akan masuk duluan. Semuanya nanti tetap masuk dalam kawasan Loftvilles City,” tuturnya menjabarkan.

Akses & Gain

Bicara tentang properti yang hot, maka tak lengkap rasanya jika kita tidak membahas tentang lokasi dan peluang investasinya. Hal ini juga sempat diungkapkan Gidion dalam sesi wawancara di kantornya kala itu. Ia mengatakan, kalau konsepnya bagus, tapi tidak didukung dengan lokasi dan akses yang baik, maka properti tidak akan menarik.

‘Lokasi, lokasi, dan lokasi’ masih menjadi salah satu musabab investor ataupun konsumen membeli properti. Hal ini diketahui betul oleh Rura Graha yang sudah malang melintang di dunia properti selama 20 tahun.

“Kalau lokasinya tidak bagus, kami tidak mungkin membangun di sini. Sebelum membangun, kami sudah melakukan riset dan meneliti proyeksinya. Hasilnya cukup baik, banyak pengembangan infrastruktur yang akan melintasi kawasan ini,” cakapnya.

Dalam waktu dekat, kawasan Jl. Raya Bukit Sarua—lokasi superblok ini—akan dilintasi oleh Tol Serpong-Cinere. Pembangunannya sudah direncanakan oleh pemerintah, dan akan mulai berjalan pada pertengahan tahun depan. Saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan.

Selain itu, pemekaran jalan dari Ciputat-Pamulang juga pelan dan perlahan sudah mulai dilakukan oleh pemerintah Tangerang Selatan. Jalan itu juga melintasi kawasan tempat berdirinya superblok ini.

Sementara infrastruktur lain yang sudah terbangun di kawasan ini juga cukup banyak, salah satu contohnya Tol Jakarta-Serpong, jaraknya hanya 5 menit dari lokasi (dengan syarat tidak macet). Ada lagi Stasiun Kereta Api Sudimara dan Rawa Buntu yang tak tak jauh dari tempatnya.

Tak berhenti di situ, fasilitas-fasilitas pendukung di kawasan ini pun cukup memadai. Sudah ada Pasar Modern BSD, sekolah internasional seperti SGU, Santa Ursula, Al-Azhar; serta Eka Hospital dan RS Medika. Bukan mustahil akan lebih banyak lagi nantinya.

Jika boleh dibilang, segala sumbu pengangkat nilai investasi di Loftvilles City sudah cukup sempurna. Tinggal, masalahnya sekarang, apakah semua proyeksi itu akan berjalan lancar atau tidak.

Gidion mengungkapkan, jika semua proyek masa depan itu berjalan sesuai rencana, kemungkinan besar peningkatan capital gain di kawasan ini bisa sekitar 10-20% per tahun. Sementara nilai sewanya bisa sekitar 5-10% per tahun.

“Kami dan masyarakat Tangerang Selatan pasti akan mengawal proses pengembangan infrastruktur itu sampai selesai. Tentu semuanya mau kalau wilayahnya semakin baik,” tuntasnya. □

About The Author

Related posts