Landed House, Rumah Masih Jadi Jagoan

Tidak Ada Matinya

Dua kasus di atas merupakan contoh nyata bahwa sejatinya kenaikan investasi properti rumah memang selalu membawa kabar gembira bagi pelakunya. Beberapa kelebihan dari investasi ini adalah harga tanah selalu naik, dan harga bangunannya pun otomatis ikut naik sesuai dengan renovasi yang ada. Di samping itu, desain dan perawatan yang apik juga berpengaruh terhadap penjagaan nilai investasi tersebut.

Kondisi harga tanah dan bangunan yang naik amat dipengaruhi oleh faktor lokasi. Seperti diketahui bersama, lokasi selalu menjadi fokus utama dalam pertimbangan untuk berinvestasi. Baik investasi apartemen, rumah ataupun ruko, hukumnya wajib mencari lokasi terbaik, yakni lokasi yang memiliki sifat berkembang atau sunrise sehingga mampu mengerek potensi profit yang diterima di kemudian hari.

landed house rumah

“Lokasi yang strategis dengan didukung aksesibilitas yang baik selalu menjadi pertimbangan dalam membeli sebuah properti seperti rumah, termasuk di sini,” kata Albert Luhur, Direktur Marketing Summarecon Bekasi.

Ia melanjutkan, saat ini lokasi Summarecon Bekasi berada di kawasan yang strategis, yaitu sebagai penyangga Ibu Kota serta penghubung antara Jakarta, Karawang, Bogor dan Kabupaten Bekasi yang dapat diakses dengan mudah dari tol maupun dari jalan arteri. Maka dapat ditebak, dari tujuh klaster yang tersedia, semuanya habis dilahap oleh konsumen. Dengan kata lain, Albert menyebutkan bahwa faktor lokasi yang kemudian didukung dengan keterlimpahan akses bisa memicu pergerakan investasi yang positif. 

Rumah sering juga disebut investasi yang menawarkan dua keuntungan sekaligus, yakni kenaikan harga properti dan pemasukan dari penyewaan. Oleh sebab itu, properti ini kerap disebut sebagai investasi yang ideal (ideal investment). 

Keistimewaan dari investasi rumah adalah kenaikan harga bangunan yang otomatis ikut naik sesuai dengan perubahan renovasi yang ada. Artinya, penting bagi investor untuk menjaga value produknya tersebut agar tetap memiliki nilai bagus. Sebab, selain berpatokan pada kenaikan harga tanah, harga rumah juga akan menjadi tinggi bila bangunannya tetap berkualitas.

Albert Luhur mengamini pernyataan tersebut dengan menyampaikan bahwa diperlukan sikap tanggung jawab dalam menjaga kepercayaan konsumen, memberikan service serta kulitas produk terbaik. Katanya, kepercayaaan yang tinggi dari masyarakat atau konsumen terhadap produk Summarecon Bekasi, tidak lepas dari reputasi dan nama besar Summarecon sehingga memengaruhi harga produknya juga. Apalagi jika ditambahkan dengan komitmen tinggi dalam pengembangan dan pengelolaan dari setiap produk yang dipasarkan sehingga value dari produk propertinya terus tumbuh dan berkembang.

“Hal penting lain yang mendukung peningkatan value properti adalah konsep yang sangat terencana dan terintegrasi dengan pengembangan Kota. Kemudian berusaha selalu tepat waktu dalam pengerjaan proyek dengan menepati komitmen yang telah direncanakan,” bebernya.

Maka jangan heran, untuk produk secondary-nya saja kini di Summarecon Bekasi dimulai pada yisaran Rp1,5 sampai Rp3,6 miliar; jauh melesat dari harga saat diluncurkan pertama kali yang dimulai dari Rp500 jutaan.

Berinvestasi di rumah memang pilihan yang tepat, cerdas dan aman. Jenis investasi ini bisa bertahan sangat lama mengingat peminat rumah sangat banyak dan besar. Kondisi backlog yang mencapai 13 juta adalah bukti nyata jika pangsa pasar rumah tidak ada habisnya. Sementara dari sisi supply belum mampu menutupinya. Rumah memang tidak ada matinya. □ 

MENDULANG CUAN DARI RUMAH 

  1. Membeli rumah sebagai investasi bisa mendapatkan keuntungan pasti dari capital gain dengan perhitungan sebagai berikut:

Harga rumah saat dibeli seharga Rp500 juta, setahun kemudian harganya mencapai Rp700juta. Maka diperoleh capital gain sebesar: Harga terbaru dikurangi (-) harga awal di mana hasilnya (=) dibagi (:) dengan harga awal kembali lalu dikalikan (x) 100%.

(Rp700 juta – Rp500 juta = Rp200 juta; Rp200 juta : Rp500 juta x 100% = 40%). Jadi dalam satu tahun capital gain yang diperoleh adalah 40%. 

  1. Tarif Sewa (Rupiah/Tahun) = Nilai Properti (Rupiah) x Capitalization Rate (%)

Menghitung sebuah rumah seharga Rp3 miliar dengan capitalization rate 3-5%, harga sewanya adalah: 3% x Rp3 miliar = Rp90  juta/tahun atau berkisar Rp7 juta/bulan.

(dari berbagai sumber)

Pages: 1 2

About The Author

Related posts