The Avenue Residence: The Rising Star in Cibinong

Atapnya menyajikan pemandangan bintang yang indah dan dekat. Konsep dan lokasinya menjanjikan potensi keuntungan yang memikat. 

Oleh: Fajar Yusuf Rasdianto

Property-in.co – Pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur yang terus merambah ke daerah-daerah satelit Jakarta telah membuka sejumlah ceruk investasi baru di beberapa tempat, termasuk Cibinong. Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol dan LRT (light rail transit)—yang akan menghubungkan Ibu Kota dengan Kota Kabupaten Bogor—telah menjelma seperti jarum akupuntur yang menitik saraf-saraf investasinya sehingga potensinya tampak begitu menyeruak.

“Kalau dulu hanya Serpong, Karawaci, dan Bekasi saja yang seksi. Sekarang, yang lain mulai ikutan. Cibubur, Bogor, Cibinong, semuanya mulai terlihat menggairahkan. Tapi dari semuanya, Cibinong-lah yang paling kelihatan,” tutur Ranto M, Project Director PT Avenue Development, kepada Property-In bulan lalu.

avenue residence

Ranto menjelaskan, secara perkembangan, Cibinong memang masih sedikit kalah dibandingkan kota-kota penyangga lain. Namun, dari segi potensi, daerah Timur Jakarta ini sangatlah terang.

Belakangan pusat-pusat industri dan pelbagai area komersial mulai dibangun di sana. Infrastruktur-infrastruktur pendukung mulai dibenahi. Cibinong pun bertumbuh semakin pesat. Bahkan kepesatannya, kata Ranto, bakal mengalahkan daerah-daerah penyangga lain. “Cibinong yang sekarang ini adalah imitasinya Serpong,” tukasnya.

Ungkapan Ranto ada benarnya. Cibinong sekarang dan dulu terlihat sangat berbeda. Sejumlah proyek pembangunan, baik infrastruktur ataupun gedung baru kini mulai banyak bermunculan di sana. Kota administratif Kabupaten Bogor itu pun tampak semakin padat dan macet.

Namun, seperti yang banyak orang katakan, “di mana ada kemacetan, di situ pula properti sedang berkembang.” Contohnya Sudirman, Thamrin dan Kuningan. Kemacetan di ketiga wilayah itu justru membuat harga properti di sana semakin tinggi, bahkan kini sudah tak terjangkau lagi.

“Bisa jadi, Cibinong pun akan seperti itu. Kalau saya prediksi, mungkin lima tahun lagi Cibinong sudah bisa menjadi kota mandiri. Dan jelas potensi investasinya pun sangat besar,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Proyek Ikonik

Berbekal keyakinan itulah, Ranto bersama PT Avenue Development— pengembang spesialis landed house yang telah berkecimpung di dunia properti sejak 2002—mulai meramu strategi untuk membangun sebuah proyek mixed-use di sana. Sebidang tanah seluas 1,5 hektar di Jalan Cikaret dipatok mereka. Sertifikat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) pun sudah dikantonginya.

Proyek tersebut diberi nama The Avenue Residence. Dua tower apartemen setinggi 25 lantai (North Tower dan South Tower) dengan 1.500 unit, dua lantai podium mal food & bevarege, dan 13 unit town house akan berdiri di sana.

Adapun konsep yang diusung Avenue Development untuk proyek vertikal pertama ini adalah “Modern Tropical Recidencial”. Desainnya menggabungkan dua unsur, yaitu unsur tropis dan unsur modern. Apartemen ini mengombinasikan gaya hidup masa kini dengan lingkungan hijau yang menjadi trade mark Bogor.

“Kami tidak akan meninggalkan keasrian lingkungan yang sudah ada. Hijau itu ‘kan memang kelebihannya kota Bogor,” paparnya.

Lebih lanjut, Ranto menuturkan bahwa Avenue Development telah merancang masterplan superblok pertamanya itu se-iconic mungkin. Fasilitas serta konsep yang diusungnya tidak atau belum pernah ditemukan di apartemen lain. Dua thematic garden di atapnya diciptakan khusus untuk memberikan pengalaman berbeda bagi penghuni .

Di taman itu disediakan pelbagai fasilitas penunjang yang bakal membuat penghuni betah berlama-lama. Hal yang sangat membedakan thematic garden di The Avenue Residence dengan taman-taman di apartemen lainnya adalah adanya stargazing plaza, yakni sebuah spot untuk meneropong bintang.

“Jadi kami akan sediakan alat teropong bintang di tempat itu. Kalau malam, para penghuni bisa memanfaatkannya untuk menikmati bintang yang bertebaran di langit Cibinong,” sebutnya.

Selain stargazing plaza, taman seluas 3.600 m2 yang terbagi di dua tower ini juga memiliki beberapa fasilitas memanjakan seperti meditation plaza, maze garden, jogging track, stairs, coffee shop, outdoor café, lantern park, dan reflexology path. Sementara di atap podium mal juga disediakan berbagai fasilitas lain seperti swimming pool, sport center, spa & sauna, serta sky lounge & café.

Semua fasilitas tersebut sangat cocok bagi pasangan-pasangan muda yang akan atau ingin segera memiliki anak. Sebab, selain fasilitasnya memadai, lingkunganya pun sangat nyaman dan sejuk.

“Anak-anak mereka kelak bisa bermain di thematic garden yang kita miliki. Ayah dan ibunya bisa bersantai di kafe atau reflexology path,” ujar Ranto membayangkan.

Pertumbuhan 18–20% Per Tahun

Di sisi lain, sebagai ranah investasi modern, Avenue Residence juga telah menjanjikan peluang keuntungan yang sangat besar. Lokasinya yang berada di pusat pemerintahan kota Cibinong serta dikelilingi berbagai sarana publik seperti mal, rumah sakit, sarana pendidikan, hingga area-area hiburan diyakini bakal memberikan peningkatan gain tinggi kepada investor.

“Selama lima tahun terakhir, pertumbuhan nilai properti di kawasan Cibinong kurang lebih 13-16%. Di mana dalam kurun itu, kondisi pembangunan masih belum begitu gencar. Sekarang, dengan sarana dan prasarana yang sudah jauh lebih baik, tentu peluang keuntungannya pun menjadi lebih baik. Kami ekspektasikan peningkatan (capital gain)-nya bisa mencapai 18 -20% per tahun,” ungkapnya.

Sementara untuk nilai sewa, kata Ranto, pihaknya belum menemukan produk sejenis di Cibinong yang bisa dijadikan patokan. “Tapi di sini kost-kostan cukup banyak. Sewanya rata-rata 1-1,5 juta per bulan. Nah, kalau di kost segitu, mungkin di kami bisa sekitar 2-3 juta per bulan. Per tahunnya mungkin 8-10%,” tambahnya.

Lalu, dari mana pasar sewanya? Ranto menjelaskan bahwa Cibinong sendiri saat ini merupakan salah satu kawasan pusat industri yang sedang berkembang layaknya Bekasi dan Tangerang. Karyawan atau para pekerja pabrik dan perusahaan-perusahaan yang berdiri di sana, dikatakannya sebagai captive market sewa yang mereka miliki.

Semuanya sudah dikaji terlebih dulu sebelum akhirnya mereka memutuskan membangun sebuah superblok di sana. “Kalau tidak berpotensi, mana mungkin kami mau membangun di sini, Mas. Ini ‘kan sudah kami riset terlebih dahulu,” katanya meyakinkan.

Pertanyaannya, benarkah potensinya sampai sebesar itu? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang pasti, sekarang Avenue Development telah memberikan pilihan baru bagi investor untuk melabuhkan investasinya. Nanti, pada 6 Oktober 2016, mereka mulai melakukan soft launching.

Di acara tersebut akan dibuka penjualan untuk 10 lantai pertama di North Tower, dengan sekitar 320 unit yang dipasarkan. Harganya dibanderol mulai dari 300-700 juta. Peluang cuan besar masih sangat terbuka karena masih harga perdana. □

About The Author

Related posts