GRAND PARK: Siap Menuai Sewa Hunian Mahasiswa

Terletak persis di depan Universitas Pakuan, hunian vertikal ini memiliki potensi penyewa yang  jelas, yaitu 25.000 mahasiswa Pakuan. 

Oleh: Richardus Setia Gunawan

Property-in.co – Bogor terletak di wilayah strategis berupa pegunungan yang subur di Tatar Sunda yang indah. Wajar jika Bogor menjadi destinasi favorit warga ibu kota Jakarta dan sekitarnya. Tak hanya diminati para wisatawan, Bogor juga menjadi daya tarik para mahasiswa untuk menempuh studinya. Sebut saja Institut Pertanian Bogor (IPB) yang merupakan salah satu universitas unggulan di Indonesia. Ada pula Universitas Pakuan, Djuanda, Nusa Bangsa, dan Ibnu Khaidun yang memiliki akreditasi apik untuk beberapa jurusan.

grand park

Banyaknya perguruan tinggi ini tentu menarik bila dikaitkan dengan properti. Pertanyaan yang mencuat, di manakah mahasiswa tinggal? Mengingat banyak mahasiswa yang berasal dari luar daerah. Peluang inilah yang tampaknya direngkuh oleh Gapura Prima Group, salah satu developer berpengalaman di Kota Bogor. Hanya beberapa langkah kaki dari Universitas Pakuan, mereka akan menghadirkan 3 tower apartemen setinggi 18 lantai guna menjaring pasar mahasiswa dan masyarakat Bogor pada umumnya.

“Lokasi apartemen Grand Park persis di depan Universitas Pakuan. Ini begitu menarik bagi para investor karena mereka tidak perlu capai-capai mencari penyewa. Pasarnya sudah tersedia,” kata Bambang Wahyudi, General Manager Marketing Grand Park ketika Property-In mengunjungi lokasi apartemen Grand Park seluas 1,6 hektar.

Lebih lanjut, Bambang mengatakan bahwa harga sewanya cukup baik. “Saat ini kost-kostan di sekitar Universitas Pakuan sudah ada yang mencapai Rp3 juta-Rp4 juta. Kalau  di sini sewa apartemen  rate-nya Rp2,5-Rp3 juta. Tentu mereka akan memilih apartemen karena fasilitasnya lebih lengkap,” jelasnya.

Masuk akal memang, jika nantinya mahasiswa lebih memilih apartemen ketimbang kostan. Ditilik dari segi fasilitas, tentu apartemen jauh lebih nyaman. Kolam renang, jogging track dan sky garden yang akan tersedia di Grand Park menjadi daya tarik yang tak bisa dilawan. Tak hanya itu, adanya lahan parkir yang memadai juga menjadi pertimbangan penting bagi calon penyewa.

Apartemen Grand Park rencananya dibangun pada April 2017. Serah terimanya pun diperkirakan selama 36 bulan. Akan ada 1.100 unit yang dibangun dengan berbagai tipe: Studio, One Bedroom, Two Bedroom. Harganya dimulai dari Rp300 jutaan hingga Rp1 miliar. Saat ini, baru satu tower sebanyak 400 unit yang ditawarkan. Dari 400 unit tersebut, pengembang mengklaim sudah menjual sebanyak 30%.

Melihat reputasi pengembang, tentu komitmennya dalam membangun cukup meyakinkan. Bukan pertama kali ini saja Gapura Prima Group menjalankan proyeknya di Bogor. Pada era 2000-an, mereka sudah lebih dahulu membangun perumahan di Bukit Cimanggul. Dilanjutkan dengan apartemen Bhuvana pada 2012. Dan yang terbaru adalah apartemen Grand Park (2017). 

Lokasi Sangat Strategis

Tak hanya potensi yield yang menarik, Grand Park juga memiliki posisi yang begitu strategis. Dapat dikatakan, apartemen Grand Park memiliki akses paling dekat dengan tol dibanding apartemen lainnya. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk mencapai ruas tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi).

Tim Property-In pun membuktikannya sendiri. Jika keluar tol Bogor via Tanah Baru, kami hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk sampai ke lokasi (dalam kondisi tidak macet).

Karena berada di ‘muka’ Bogor, tak pelak Grand Park juga dikelilingi fasilitas penting. Grand Park begitu dekat dengan pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, Mal Botani Square. Grand Park juga dikelilingi rumah sakit mumpuni seperi PMI (Palang Merah Indonesia) dan BMC (Bogor Medical Center). Untuk institusi pendidikan, selain IPB, ada pula sekolah Regina Pacis yang sudah tersohor di kota hujan ini.

Satu yang tak kalah penting adalah akses ke Bandara. Lokasi apartemen dekat dengan pool DAMRI sehingga dengan dapat diakses hanya dengan berjalan kaki. “Untuk ke Bandara Seokarno-Hatta, orang tak perlu lagi menggunakan mobil pribadi,” tutur Bambang. 

Gain Bisa 10%

Berada di lokasi vital membuat harga dan kenaikan tanah di Grand Park cukup tinggi. Pada 2015, harga tanah di sana berkisar Rp13 jutaan per m2. Kini, selang setahun, harganya sudah mencapai Rp14 jutaan per m2. “Kenaikan gain-nya mencapai 7%,” ungkap Bambang.

Ke depan, Bambang memprediksi kenaikah harga tanah di Grand Park bakal lebih ditinggi. “Saya perkirakan kenaikan gain bisa mencapai 10% tahun depan,” ujarnya dengan mantap. □

 

Promo 36 Bulan Cicilan Tanpa Bunga

Untuk memikat pembeli, Grand Park berencana menawarkan cash bertahap, yakni cicilan 36 bulan tanpa bunga. “Sebenarnya promo kami 24 bulan cicilan tanpa bunga. Tapi agar lebih menarik, saya akan membuat promo 36 bulan cicilan tanpa bunga,” ucap Bambang ketika ditanya mengenai strategi marketing yang akan mereka pakai.

Tidak hanya promo yang menarik, pengembang rencananya juga akan memberi gimmick satu unit AC (Air Conditioner) secara gratis. “ Setiap unit akan kami beri AC gratis. Jadi, mereka tak perlu lagi repot-repot membeli AC,” pungkasnya.

About The Author

Related posts