Tamansari Urbano, Mengusung Konsep ‘TOD’

Berkat posisinya yang berdekatan dengan Stasiun Bekasi, proyek besutan Wika Gedung ini memancang konsep Transit Oriented Development guna memudahkan langkah investor dalam meraih keuntungan yang bakal tidak ada habisnya.

Property-In.co – Bekasi terus memancarkan pesonanya. Dalam lima tahun terakhir, kota ini berkembang dengan pesat di mana beberapa proyek baru bermunculan seperti apartemen, perumahan, mal dan sejumlah pembangunan infrastruktur publik.

tamansari-urbano-exterior-view-01-_-rev-01
Lokasi yang strategis hingga harga tanah yang ‘masih bersahabat’ disinyalir menjadi alasan kuat mengapa Bekasi begitu banyak diharapkan oleh developer.

Satu apartemen baru bakal berdiri di lokasi amat strategis, yakni di area hadap Stasiun Bekasi, telah dipatok oleh Wika Gedung. Merujuk pada potensi yang besar di sana, Wika membangun apartemen Tamansari Urbano di Jalan Pintu Air, Bekasi.

Kehebatan apartemen ini adalah terintegrasi dengan stasiun commuter linehanya berjarak kurang lebih 200-300 meter ke Stasiun Bekasi—serta dikelilingi oleh fasilitas kelas atas seperti Mal Summarecon Bekasi, pintu tol Bekasi Barat, dan Terminal Bekasi.

Proyek ini seperti yang disampaikan Nur Al Fata, Direktur Wika Gedung, diusung dengan konsep transit oriented development (TOD) karena terintegrasi dengan commuter line yang merupakan moda transportasi paling favorit masyarakat Jabodetabek. Artinya, dengan konsep ini, diharapkan nantinya para penghuni apartemen dapat mudah terhubung dengan kendaraan massal untuk bekerja ataupun aktivitas lainnya.

“Posisi kami yang strategis memungkinkan penghuni bisa menjangkau tujuan mereka dengan mudah dan simpel,” ujar Nur Al Fata kepada Property-In.

Tamansari Urbano bisa disebut sebagai apartemen pertama dan satu-satunya yang terkoneksi dengan commuter line di Bekasi. Lokasinya dinilai sangat menguntungkan untuk menunjang aktivitas penghuninya. Terlebih dengan konsep desainnya yang elegan berkat sentuhan konsultan arsitek internasional ADL Singapore, proyek ini memiliki fasad atraktif serta unit-unit compact yang memukau.

Sejumlah fasilitas mentereng juga disiapkan pengembang di antaranya spacious pedestrian, pool, sky garden, barbeque pit dan gym serta commercial area seperti Alfresco Dining dan retail area. Secara produk pun Tamansari Urbano juga memberikan unit yang compact dan lega dan didukung dengan area parkir luas.

“Kami memberikan unit-unit yang menarik karena sangat fungsional dan cocok untuk pasar kaum muda serta pasangan baru,” sebutnya lagi.

Favorit Baru di Bekasi

Berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektar, proyek ini disiapkan untuk segmentasi pasar kelas menengah yang sebut Nur Al Fata merupakan pasar paling besar. Dengan harga mulai dari Rp285 juta untuk tipe studio sampai Rp522 juta untuk tipe 2 bedroom, apartemen ini memberikan semua apa yang dibutuhkan oleh penghuni maupun investor.

Bagaimana tidak? Secara analisis pasar, apartemen ini berada di kawasan yang paling berkembang di timur Jakarta lantaran keberadaan ragam fasilitas infrastruktur dan transportasi seperti akses tol Cikampek dan tol Becakayu. Kemudian terdapat pasar yang seksi yakni pengguna commuter line yang mencapai 60% dari total penduduk Bekasi. Belum lagi ada sedikitnya 10 mal di Bekasi serta terminal terpadu antar kota Bus APTB yang terhubung dengan busway.

“Dengan kata lain, apartemen ini bisa menjadi pilihan paling ideal di Bekasi,” tutur Nur Al Fata.

Bagi konsumen tipe end user, Tamansari Urbano menyediakan layanan dan fasilitas yang sangat mendukung aktivitas karena tersedianya aneka kemudahan yang bisa dijangkau dalam hitungan menit. Karena selain dekat dengan pusat transportasi kereta dan commuter line, nantinya area ini juga akan dihubungkan dengan fasilitas aeromovel karya Pemerintah Kota Bekasi serta berada sangat dekat dengan aneka pusat hiburan dan perbelanjaan di kota Bekasi.

Lain lagi untuk investor. Bayangan keuntungan dari raihan yield dan capital gain sangat jelas terpancar dari apartemen yang satu ini. Akhmad Ismail, Manajer Properti Tamansari Urbano menyebutkan bahwa sejak dipasarkan pada Desember 2015 kenaikan harga sampai Agustus 2016 mencapai 12%, di mana harga awal untuk tipe studio Rp250 juta menjadi Rp280 jutaan.

“Jelas itu potensi keuntungan yang tergolong cepat dan tepat,” tuturnya.

Pada fase tersebut, belum ada pergerakan konstruksi yang dilakukan Wika Gedung selaku kontraktornya. Terlebih nanti jika sudah ada pembangunan, niscaya kenaikan yang terjadi sangat menggembirakan bagi investor. Tamansari Urbano sendiri terdiri dari tiga menara, yakni tower West tahap pertama, tower Mid dan tower East. Saat ini prioritas pembangunan di tower West yang terdiri dari 30 lantai dengan sekitar 500 unit akan diselesaikan secara tepat dua tahun mendatang.

“Makanya kami berkomitmen untuk segera membangun West tower, nanti lanjut ke Mid tower dan East. Tiga tower nempel semua,” beber Ismail lagi.

Gambaran kenaikan capital gain sampai nanti semua unit selesai dibangun tentu bisa melonjak tajam. Dekat dengan pusat transportasi, lengkap fasilitas, harga terjangkau adalah jaminan menarik bagi investor. Sampai Tower West selesai, proyeksi harga unit studio bisa Rp350 jutaan.

“Harga akan terus meningkat, maka ini pilihan tepat untuk investasi,” promo Ismail.

Sementara untuk nilai sewa, Ismail menyebut angka sekitar 10% per tahun dari harga jual. Angka seperti itu masih bisa bertambah mengingat pasar yang ada melimpah ruah. Pihak manajemen pun punya divisi khusus untuk menangani hal tersebut, yakni divisi Rental Management. Tugasnya  mengelola rangkaian kebutuhan sewa investor dengan cara menjaring pasar bagi unit-unit yang dititipkan.

Kebebasan juga diberikan bagi pemilik unit dalam mendesain dan menetapkan harga dari unitnya masing-masing. Mereka tidak perlu takut terhadap perebutan harga atau kanibalisme sesama penyewa karena pasar sewanya melimpah ruah: mulai dari pekerja harian, ekspat dan mahasiswa yang berada dekat kawasan apartemen.

Tamansari Urbano berpeluang besar menjadi properti high rise paling cocok baik bagi penghuni maupun investor di Bekasi. Lokasinya yang sangat strategis serta didukungan berbagai fasilitas membuat apartemen ini layak diburu dan dibeli. (Aziz Fahmi Gidayat)

Ahmad Rinaldi:

Kepincut Setelah Lihat Show Unit 

Keputusan membeli satu unit studio diambil Ahmad Rinaldi, seorang karyawan swasta di Jakarta, lantaran tertarik setelah melihat show unit Tamansari Urbano di Marketing Gallery. Menurutnya, tipe studio yang ditawarkan sangat menarik karena display yang dirasa pas. Dengan ukuran net 17,84 meter sampai 18,41 meter, unit ini terlihat begitu nyaman dan indah.

Selain gara-gara show unit, penggemar klub Arsenal ini juga memilih unit studio karena kemudahan skema pembayaran dan harga terjangkau. Pun dengan nama besar developer serta kontraktornya, membuat Rinaldi mantap berinvestasi di Tamansari Urbano.

“Saya juga tertarik dengan lokasinya yang strategis, pengembang terpercaya, dan harganya masuk kantong dibandingkan dengan yang dekat-dekat sini,” papar Rinaldi.

Rencananya mau ditinggali atau disewakan? Rinaldi menjawab diplomatis, “Sejauh ini saya masih menunggu kenaikan gain-nya dulu.” Kalau nanti sudah jadi dan ternyata pasar sewanya bagus, bisa jadi dia menyewakannya juga.

About The Author

Related posts