Big Data, Big Opportunity, Big Win

Property-in.co – Ragam strategi pemasaran kini semakin banyak dilakukan pengembang guna menyikapi persaingan di industri properti. Namun dalam kondisi ekonomi ‘terpuruk’ seperti saat ini, tak jarang strategi yang dilancarkan terkesan asal jadi karena hanya bertujuan mengejar keuntungan jangka pendek (sales) semata.

Padahal ada banyak cara efektif terkait strategi marketing yang baik guna mendapatkan kesetiaan pelanggan dalam jangka panjang. Salah satunya seperti yang pernah diulas berseri oleh Handi Irawan D dalam kolom “Winning Strategy” di Majalah Marketing edisi Juli-Agustus 2015, yakni dengan memanfaatkan potensi big data.

Dalam tulisan tersebut, Handi memaparkan pentingnya bagi setiap perusahaan memiliki data pelanggan yang besar agar bisa menjadi perusahaan yang unggul berkat big data.

Handi merinci tiga karakter utama dalam big data, yaitu: volume, variety dan velocity. Volume mencapai minimal 100 terabit, bahkan ada yang memberi batasan hingga 10 petabit (10 pangkat 15).

Data tersebut idealnya harus dikoleksi dalam skema online. Pasalnya, data online merupakan sumber data yang sangat cepat untuk membuat volume data mampu bertambah secara eksponensial.

Hal lain yang juga harus diperhatikan adalah variety. Bagian ini merupakan tantangan yang lebih besar karena data biasanya menjadi tidak terstruktur sehingga dibutuhkan software analitik agar data bisa diakumulasikan sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya velocity, yakni big data memiliki sifat dinamis—bukan statis seperti database pelanggan.

Lebih detail Handi memaparkan, sifat big data yang biasa disebut 3V ini (volume, variety, velocity) bakal memberi dampak besar untuk hampir semua jajaran di perusahaan. “Manajemen puncak bisa menggunakannya untuk memprediksi tren serta menciptakan inovasi bisnis atau produk,” kata Founder Marketing Group ini.

Inovasi di Properti
Metropolitan Land (Metland) belum lama ini meluncurkan terobosan baru sebagai bagian dari strategi memaksimalkan big data yang dimilikinya, dengan menghadirkan layanan Metland Card yang berbasis fasilitas e-money.

Kartu multiguna ini bertujuan mengedukasi pelanggan agar melakukan transaksi elektronik. Produk inovatif hasil kreativitas Metropolitan Land yang menggandeng Bank Mandiri ini merupakan bagian dari program customer loyalty mereka.

“Latar belakang pembuatan Metland Card adalah karena kami melihat besarnya potensi data pelanggan Metropolitan Land yang telah memiliki banyak produk properti mulai dari residensial, hotel hingga mal,” ujar Wahyu Sulistio, Vice Director Corporate Communications Metland, saat ditemui pada perayaan Hari Pelanggan Nasional di M-Gold Bekasi awal September silam. Berbekal big data itu, respons yang diterima cukup besar yakni pencapaian jaringan Metland Card sebesar 20.000 member.

Kartu tersebut menawarkan berbagai fasilitas kemudahan seperti terkoneksi dengan akses publik (transportasi) mulai dari pembayaran tol, parkir, KRL Commuter Line, dan bus Trans Jakarta.

Menariknya lagi, imbuh Wahyu, kartu ini bisa digunakan untuk semua fasilitas umum yang menggunakan e-money. Metland-Card_flyer

“Metland Card e-money berfungsi sebagai uang elektronik, layaknya uang elektronik yang beredar di masyarakat. Dengan kata lain, kami mengedepankan cashless,” papar Wahyu. Cashless merupakan program meminimalisir penggunaan uang tunai.

Secara fungsi dan kegunaan, ‘kartu sakti’ ini juga bisa berlaku di fasilitas lainnya seperti diskon dari jaringan Horison Grup, serta diskon khusus bagi para member di RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Cikarang.

“Metland Card juga terintegrasi secara online di seluruh jaringan usaha Metland yang meliputi mal, hotel dan perumahan,” jelasnya. Satu fungsi keren lainnya, kartu tersebut bisa digunakan untuk mencicil pembayaran rumah yang akan dibeli oleh konsumen—khusus untuk skema installment bertahap.

Meningkatkan Brand Awareness
Program Metland Card ini cukup berhasil menarik antusiasme konsumen Metland. Bermodalkan database pelanggan loyal mereka yang tersebar dan jumlahnya cukup besar, Metland mampu membuktikan bahwa konsep big data bisa diterapkan di industri properti.

Database yang dikelola oleh Metland dikumpulkan dari sejumlah produk unggulannya, sumbangsih terbesar datang dari mal (70%).

Dari big data yang sudah ada, Metland Card menargetkan bisa mencapai 100.000 member dalam lima tahun ke depanb. Wahyu yakin target tersebut bisa diraih dengan mudah, mengingat selalu adanya penambahan konsumen dari produk-produk Metland yang akan hadir di masa depan.

Tak heran ketika Metland mengajak Bank Mandiri—salah satu bank terbesar di Indonesia—sebagai partner, bank pelat merah tersebut langsung menerima ajakan tersebut karena melihat kesungguhan dan potensi Metland sebagai pengembang besar di Tanah Air.

Sejak dikembangkan awal tahun lalu, Metland Card juga memberikan efek positif bagi brand awareness Metland. Setidaknya hal tersebut terlihat dari penghargaan ReBi yanga diterima dari salah satu harian nasional, dalam kategori “Perusahaan Developer Pelopor Customer Loyalty Program Terintegrasi (Metland Card)”.

Berbekal big data, harapan akan meraih big opportunity dan big win dipasang tinggi-tinggi oleh Metland. Terlebih investasi yang ditanam untuk program ini lumayan besar. “Investasinya mencapai beberapa miliar. Terutama terkait tools dan SDM-nya,” kata Wahyu. – #BacaMakinKaya, Aziz Fahmi Hidayat

About The Author

Related posts