CBD Orange County Cikarang Rasa California

Property-In.co – Kebutuhan akan fasilitas berkelas kian mendesak di Koridor Timur Jakarta. Hal itulah yang membuat kawasan hunian untuk ekspatriat Jepang, Korea, dan China ini dibangun.

Bila pernah berkunjung ke Negeri Paman Sam atau minimal tahu banyak tentang wilayah di sana, nama Orange County pasti tidak begitu asing bagi Anda. Ya, Orange County adalah salah satu kawasan di California, Amerika Serikat.

Uniknya, di kawasan itu warga Amerika, Jepang, dan China dapat berbaur secara harmonis. Konsep inilah yang ingin diadopsi oleh developer Lippo Group di CBD Orange County, Cikarang.

Visi ini tentunya tak bisa lepas dari kehadiran pekerja ekspatriat yang terus meningkat di kawasan industri tersebut. “Saat ini ada sekitar 3.200 ekspatriat Jepang dan 800 ekspatriat Korea di Cikarang.

Sebagai informasi, banyak sekali perusahaan Jepang yang membangun industri di sepanjang Koridor Timur,” ucap Stanley Ang, Chief Marketing Officer Lippo Cikarang.

Melihat permintaan akan hunian dan pusat bisnis yang terus melonjak, Lippo Cikarang pun terus bertransformasi menyesuaikan keinginan pasar. Sejak 1987, mereka memang sudah membangun kerajaan properti mereka di tanah Cikarang.

Awalnya dimulai dengan indutrial park. Dalam proyek pertama ini, Lippo Cikarang berkerja sama dengan Sumitomo membangun East Jakarta Industrial Park seluas 200 hektar. Lalu mereka juga joint venture dengan Hyundai Industrial Park.

Seiring berjalannya waktu, industri multicenter yang berkontribusi ke seluruh Indonesia—seperti Honda dan Toyota—mulai bermunculan. Hal ini membuat Lippo sadar bahwa Cikarang memang membutuhkan central business district (CBD).

Lebih makro lagi, kawasan ini membutuhkan kota mandiri bukan untuk Lippo Cikarang saja, tetapi juga bagi kawasan sepanjang Koridor Timur. CBD-Orange-County,-Cikarang_middle

Mereka paham betul bahwa wilayah ini merupakan kawasan sunrise property. Letak Cikarang sangat strategis karena rencananya akan diapit dua pembangunan infrastruktur mumpuni: Karawang International Airport dan Cimalaya Deep Newport. Hal ini tak pelak membuat prospek properti di sana sangat cerah dan menjanjikan.

Karenanya, setelah sukses menggarap 80% dari 3.000 hektar miliknya, Lippo kini bergerak kembali. Mereka mulai menggempur sisa lahan seluas 322 hektar dengan kontruksi bangunan-bangunan kokoh yang nantinya menjadi kawasan terpadu bernama Orange County. Proyek yang rencananya memakan waktu 18 tahun (terhitung sejak 2014) ini akan menelan investasi sebesar Rp250 triliun.

”Harapannya, dengan adanya Orange County, orang-orang tidak perlu bolak-balik ke Jakarta. Mereka bisa rekreasi, sekolah, dan berbelanja di sini,” kata Stanley.

Saat ini sudah ada sekolah internasional dari Jepang yang mulai beroperasi guna memenuhi kebutuhan ekspatriat Jepang yang amat dominan di kawasan tersebut.

Selaras dengan nama Orange County, Stanley berharap kaum ekspatriat pun bisa berbaur secara harmonis. “Di sini, ekspatriat Jepang, Korea, dan China dapat menunjukkan budaya dan keunggulan masing-masing tanpa harus konflik seperti di Orange County California,” ujarnya.

Kendati demikian, Stanley mengaku tidak serta-merta menyamakan semua etnis dan ras. Misalnya, jika di salah satu tower apartemen memang lebih didominasi orang Jepang, maka mereka akan membuat tower dengan nuansa Jepang. “Jadi setiap tower kami usahakan memiliki nuansa yang berbeda sesuai dengan karakter penghuni,” jelasnya.

Laris Manis
Dari sisi price, harga produk yang ditawarkan cukup tinggi—mulai dari Rp500 juta. Namun, Lippo relatif mampu menjual unit-unit apartemennya dengan mudah. Mereka pun cukup cerdik karena membidik kelas middle-up yang memang sedang booming, terutama di Jakarta.

Hal ini sudah terbukti pada penjualan apartemen perdana, tower Irvine dan West Wood. Ketika diluncurkan pada November 2014, kedua tower ini langsung sold out dalam tempo satu hari. Total revenue-nya cukup fantasis, masing Rp800 miliar per tower. Maret 2015, Lippo Cikarang meluncurkan satu tower Pasadena dan habis terjual dalam sehari, bahkan dalam hitungan jam. CBD-Orange-County,-Cikarang_toll

Tidak cukup puas, developer kakap ini pun mengeluarkan tower ke-4 bernama Burbank. Hasilnya? Seluruh unit pun langsung habis terjual. Tidak tanggung-tanggung, satu tower tersebut diboyong oleh sebuah perusahaan Jepang. Nilainya cukup besar, bila dirupiahkan mencapai Rp500 miliar.

Menjelang akhir tahun nanti, Lippo Cikarang berencana kembali meluncurkan produk terbarunya. Tower ke-5 ini tentu sudah ditunggu-tunggu karena melihat rekam jejaknya, Lippo selalu sukses menjual produknya secara cepat.

Tak hanya apartemen, Orange County juga akan dilengkapi mal dan office. “Saat ini pasar untuk mal sudah ada. Jadi, kalau nanti kami launching mungkin bisa langsung terjual 75%. Saat ini sudah ada yang waiting list.

Untuk office rencananya akan kami luncurkan tahun ini atau tahun depan,” ungkap Stanley memberi bocoran. Ia menambahkan, mereka juga bakal membangun shopping street dan hotel. Rencananya, hotel bintang lima bakal dibangun di atas apartemen dan office. Tower itu nantinya akan menjadi yang tertinggi.

Gain Mencapai 40%
Bila menelisik ke belakang, tentunya investasi di Orange County ini menggiurkan. Dalam hal yield, Stanley bercerita bahwa sewa apartemen di sana sangat ciamik. ”Dalam setahun, yield apartemen dapat mencapai Rp100 juta. Jadi kalau apartemen seharga Rp500 juta, maka bisa dibilang yield-nya mencapai 25% per tahun.”

Gain-nya pun tak kalah menggoda. Menurut Stanley, rata-rata capital gain di kawasan tersebut mencapai 15-18% per tahun, namun angka ini bisa melonjak fantastis. “Dalam tiga tahun terakhir ini ada yang kenaikannya hingga 40%. Tapi kami tidak bisa mematok itu terjadi setiap tahun karena hal ini berkaitan dengan kondisi ekonomi.”

Kenaikan aset properti di Orange County memang bukan hal aneh. Terutama sejak gerbang tol Cibatu di Km 34 mulai beroperasi tahun lalu. Dengan adanya exit toll, penghuni bisa langsung sampai ke kawasan Orange County.

Bahkan, jaraknya hanya beberapa ratus meter dari gerbang tol. Jadi, tidak salah bila ‘California’ dari Cikarang ini disebut sunrise property yang menjanjikan. – Richardus Setia Gunawan

 

About The Author

Related posts