5 Strategi Smart Investor

Property-In.co – Bila Anda sudah membuat lompatan besar dari hanya pemilik rumah menjadi investor properti, ini bukan berarti kondisi keuangan Anda sudah aman.

Dengan menjadi investor properti, tidak berarti Anda otomatis bakal mendapatkan profit dalam waktu singkat atau otomatis Anda akan mempunyai portofolio investasi yang bagus. Lihat saja fakta di bawah ini:

– Sekitar 20% dari mereka yang terjun ke investasi properti menjual properti mereka dalam tahun pertama, dan menutup setengah dari investasi properti dalam jangka waktu 5 tahun.
– Dari semua investor yang bermain di sektor properti, sekitar 90% dari mereka bahkan tidak pernah membeli lebih dari dua properti.

Jadi, bagaimana caranya menghindari banyak kesalahan supaya Anda bisa terus maju dan masuk ke dalam kelompok investor sukses yang portofolionya benar-benar menciptakan kekayaan?

Memang tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan. Tetapi, jalan investasi properti pasti melalui banyak jebakan dan halangannya karena reward-nya memang sepadan. Ini semua bisa dilalui jika Anda bisa bertahan cukup lama dalam mendapatkan pengalaman-pengalaman berharga.

Anda harus menjadi seorang “smart investor”. Selain berarti cerdas atau pintar, ‘smart’ di sini adalah akronim dari:

S… think Strategically
M… Manage your risks
A… invest Against the grain
R… Review regularly and
T… work with a Team.

1. Berpikir Strategis 
“Fail to plan and you plan to fail”. Para investor properti harus benar-benar memahami hal ini. Mereka mesti tahu benar apa tujuan yang ingin diraih dan memastikan setiap keputusan investasi yang diambil mengarah ke tujuan tersebut.

Mereka tidak mudah terpengaruh emosi, bujukan, dan rayuan dari penawaran-penawaran investasi yang dianggap hot. Investor yang cerdas akan tetap fokus pada strategi yang telah terbukti bagus dalam jangka panjang.

Setiap kali ingin membeli suatu properti, para investor kawakan punya kriteria sendiri yang harus dipenuhi. Yang pasti, hal itu harus membuat mereka semakin dekat dengan tujuan akhir.

Strategi mereka dalam memilih properti, pertama tentunya mempertimbangkan unsur lokasi, tetapi hal itu harus dibarengi dengan kesabaran dan faktor timing.

Hal ini mungkin mengurangi kadar kesenangan dalam berinvestasi, tapi banyak ahli yang menyarankan agar tidak mencari kesenangan melalui investasi. Investasi itu harus sangat membosankan agar hidup Anda yang lain bisa menyenangkan.

Resiko
Resiko

2. Mengelola Risiko 
Seorang investor pintar tahu bahwa strategi keuangan yang tepat itu sama pentingnya dengan strategi mengelola properti secara tepat.

Ini termasuk memastikan supaya sumber daya yang mereka keluarkan tidak melebihi batas kemampuan kredit (keuangan) supaya mereka bisa tetap bertahan menghadapi gelombang apa pun dalam investasi properti.

Mereka sudah membangun benteng untuk melindungi diri dari biaya-biaya negatif yang mungkin timbul, atau jika siklus properti sedang memasuki masa buruk. Mereka juga memiliki exit strategy kalau investasinya ternyata tidak menghasilkan.

Investor pintar tidak hanya mengelola risiko keuangan yang muncul, tetapi juga berusaha meminimalisasi risiko yang ada. Mereka mencari nasihat bagus yang untuk memproteksi aset dan mengurangi pajak sebesar mungkin secara legal.

Mereka piawai dalam mengelola keuangan dan memahami seluk beluk perpajakan supaya investasi propertinya bisa berjalan lebih efisien.

Seorang investor cerdas paham bahwa yang penting bukan berapa banyak properti yang Anda miliki dalam portofolio—walaupun itu tentu sangat menggoda.

Sebab pada akhirnya yang penting adalah: seberapa besar fondasi aset mereka dan seberapa keras uang bekerja untuk mereka. Inilah yang terpenting dalam jangka panjang.

3. Berani Menentang Arus
Pasar properti bergerak seperti sebuah siklus, dan biasanya investor cerdas bergerak melawan siklus tersebut. Karenanya mereka tidak mengikuti arus keramaian yang ada. Mereka tidak termakan promosi bombastis yang sering memberikan janji-janji bisa kaya dalam semalam, atau bujukan membeli properti tertentu yang sedang hot— meski orang berebut membeli properti tersebut.

Investor cerdas fokus mengikuti strateginya sendiri dan tahu jika orang berkerumun menuju ke suatu tempat, maka mereka semua itu sebenarnya sudah terlambat. Dia cenderung lebih mempelajari fundamental ekonomi makro untuk memahami siklus yang ada, berusaha berada di depan, dan bersedia menunggu lama jika dibutuhkan.

Sementara kebanyakan orang mendiversifikasikan portofolio mereka (yang kebanyakan hanya memberikan hasil rata-rata), investor cerdas menyadari bahwa dia lebih baik fokus pada strateginya sendiri. Dia tahu bahwa dia takkan bisa menjadi ahli jika terus-menerus melakukan hal yang sama, tapi mengharapkan hasil berbeda.
4. Menganalisis Portofolio Secara Teratur
Investor cerdas tidak pernah mau berdiam diri. Mereka secara teratur menilai dan menganalisis performa investasi mereka. Mereka tahu bahwa masih ada investasi properti yang lebih menguntungkan ketimbang hanya membeli properti bagus lalu mempertahankannya.

Mereka melakukan analisis ulang terhadap portofolionya untuk menentukan:

• Seberapa bagus performa investasi selama bertahun-tahun dalam hal pertumbuhan modal.
• Apakah properti tersebut mampu mengungguli hasil rata-rata selama beberapa tahun ke depan?
• Apakah ada yang bisa mereka lakukan untuk mendongkrak nilai suatu properti dan mendapatkan hasil yang lebih baik dari investasi tersebut?
• Apa saja hal-hal yang sedang terjadi dalam pasar lokal properti tersebut (termasuk perubahan demografi yang terjadi di sana)?
• Apakah properti itu layak diperjuangkan, atau lebih baik dijual lalu mencari investasi lain?
Investor cerdas tidak pernah berpuas diri. Mereka terus belajar dengan membaca buku dan mengikuti seminar-seminar untuk mengasah kemampuan.

5. Membangun Tim
Investor pintar sadar bahwa hasil yang dicapai akan sebagus tim yang dia buat. Jika dia orang terpintar di dalam tim, maka biasanya itu hal yang buruk. Dia tidak punya semua jawaban atas semua masalah, maka dia perlu dikelilingi orang-orang sukses yang telah terbukti dalam investasi properti.

Alih-alih mengerjakan segala sesuatunya sendiri, dia mempekerjakan tim yang terdiri dari para profesional di bidangnya—termasuk ahli strategi properti, broker keuangan, dan akuntan. Dia juga berhati-hati dan hanya mendengarkan nasihat yang sudah di-backup dengan bukti nyata.

Investor sukses paham bahwa timnya harus berisi orang-orang independen yang memang berprofesi juga sebagai investor properti—bukan sales yang hanya mencari komisi dari penjualan, bukan pula developer yang hanya berusaha menjual properti. Artinya, dia rela membayar demi mendapatkan nasihat berharga. Dia tidak mencari nasihat murah atau gratis hanya untuk menambah komisi orang lain.

Nah, sudah siapkah Anda menjadi investor yang S.M.A.R.T  – Ivan Mulyadi, “Five things smart property investors know,” Michael Yardney, Australian Property Investor

About The Author

Related posts