Matahari Baru di Kota Hujan

Property-In.co – Kawasan ini belakangan kerap menjadi perhatian para investor. Fokus pembangunan infrastruktur dari Pemerintah Kabupaten Bogor seolah memunculkan matahari baru di sana.

Badai El Nino yang melanda dunia belakangan ini telah membawa dampak kekeringan hampir di semua negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Dahsyatnya, dampak El Nino membuat hujan seakan enggan turun di Tanah Air, termasuk di Bogor. Beberapa bulan terakhir, kota yang terkenal dengan julukan Kota Hujan itu pun hampir tak dikunjungi hujan seperti biasanya.

Untunglah keadaan ini tak sampai berpengaruh terhadap wajah investasi di kota itu. “Indonesia memang sedang kekeringan, tapi investasi di Bogor tetap basah,” ujar Abdi Siregar, Sales Manager PT Wiguna Berkat Melimpah ketika ditemui pada September silam.

Abdi bercerita tentang prospek investasi di wilayah Bogor saat ini. Banyaknya rencana pembangunan infrastruktur yang bakal dilaksanakan dalam waktu dekat membawa investasi di sana kian subur. Salah satu rencana pembangunan infrastruktur yang akan segera dibangun adalah tol inner ring road Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

Pengembangan Tol Bocimi merupakan investasi MNC Group demi menyukseskan proyek kawasan wisata besutannya di Lido, Cigombong. Tol tersebut tidak hanya memberikan keuntungan bagi MNC, melainkan juga wilayah sekitarnya. Hal itulah yang menjadi salah satu faktor kenapa ceruk investasi di Bogor kian berkilau.

Dengan alasan ini pulalah PT Wiguna Berkat Melimpah (WBM), yang bernaung dalam Sukses Karya Perdana Group, kini giat membangun proyeknya di kawasan Bogor. Salah satu proyek besutan WBM di sana adalah Bogor Green Forest.

Proyek kondotel ini membuktikan bahwa aroma investasi di wilayah Bogor memang sedang harum-harumnya. Ini terlihat dari hasil penjualan unit deluxe mereka yang ludes terjual hanya dalam tempo setahun. “Baru saja kami launching April 2014 lalu, sekarang unit deluxe¬-nya sudah habis,” kata Abdi.

Dia menambahkan, kehadiran Tol Bocimi membuat semerbak investasi di Bogor menyebar dan tercium hampir ke seluruh penjuru Nusantara, tak terkecuali Bali dan Sulawesi Utara. “Ada investor dari Bali yang membeli satu lantai di Bogor Green Forest,” ungkapnya.

Investasi Produktif Bogor-Green-Forest-leaflet
Sebagai salah satu tempat tujuan wisata bagi warga Jakarta, Bogor memang memiliki sejuta keindahan. Udara sejuk dan alam nan asri menjadi alasan mengapa orang memilihnya untuk berwisata.

Hal ini akhirnya memicu banyak pemilik modal mengucurkan dana besar untuk berinvestasi membangun obyek-obyek wisata di sana.

Kondisi ini membuat peluang investasi di kota Bogor semakin bertumbuh. “Kalau dilihat dari prospeknya, [capital] gain di kawasan Bogor bisa tumbuh 20% per tahun,” tutur Abdi.

Dia mengklaim, mereka yang sudah berinvestasi di kawasan Bogor—khususnya di Green Forest—bakal langsung mendapatkan investasi yang produktif. “Artinya investasi mereka akan dengan segera mendapatkan hasil.”

Konsep kondotel yang dibangun di Bogor Green Forest, terang Abdi, memberikan jaminan bagi para investor untuk mendapatkan revenue sharing sebanyak 30% dari total investasi yang dikucurkan untuk jangka waktu 2 tahun. Setelah itu, investor bakal mendapatkan bagian 8-10% dari total okupansi yang ada.

Menurutnya, investor tidak perlu khawatir tidak mendapatkan untung jika berinvestasi di sana. “Prospeknya sudah jelas, lokasi kami dekat dengan banyak tempat wisata,” imbuhnya.

Green Forest yang terletak di Pamoyanan, Bogor Selatan, memang tak jauh dari beberapa tempat wisata di kawasan Bogor. Salah satu yang paling hits adalah The Jungle. Selain itu, kondotel tersebut juga dekat dengan Stasiun Batu Tulis, Bogor. Jaraknya hanya sekitar 5 menit dari stasiun, dan 15 menit dari Tajur.

Pemandangan hijau nan asri yang disuguhkan pun menjadikan pesona investasi di kawasan ini kian kinclong. Kerlap-kerlip kota Bogor yang dapat disaksikan dari Green Forest di malam hari seolah menggambarkan betapa berbinarnya kilau investasi di kawasan ini.

Sejuk dan Tenang Bogor-Green-Forest_map
Lokasi Bogor Green Forest yang berada di ketinggian 600 meter di atas permukaan laut memberikan kesejukan yang didambakan oleh para pengunjung dari Jakarta.

Kepadatan lalu lintas menuju Puncak Bogor yang kerap membuat penat menjadikan kondotel ini pas untuk dijadikan salah satu alternatif tempat beristirahat.

Abdi menuturkan, Green Forest memang ingin menciptakan suasana tinggal dan beristirahat yang tenang dan sejuk. Namun, dengan modal lahan seluas 10 hektar yang dimiliki, konsep green saja tampaknya belum cukup untuk merangkul para investor.

Karena itu, mereka juga mengemas fasilitas yang memanjakan pengunjung sebagai value added. Pasalnya, investor tentu mengharapkan resort ini memperoleh okupansi tinggi supaya bisa meraup keuntungan yang tinggi pula. “Tapi jika fasilitasnya tidak bagus, bagaimana kami bisa dapat okupansi tinggi,” jelasnya.

Area yang diproyeksikan sebagai complete resort facilities ini menyajikan banyak wahana untuk memberikan quality time bagi para pengunjungnya antara lain waterpark shopping center, science center, dan animal kingdom. Ada pula fasilitas istimewa berupa bussines center dan convention hall.

Menurut Abdi, Green Forest adalah satu-satunya kondotel di kawasan Bogor Selatan yang memiliki convention hall. Proyek-proyek pembangunan obyek wisata di Bogor menjadi pangsa pasarnya. Ia berharap para karyawan dari pembangunan obyek wisata di sini bisa memanfaatkan fasilitas convention hall dan bussines center tersebut.

“Konsep complete resort facilities ini akan menjadi pemicu gain yang terus tumbuh bagi proyek ini,” ujarnya. Meski tren penjualan properti sedang menurun, kata Abdi, investasi di Bogor Green Forest tetap tumbuh subur. Dia optimistis, unit executive suite dari Bogor Green Forest yang masih tersisa sebanyak 40 unit akan habis paling lambat akhir tahun nanti. – Fajar Yusuf Rasdianto

 

About The Author

Related posts