Marimo Property Mengusung Japanese Style

Property-In.co – Berawal dari perusahaan arsitektur, Marimo Property menjelma menjadi salah satu pemain properti ternama di Jepang. Tak kurang dari 10.000 unit kondominium berhasil dikelola dengan kualitas kenyamanan terbaik ala Japanese Style.

Mungkin tak banyak yang tahu kiprah dan reputasi Marimo Property sebagai salah satu pemain andal di industri real estate. Padahal, di negeri asalnya Jepang, Marimo sudah ada sejak 1970 dan banyak menelurkan produk-produk berkualitas dengan ciri khasnya: quality, comfortable dan beauty.

Yasuhiko Kawai, President Director PT Marimo Property menyampaikan kekuatan mereka sebagai perusahaan developer kepada Property-In. “Kami memberikan comfortable residence with Japanese style,” ujar pria yang akrab disapa Kawai itu.

Senada dengan itu, Takuro Kobayashi, General Manager Business Development and Marketing Marimo, juga menyuarakan hal yang sama terkait keunggulan mereka sehingga di Jepang sendiri, Marimo berkembang pesat sampai memiliki tujuh kantor cabang yang tersebar di beberapa kota—di antaranya Tokyo, Kyusu, Nagoya dan Yokohama.

Sejarah mencatat, Marimo Property yang berdiri pada 1970 awalnya bergerak di bidang arsitektur dan konstruksi. Pada 1990, mereka mulai melirik ke bisnis developer dan menggarap sejumlah pembangunan produk-produk berkualitas—yang berangkat dari kejelian melihat peluang untuk mendesain hunian dengan kualitas serta fasilitas yang mumpuni. Dikatakan Kobayashi, Marimo secara serius terjun ke dunia pengembang karena berbekal kemampuan memadai dan telah banyak berhasil mendesain sejumlah properti kenamaan.

Salah satu produk utama hasil karya Marimo Property adalah Pole Star Condominium yang dibangun sejak awal 2000-an. Pole Star yang berarti “bintang tertinggi” merupakan salah satu hunian berkonsep kondominium mewah dan berkelas di Jepang. Marimo-Property

Proyek ini termasuk produk unggulan Marimo yang mampu menjawab tuntutan terhadap residensial berkualitas tinggi. “Pole Star adalah salah satu produk kondominium terbaik yang ada di Jepang dan menjadi kebanggaan Marimo,” tutur Kobayashi.

Ciri lain dari Marimo adalah dalam hal pemilihan target market yang berfokus pada pasar yang berada di local city. Ini terlihat dari kiprahnya yang banyak membuka cabang di beberapa kota di Jepang, yang jika diperhatikan rata-rata kota tersebut tidak termasuk kategori big city.

Meskipun begitu, catatan apik ditorehkan perusahaan yang berbasis di Hiroshima ini dengan berhasil membangun kurang lebih 300 proyek di Jepang seperti Pole Star yang fenomenal.

Melirik Indonesia
Setelah lama bermain di Jepang, Marimo mulai melakukan ekspansi bisnisnya ke sejumlah negara Asia lainnya seperti di Filipina, China dan Malaysia. Terbaru, Marimo merambah ke Indonesia. Di sini Marimo memiliki rencana dan misi ingin membangun properti berkualitas.

Keputusan melirik Indonesia sebagai kawasan pengembangan terbaru di sia tentunya tak lepas dari potensi pasarnya yang teramat besar. “Indonesia is big country with big potential and market,” ucap Kobayashi dengan aksen Jepang yang kental.

Kawai pun menambahkan bahwa sejatinya Marimo sudah lama ingin merambah Indonesia. Keinginan tersebut berangkat dari potensi Indonesia untuk dikembangkan melalui jalur properti masih sangat seksi dan menjanjikan. Terlebih mereka sudah cukup piawai dalam membesut properti berkapasitas kenyamanan tinggi.

Di mata keduanya, meskipun di Indonesia sudah banyak terdapat pengembang-pengembang besar, namun kadang kurang memperhatikan detail dalam urusan kualitas produk yang dipasarkan. Sementara Marimo menjanjikan kualitas terbaik di atas segalanya. Desain interior menarik, zero broke, material standar Jepang serta pengalaman panjang di arsitektur dan konstruksi properti membuat mereka berani berkompetisi. “Kami bersaing dengan mengusung Japanese style and passion,” timpal Kobayashi.

Marimo Property tampak sangat serius dengan rencana pengembangannya itu. Sebuah serviced apartement dibangun di Cikarang guna membuktikan komitmen pengembang yang dipercaya oleh Metland dan Mustika Land ini sebagai operator produk high rise mereka tersebut. – Aziz Fahmi Hidayat

About The Author

Related posts