Bintaro Booming Sejak Adanya Tol JORR W2

Property-In.co – Kawasan ini makin berkilau di pasar properti Jabodetabek. Selain letaknya strategis sebagai penghubung Jakarta-Tangerang, Bintaro juga ditunjang akses-akses krusial. Sejak tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2 Utara seksi-2 dibuka Juni tahun lalu, potensi properti di Bintaro kian melejit.

Meski panjang tol Ciledug-Ulujami hanya 2,14 km, tapi penambahan jalan bebas hambatan ini sangat berdampak signifikan (terutama untuk akses dari timur Jakarta ke Kebon Jeruk dan Bandara Soekarno-Hatta).

Tol ini pun menjadi pelengkap jalan lingkar luar Jakarta yang terhubung dengan beberapa ruas tol seperti Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Jagorawi, Soediyatmo serta alternatif menuju tol dalam kota.

Hal ini pun diamini oleh Ardi Liyadi, Manajer Penjualan PT Jaya Real Property Tbk, perusahaan developer yang saat ini sedang memasarkan apartemen di kawasan CBD Bintaro Emerald. “Bintaro booming sejak adanya Tol JORR W2 diresmikan. Hal ini membuat Bintaro mudah diakses baik dari Jakarta Selatan maupun Jakarta Barat,” katanya kepada Property-In.

Ardi menambahkan, bukan hanya Tol JORR 1, nantinya Bintaro juga bakal disokong Tol JORR 2 yang menghubungkan kawasan Depok, Serpong, dan Bandara Soekarno-Hatta. “Banyak orang yang memprediksi bahwa Bintaro akan diapit oleh dua tol ini sehingga mereka berani berspekulasi,” tandasnya.

Tidak hanya tol, keberuntungan akses memang sudah dimiliki kawasan Tangerang Selatan ini sejak lama. Kalau kita tengok, saat ini Bintaro juga memiliki akses krusial selain tol. Ada tiga stasiun kereta api yang saat ini bercokol di Bintaro, yakni Sudimara, Jurangmangu, dan Pondok Ranji.

“Yang paling dekat dengan Emerald Bintaro adalah Stasiun Sudimara yang berjarak sekitar 3 kilometer,“ papar Ardi di kantornya di Bintaro, Tangerang. “Untuk menuju pusat Jakarta, penghuni juga dapat menggunakan bus Trans Bintaro yang langsung menuju Sudirman, imbuhnya.

Kemudahan akses inilah yang membuat Jaya Real Property semakin giat menggarap lahan miliknya. Sebelumnya, pengembang yang mulai berkiprah sejak 1979 ini memang sudah menghidupkan kawasan Bintaro dan Serpong dengan banyak klaster.

Mereka juga sukses menelurkan beberapa apartemen seperti Plaza Bintaro Residence, The Accent, dan Altiz Tower yang baru saja diserahterimakan bulan lalu. Wajar bila pada akhir 2014 mereka berhasilkan mengukuhkan laba bersih sebesar Rp528,94 miliar atau naik 44,74% dari periode sebelumnya.

Melihat peluang yang ada, developer kembali membangun high rise building bernama Apartemen Emerald Bintaro di kawasan CBD Emerald Bintaro. “Karena keterbatasan tempat dan harga yang semakin mahal, konsumen kelas menengah akan lebih memilih highrise building untuk tempat tinggal mereka dengan pertimbangan dekat dari tempat kerja,” ujar pria berkacamata ini. “Meski demikian, mereka akan tetap memikirkan untuk membeli landed house nantinya.”

Jaya Real Property pun sengaja membidik kelas middle-low guna menyerap pasar. Menurut Ardi, saat ini segmen pasar bisa dibilang seperti piramida terbalik: orang yang memiliki banyak uang sangat sedikit, sedangkan semakin ke bawah pangsa pasarnya semakin luas. “Jadi sangat susah saat ini untuk menjual ke segmen atas. Kami sengaja membidik segmen menengah-bawah agar banyak konsumen yang terserap dan roda perekonomian terus berjalan.”

Fasilitas Komplet
Daya tarik proyek ini semakin bertambah karena area CBD Emerald Bintaro memang telah memiliki fasilitas yang komplet. Di sana sudah tersedia pusat perbelanjaan Giant dan Hypermart. Untuk rekreasi, ada Bintaro Xchange Mall yang hanya berjarak beberapa ratus meter.

Selain itu, tersedia pula sekolah internasional dan rumah sakit berkelas. “Juga banyak sekolah bertaraf internasional seperti British Internasional School, Jakarta Japaness Scchool, dan Global Jaya School. Untuk rumah sakit ada Premiere Bintaro dan nantinya Rumah Sakit Pondok Indah akan buka cabang di sini,” tambah Ardi.

Melihat lengkapnya fasilitas yang ada, tidak berlebihan jika investasi di kawasan Emerald Bintaro diklaim sangat menjanjikan. Ardi membeberkan bahwa kenaikan gain di kawasan ini bisa mencapai 30% per tahun. Ardi juga memberi bocoran bahwa harga di sana cukup tinggi. “Saat ini harga tanah untuk apartemen kami jual mulai dari harga Rp11 juta per meter persegi.” Emerald-Bintaro+bilboard-mocup

Rencananya, apartemen yang launching pada 22 Agustus ini bakal dibangun di atas lahan seluas 2,9 hektar. Developer akan memulai ground breaking tahun depan dan rencananya selesai dalam 3 tahun. Ada tiga tipe unit yang ditawarkan: Studio, 2 Bedroom, 2 Bedroom Corner. Harganya dibanderol mulai dari Rp270 juta hingga Rp400 jutaan.

Menurut Ardi, animo masyarakat sangat baik dalam menyambut peluncuran Apartemen Emerlad Bintaro. Seminggu sebelum lauching saja, kata Ardi, nomor urut pembelian (NUP) sudah mencapai 400. Boleh dibilang angka penjualan sudah mencapai 100% karena mereka baru menawarkan apartemen sebanyak 300 unit.

Ia pun tak menampik kalau peluncuran Apartemen Emerald Bintaro menjadi batu loncatan untuk proyek mereka berikutnya. “Pastinya kami akan melihat dulu bagaimana ketertarikan konsumen. Kalau bagus, tentunya nanti kami akan terus merambah pasar yang lebih luas. Untuk apartemen ini kami hanya mengambil keuntungan sedikit,” ujar Ardi tanpa mau menyebut total revenue yang akan mereka capai.

Yang jelas, antusiasme konsumen terhadap properti di Bintaro tampaknya tak pernah redup. Apalagi kalau nanti Tol JORR 2 sudah rampung beberapa tahun mendatang. Akses krusial yang dimiliki Bintaro memang membuat investasi di wilayah ini semakin bersinar. – Richardus Setia Gunawan

About The Author

Related posts