Metland Cyber Fokus Pada Kawasan Lingkungan

Cipondoh kini menjadi magnet baru di wilayah Tangerang. Hadirnya kawasan-kawasan mixed-use akan membuat wilayah ini tambah semarak.

Property-In.co – Kawasan Cipondoh—wilayah Tangerang yang paling dekat dengan Jakarta Barat—sebelumnya hanya terkenal dengan area wisata Situ Cipondoh. Namun, kini ceritanya berbeda. Beberapa developer besar tengah getol membangun proyeknya di sana.

Demi membuat kawasan ini hidup, Pemda Tangerang pun menggandeng PT Metropolitan Land (Metland) dan dua developer besar lain untuk membangun pintu tol baru di Km 11 yang akan menghubungkan kawasan Cipondoh dengan tol Jakarta-Tangerang.

Metland juga tidak sendirian dalam menggarap lahan miliknya. Bersama Karyadeka Group, mereka berjuang bersama meramaikan kawasan ini. Metland, melalui PT Metropolitan Karyadeka Development, tampak sangat serius menggarap proyek prestisius bernama Metland Cyber City. Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan menggamit investor luar, yakni Ascendas. Proyek garapan yang akan dibangun di area seluas 60 hektar ini rencananya bakal dijadikan salah satu kawasan mixed-use terbaru di wilayah Tangerang.

“Kami akan jadikan ini wilayah mixed-use. Karena itu kami menggandeng Ascendas untuk membuat konsep kami jadi lebih sempurna,” ujar Rachmat Iskandar, General Manager PT Metropolitan Karyadeka Development kepada Property-In ketika ditemui di kantornya di kawasan Cipondoh, Tangerang.

Kolaborasi Metland—yang berpengalaman di proyek-proyek residential—dengan Karyadika Grup—yang piawai di proyek high rise—membuat proyek ini menjadi zona investasi yang sangat menarik. Portofolio Karyadika Grup di Jakarta seperti Menara Cyber 1, Menara Cyber 2, dan Menara Kadin pun membuat proyek ini layak disebut sebagai proyek superior.

Dipegang oleh tangan-tangan berpengalaman dalam bidangnya, proyek ini juga merupakan ‘robot penarik’ investasi. Apalagi ditambah dengan bergabungnya investor asal Singapura, Ascendas, yang akan bahu-membahu membangun kawasan terpadu di area tersebut.

Smart Home & Connecting Life
Kemudahan akses Jakarta-Tangerang setelah hadirnya tol baru di wilayah Cipondoh memang merupakan pesona tersendiri bagi investasi di kawasan ini. Namun kemudahan akses bukanlah satu-satunya pesonanya. Dengan racikan koki-koki berpengalaman di bidang properti, Metland Cyber City nanti bakal dikembangkan dengan konsep smart home.

Nantinya, penghuni bakal dimanjakan dengan wifi gratis yang akan disiapkan di sana. “Kawasan ini akan kami lengkapi hotspot sehingga penghuni dapat mengakses internet secara gratis,” tutur Rachmat.

“Kawasan ini akan menjadi kawasan yang smart,” tambah Tono Supartono, salah satu perwakilan dari Metropolitan Karyadeka yang ada hadir bersama Rachmat saat wawancara.

Hal ini sesuai dengan tagline yang diusung oleh Metland Cyber, yakni connecting life. Dengan adanya akses internet gratis, tentunya para penghuni akan lebih mudah mengakses dunia luar. Bukan hanya itu. Demi keamanan, setiap penghuni nantinya bakal diberikan satu kartu khusus untuk membuka gerbang masuk dan pintu rumah. Metland-Cyber-City_Masterplan

Cita-cita Pemda Tangerang yang menginginkan wilayah Cipondoh menjadi shopping street seperti di Singapura pun akan diwujudkan di sini. Kawasan mixed-use ini dirancang menjadi kawasan yang ramai dikunjungi kaum shopaholic. Jika ini terwujud, tentunya magnet investasi di daerah Barat Jakarta ini akan semakin kuat.

Rachmat mengungkapkan, Metland Cyber juga memperhatikan faktor lingkungan. Tak kurang dari 5 hektar lahan di wilayah ini disediakan untuk menjadi area terbuka hijau. Selain itu, ada pula danau yang membuatnya tampak sejuk. “Danau ini nanti akan menjadi tempat penampungan air hujan,” ujar Rachmat. “Harapannya, kawasan ini dan daerah sekitar akan terhindar dari banjir.”

Selanjutnya, tiap klaster perumahan di wilayah ini pun akan didukung oleh security system dengan proteksi berganda. Security system di setiap rumah dihubungkan dengan pos jaga di setiap klaster dan kantor pusat keamanan Metland Cyber. Kenyamanan dan keamanan inilah yang memberikan nilai lebih bagi end user dan investor yang menanamkan investasinya di sana.

Klaster Pertama & Gain
Lahan seluas 60 hektar itu memang sudah dikantongi Metland sejak 1994. Namun perkembangan properti yang lambat di wilayah Tangerang saat itu membuat Metland urung mengembangkan proyeknya di Cipondoh. Baru pada 2008, setelah ada wacana pembukaan jalan tol untuk wilayah tersebut, Metland akhirnya berubah pikiran.

Dengan adanya akses tol baru, otomatis harga tanah di kawasan tersebut meningkat tajam. Tono mengungkapkan, pada 1994 harga tanah di sana masih ratusan ribu per meter persegi (m2). Namun kini harganya melonjak hingga sekitar Rp18 juta per m2. “Jika dilihat dari peningkatan harga tanah di kawasan ini pada tahun-tahun sebelumnya, prediksi capital gain yang diperoleh bisa di atas 20%,” tuturnya.

Metland Cyber City yang baru hendak me-launching klaster pertamanya pada September ini memang sudah digadang-gadang menjadi lahan investasi yang menjanjikan. Satu klaster pertama yang bakal diluncurkan adalah East Terrace. Klaster ini memiliki 67 unit rumah dari 226 unit yang sudah direncanakan Metland Cyber dalam masterplan-nya.

Rachmat menjelaskan ada dua tipe rumah yang akan dibangun, yakni Madison dan Monaco. Tipe Madison memiliki dua ukuran yang berbeda, yakni 150 m² dan 180 m². Sedang untuk Monaco berukuran lebih besar (216 m²). Rachmat belum bisa memastikan harga rumah-rumah tersebut. “Mungkin di kisaran Rp4 miliar,” tuturnya.

Seperti yang diungkapkan sebelumnya, harga tanah di kawasan ini memang sudah cukup tinggi. Lokasinya yang berada di antara kawasan Puri Indah dan Serpong juga ikut berpengaruh. Harga tanah di Puri Indah yang dalam kisaran Rp30 juta dan Serpong Rp12 juta menjadi patokan untuk harga tanah di sana. Ke depannya harga tanah di kawasan ini mungkin bisa lebih tinggi dari Puri Indah. Konsep mixed-use yang dibangun oleh Metland merupakan salah satu pertimbangannya.

Dengan rencana pembangunan hingga 10 tahun, Metland Cyber City nantinya akan memiliki 4 zona yang akan dibangun secara bertahap. Setiap zona akan terdiri dari kawasan mixed-use yang terhubung sehingga penghuni dapat berjalan kaki dari satu zona ke zona lainnya. Selain itu, ada pula mal, apartemen, dan office yang akan menambah ingar-bingar di ‘kawasan pintar’ tersebut. – Fajar Yusuf Rasdianto & Richardus Setia Gunawan

About The Author

Related posts