Siap Menyambut Pasar Global

Property-In.co – Palembang semakin berkembang. Peluang ini segera digarap oleh developer lokal dengan membangun superblok Palembang City Center. Seperti apa kisahnya?

Satu dekade terakhir, Palembang bagaikan ‘ibukota kedua’ Indonesia setelah Jakarta. Sejumlah event penting bertaraf nasional maupun internasional sukses dihelat di sana. Pada 2014, Kota Pempek ini dipercaya sebagai penyelenggara PON ke-16. Kemudian ditunjuk menjadi tuan rumah Sea Games ke-26 bersama Jakarta (2011), Islamic Solidarity Games (2014), dan host city untuk Asian Games 2018.

Masih banyak lagi event berkelas lainnya yang berlangsung di kota berpenduduk 1,7 juta jiwa itu. Pertanyaannya: kenapa Palembang? Bukan Surabaya, Medan atau Bandung yang secara peringkatnya lebih tinggi?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak pertumbuhan ekonomi kota yang dijuluki ‘Venesia dari Timur’ ini. Pada 2010, kunjungan turis di sana hanya 2.393 orang; selang empat tahun naik menjadi 11.044 wisatawan. Imbasnya, okupansinya pun terdongkrak dari rata-rata 40% menjadi 70% pada 2014.

Hal lain yang patut diperhitungkan adalah jumlah hotel melonjak drastis di kuartal pertama 2015 menjadi 139 hotel dengan total 8.000 kamar. Meski begitu, kebutuhan pasarnya diestimasi menjadi 10.000 kamar saat Asian Games 2018, pesta olahraga terbesar di Asia.

Palembang kini tengah berbenah dari kota berkembang menjadi kota maju di Indonesia. Keseriusan mereka terlihat jelas dari sejumlah pengembangan infrastruktur berupa properti-properti terbaru yang mengusung konsep modern bernuansa kosmopolitan. Ditambah lagi, kesempatan investasi terbuka lebar karena peningkatan pertumbuhan ekonomi serta pasarnya sedang bersiap menyambut peluang manis datang.

Ketiga faktor utama inilah yang membuat Palembang bertransformasi menjadi kawasan potensial terbaru untuk dikembangkan sebagai area pertumbuhan ekonomi berbasis industri properti. “Saat ini market sangat besar,” ujar Kezia Pariury, Chief Operating Officer PT Permata Citra Cemerlang, developer superblok Palembang City Center. Menurutnya, sudah waktunya bagi mereka untuk memiliki kawasan properti terintegrasi dalam satu cakupan wilayah.

Keinginan membangun Palembang menjadi kawasan modern dan berwawasan internasional pada prinsipnya didasari oleh seringnya kota terbesar kedua di Sumatera ini menjadi penyelenggara event tingkat global. Itu pula yang disampaikan Kezia kepada Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. “Pak, Palembang mau dinaikkan menjadi kota internasional. But you don’t have anything that offers international, misalnya mal dan hotel,” tutur Kezia kala itu.

Dari situlah, Alex Noerdin yang kerap menghelat event internasional, mendukung rencana pembangunan Palembang lewat jalur properti yang diharapkan mampu membuat kota tersebut bersaing di pasar global.

Berawal dari Atas Gedung Palembang-City-Center
Palembang City Center (PCC) merupakan superblok pertama yang dibangun di tanah Palembang. Mega proyek yang mengusung konsep ‘5 in 1 superblock’ ini bakal terdiri dari mal, ruko, smart office, hotel bintang 5 dan apartemen yang berdiri di atas lahan seluas 2,3 hektar di pusat kota.

Uniknya, tutur Kezia, ide awal pembangunan PCC muncul secara tidak sengaja. Pada Agustus 2014, wanita cantik ini berdiri di lantai enam Palembang Icon—mal yang ia bangun sebelum pindah ke PCC. Saat itu, dari ketinggian 30 meter ia terpana melihat lahan luas yang menyimpan potensi besar jika dikemas dengan baik.

“Setelah menyelesaikan pembangunan Palembang Icon, saya lihat dari atapnya ada lahan nganggur,” ujarnya. “Lantas, saya cari tahu siapa pemiliknya. Kebetulan dia juga mencari saya, yang mendesain Palembang Icon. Jadi klop sebenarnya.”

Usai berdiskusi dengan sang pemilik lahan, Nicodemus Kasan Kurniawan, akhirnya Kezia memutuskan ikut bergabung dalam pengembangan PCC—meski ia harus meninggalkan tawaran berkarier di satu perusahaan properti besar Indonesia. “Saya lebih memilih jadi ikan besar di perusahaan ini daripada jadi ikan kecil di perusahaan yang sudah besar,” katanya berfilosofi.

Bersama sang pemilik, Kezia menerapkan konsep lifestyle standar terbaik di PCC dengan menyajikan apartemen 30 lantai—diklaim sebagai gedung tertinggi di Sumatera Selatan (125 meter). Hebatnya lagi, harga perdana apartemen itu dipatok Rp30 juta/m2. Tipe terkecil dijual Rp1,4 miliar, yang termahal Rp7 miliar.

“Kami dianggap gila karena melawan arus dengan memberikan harga seperti itu di daerah,” imbuhnya. Tapi, toh dalam empat bulan mereka mampu menjual sebanyak 38 unit apartemen. Untuk investasi, Kezia yakin harganya bakal naik 8-10% per tahun.

Pengembangan PCC secara menyeluruh akan meliputi: 170 unit apartemen; 42 unit ruko; 10 office space berlantai 3; 214 kamar hotel bintang lima dan lifestyle mall seluas 25.000 m2.

Mengedepankan kualitas terbaik di atas segalanya, mereka akan membidik pasar kelas menengah-atas. Itu dibuktikan dengan menghadirkan sejumlah brand ternama untuk mengisi space di mal sehingga tenant lebih banyak, beragam, dan mencakup segala kebutuhan konsumen.

“Kemudian akan berdiri hotel bintang lima dengan pelayanan premium yang menjanjikan pengalaman hidup tak terlupakan,“ lanjut Kezia. Sebagai bagian dari pengalaman tersebut disiapkan grand ballroom, 10 meeting room, dan lagoon swimming pool yang terintegrasi dengan mal.

Sementara ruang perkantoran bakal diisi pula dengan perusahaan-perusahaan besar seperti Pertamina dan Mitra Ogan dan beberapa perusahaan yang membutuhkan representative office yang dekat dengan pelabuhan Tanjung Api-Api macam Bogasari dan Aqua demi memudahkan pengendalian dan pengawasan.

Di bagian ruko malah akan didesain lebih tertata lagi karena difokuskan per industri di masing-masing blok. “Rukonya kami atur agar bank dan asuransi satu blok. Ruko lainnya 10 hanya berisi culinary and specialties, 5 ruko untuk karaoke, selanjutnya untuk kafe. Total 42 unit yang tersedia,” jelasnya.

Palembang City Center termasuk salah satu proyek properti terbesar di Palembang yang dibalut eksklusivitas dan fasilitas mewah. Kekuatan utamanya terlihat dari beberapa poin yang dijamin oleh pengembang seperti kenyamanan private living, lokasi premium, dan prestigious lifestyle.

Tampaknya mega proyek ini bakal memicu animo masyarakat di sana untuk berinvestasi. Palembang City Center juga diyakini mampu mendongkrak nilai pasar properti premium di sana sehingga siap bersaing menyambut pasar global.

Diawali dengan pembukaan mal pada Desember 2017, proyek yang akan menggelar grand opening pada Agustus 2018 ini diprediksi akan menjadi pilihan hunian bagi peserta Asian Games mendatang. Bahkan, hotel bintang lima yang dibangun PCC sudah mendapatkan kepercayaan dari panitia penyelenggara untuk dijadikan akomodasi penginapan para atlet peserta ajang olahraga tersebut.

Investasi di PCC juga memikat karena developer memberikan kenyamanan, produk eksklusif serta fasilitas terbaik yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan potensi pasar besar yang secara bergelombang akan memenuhi unit-unit di sana, raihan capital gain-nya bisa maksimal karena permintaan sewanya bakal tinggi.

“Saat ini sudah banyak orang kaya di Palembang, namun mereka belum terfasilitasi dengan properti mewah,” kata Kezia. “Maka, tepat jika kami membangun Palembang City Center sebagai pilihan ideal.” – Aziz Fahmi Hidayat dan David S. Simatupang

About The Author

Related posts