Atap Cantik Tahan Gempa

Property-In.co – Onduline menawarkan atap ringan khusus tahan gempa. Bahan dasarnya yang kuat serta ramah lingkungan sangat cocok diaplikasikan di daerah tropis seperti Indonesia.

Seperti kita ketahui, atap merupakan bagian penting dari struktur bangunan. Letaknya yang berada di pucuk memiliki peran vital untuk menjaga rumah dari risiko kelapukan. Salah memilih atap bisa merusak konstruksi bangunan secara keseleruhan. Karena itu, memilih atap yang baik dan berkualitas sejak awal sangatlah penting dilakukan.

Tatok Prijobodo, Country Director PT Onduline Indonesia (OI), menyarankan agar konsumen lebih cermat dalam memilih atap. Untuk daerah tropis dan rawan gempa seperti Indonesia, genteng ringan dari bahan bitumen (aspal)-lah yang paling tepat. Pasalnya, selain kuat dan cantik, atap berbahan bitumen dapat mengurangi risiko kerugian akibat gempa. Onduline-Coroline

“Atap bitumen sangat ringan sehingga risiko runtuh pada bangunan jadi sangat kecil ,” ujarnya kepada Property-In di bilangan Jakarta Pusat, Desember lalu.

Sebagai satu-satunya produsen atap bitumen bergelombang di Indonesia, OI menawarkan solusi tepat untuk mengurangi risiko itu. Melalui dua produknya yang bermerek Onduline (genteng bitumen bentuk gelombang) dan Onduvilla (genteng bitumen bentuk genteng keramik), mereka berhasil membawa warna baru bagi industri atap di Tanah Air. Karena, selain ringan dan kuat, produk genteng ini juga memiliki nilai estetika tinggi.

Onduline dan Onduvilla memiliki warna-warni artistik nan elegan yang didesain khusus dari Italia. Warna natural khasnya tampak begitu cantik diaplikasikan di bangunan-bangunan bergaya klasik.

Bahannya yang terdiri dari 50% recycle content selulosa dan 50% bitumen, membuatnya sangat cocok diaplikasikan di iklim tropis seperti Indonesia.

Dibanding genteng ringan berbahan metal, genteng bitumen memiliki kemampuan meredam suara jauh lebih baik. “Dengan bahan selulosa, genteng ini dapat meredam suara jadi lebih soft,” kata Tatok.

Selain itu, bahannya juga tahan karat. Lagipula, jika dibandingkan dengan genteng ringan berbahan metal, genteng ini tentu lebih kuat dan tahan lama.

“Salah satu villa di Balikpapan yang memakai Onduline hingga sekarang belum ganti genteng. Sudah lebih dari 20 tahun mereka gunakan produk kami,” imbuhnya.

Bersertifikat Internasional Onduline-atap-full
Kualitas dari genteng bitumen Onduline sudah tidak perlu diragukan lagi. Villa Annie di Balikpapan menjadi bukti sahih kemapanannya di Tanah Air.

Sertifikat resmi Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Badan Standarisasi Nasional (BSN) pun kini sudah dikantongi olehnya.

Tidak hanya itu, produk Onduline yang tersebar di lebih dari 100 negara juga memiliki label ramah lingkungan dari lembaga sertifkasi dunia.

Sertifikat internasional ISO 14021 dan Var 1016 untuk teknologi daur ulang high-impact, serta LEED Gold untuk operasional gedung ramah lingkungan berkelanjutan juga sudah dimilikinya.

“Konsumsi energi dan emisi karbon yang keluar dengan menggunakan genteng ini sangat rendah, hanya 4kwh per m2,” ujar Tatok. “Hal itu karena kami adalah satu-satunya perusahaan roofing di Indonesia yang terus bergerak ke arah green product,” klaimnya.

Bila dibandingkan dengan genteng keramik, penggunaan genteng bitumen memiliki efesiensi lebih baik. Bobotnya yang hanya 3-4 kg/m2 membuatnya tidak membutuhkan beton berat sebagai penopang.

Semnetara itu genteng keramik rata-rata bobotnya mencapai 40 kg/m2. Beban seberat itu tentu membutuhkan penopang yang lebih kuat dan pasti harganya lebih mahal.

Karena itu, biaya yang dibutuhkan untuk pemasangan genteng bitumen jadi jauh lebih efisien ketimbang genteng berbahan keramik. Harganya yang hanya di kisaran Rp100.000-150.000 per m2 pun membuat genteng ini lebih terjangkau ketimbang genteng berbahasan dasar beton ataupun keramik.

Kendati harganya cukup terjangkau, namun kualitas genteng Onduline dan Onduvilla ternyata tidak kalah dengan genteng keramik ataupun beton. Teknik pemasangan yang benar dan pas akan membuat genteng ini diklaim jauh lebih tahan lama ketimbang genteng mana pun di dunia.

About The Author

Related posts