Kawasan Industri Pertama di Indonesia

Property-In.co – Jakarta sebagai pusat ekonomi dan industri harus memiliki kesiapan infrastruktur memadai. Karena itu, lahan seluas 500 hektar pun disiapkan dengan fasilitas sangat lengkap. Dikembangkan sejak 1969 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No Ib.3/2/35/1969, Kawasan Industri Pulogadung merupakan yang pertama di Jakarta—bahkan Indonesia.

Berangkat dari gesitnya pertumbuhan industri, khususnya manufaktur, dan semakin ramainya kehadiran zona-zona industri di berbagai wilayah kota Jakarta, akhirnya pemerintah daerah saat itu terdorong untuk menata aktivitas-aktivitas tersebut dengan menyatukannya di suatu kawasan khusus.

Tujuannya, seperti yang dikutip dari laman www.jiep.co.id, agar dapat dibinakembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Kawasan Pulogadung merupakan pilihan utama karena lokasinya strategis serta mempunyai akses memadai bagi transportasi dan distribusi ke seluruh wilayah Jakarta.

Saat itu lahannya masih berupa tanah yang tidak produktif, sebagian besar terdiri dari rawa-rawa. Melalui SK Gubernur DKI tadi ditetapkanlah lahan seluas 500 hektar sebagai lokasi kawasan industri dengan nama Kawasan Industri Pulogadung.

Sebagai yang pertama, kawasan industri ini awalnya dikelola melalui wadah proyek bernama Proyek Industrial Estate Pulogadung milik Pemprov DKI. Sejalan dengan meningkatnya arus penanaman modal di Indonesia, lingkup kerja Proyek Industrial Estate Pulogadung pun semakin kompleks.

Karena itu, demi menunjang perkembangan kebutuhan masyarakat industri, pemerintah lalu melakukan penyesuaian baik dari segi kelembagaan maupun permodalannya.

Prasarana Memadai JIEP
Persiapan secara maksimal dilakukan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) Persero, selaku pengelola, guna memberikan area industri yang mapan dan mendukung kegiatan bisnis para tenant. Yang menjadi prioritas adalah keberadaan fasilitas jalan raya di Bulevar kawasan dengan lebar 12-30 meter berbahan hotmix.

Hal penting lainnya suplai listrik mencapai 136.114,60 kVA, sambungan telepon 6.000 lines, suplai air bersih PAM 40.000 m3, sumur artesis 14 points, suplai gas 25.000 m3 dan sumur resapan sebanyak 1.800 points.

Fasilitas istimewa lain yang diberikan berupa akomodasi kebutuhan internet melalui penyediaan jaringan fiber optik di wilayah kawasan tersebut. Bekerja sama dengan Telkom, JIEP yakin investor dan tenant akan terbantu secara maksimal meningkatkan produktivitas kerja.

Sejauh ini kiprah Kawasan Industri Pulogadung cukup baik dengan target pemasaran produk ekspor 30% dan domestik 70%; serta keberadaan tipe investasi yang beragam seperti PMA 30%, PMDN 50% serta Non-Fasilitas 20%.

Kawasan industri ini memang ideal menjadi pusat area kegiatan bisnis perusahaan karena terhubung dengan beragam transportasi publik. Sebut saja Bandara Soekarno-Hatta yang hanya berjarak 35 km, Pelabuhan Tanjung Priok (16 km), Stasiun Besar Gambir (7 km), Terminal Bis Pulogadung (1 km), dan akses pintu Tol Rawamangun (4 km).

Fasilitas istimewa lainnya juga dihadirkan untuk kebutuhan perbankan, yakni beberapa bank nasional dengan jaringan internasional, agar transaksi perusahaan bisa berjalan lancar. – toppropertyaward.com

About The Author

Related posts