10.000 kamar 70 resto Abraj Kudai

Property-In.co – Mekkah dikenal sebagai destinasi umat Islam menunaikan ibadah haji. Kunjungan yang tinggi, membuat pemerintah Arab Saudi berencana membangun hotel yang diklaim terluas di dunia.

Di era modern ini, populasi hotel memang sudah banyak sekali. Setiap negara pasti memiliki beragam hotel tempat menginap bagi wisatawan yang berkunjung—mulai dari yang tarifnya murah, menengah hingga yang berkelas dan mahal.

Tak pelak, hotel mempunyai peran penting dalam membantu perekonomian suatu negara. Bagi masyarakat, hotel merupakan rumah pengganti sehingga sangat membantu ketika mereka bepergian ke suatu tempat. Itulah mengapa banyak yang membangun hotel  dengan ragam konsep megah, besar dan mewah di dunia serta dilengkapi fasilitas dan layanan kamar yang luar biasa.

Belum lama ini, melalui otoritas negara yang berwenang, Mekkah  mengumumkan rencananya untuk membangun hotel terbesar di dunia pada 2017 mendatang. Hotel yang diberi nama Abraj Kudai tersebut bakal dibangun di distrik Manafia, tepat di sebelah selatan Masjidil Haram yang terkenal.

Keistimewaan hotel ini antara lain akan berdiri di atas lahan seluas 60 hektar. Dengan luas lahan yang fantastis tersebut, rencananya akan tersedia 10.000 kamar dan didukung oleh 70 restoran, serta keberadaan pusat-pusat perbelanjaan terkenal.

Selain itu, terdapat pula 5 “lantai royal” yang khusus dibangun dan digunakan khusus oleh keluarga kerajaan Saudi dan terlarang untuk masyarakat umum. Kemewahan Abraj Kudai juga semakin terasa dengan adanya pusat konferensi. Yang lebih istimewanya lagi, semua fasilitas tersebut akan diatur dalam klaster-klaster dengan total 12 menara—yang memiliki helipad di atas atapnya.

Abraj-Kudai_from-topDesain yang mewah serta detail yang dibutuhkan dalam pembangunan Abraj Kudai ini melibatkan Areen Hospitality, perusahaan desain yang berbasis di London.

Areen Hospitality dituntut membuat desain terbaik dari yang pernah ditangani sebelumnya. Dalam rencana pengembangannya, nantinya interior Abraj Kudai—seperti yang dikutip dari urbandeveloper.com—bakal benar-benar menampilkan  kemewahan istana khas daerah.

Dalam laman itu disebutkan, dari 12 menara yang akan dibangun, 10 di antaranya menyediakan akomodasi bintang empat. Sementara sisanya sisanya disisipi dengan penawaran fasilitas bintang lima yang mewah.

Dengan lahan yang terbilang luas serta fasilitas supermewah, biaya yang digelontorkan untuk membangun hotel ini sekitar US$3,5 juta. Sebuah nilai yang pantas untuk membangun mega proyek tersebut.

Letak hotel juga sangat dekat dengan Masjid al-Haram, masjid terbesar di dunia. Jarak tempuhnya hanya sekitar 1,5 kilometer. Sudah tentu kedekatan jarak ini akan sangat berpengaruh terhadap tingkat okupansi hotel.

Hal itu diamini oleh pengelola Abraj Kudai yang memprediksi hotel ini akan memperoleh keuntungan langsung dari jutaan orang yang mengunjungi Mekkah untuk menunaikan haji serta lebih dari 20 juta wisatawan yang mengunjungi kota setiap tahunnya.

Masjid al-Haram sendiri juga mengalami perluasan ruang yang signifikan. Renovasi tersebut bisa menambah volume kapasitas jamaah, dari sebelumnya 3 juta menjadi hampir 7 juta jamaah ketika penyelesaiannya rampung pada 2040. Renovasi besar-besaran Masjid al-Haram ini menelan biaya mencapai US$40 juta dan dihabiskan untuk menggandakan kapasitas ruangan doa dan area-area penting lainnya di komplek masjid.

Seluruh pembiayaan hotel ini didanai oleh Departemen Keuangan Arab Saudi dan dirancang konstruksinya oleh Daar el-Handasah Group, firma konstruksi global yang mendesain apa pun dari seluruh kota ke bandara di Dubai. Aziz Fahmi Hidayat

About The Author

Related posts