Prestasi Menentukan Posisi

Property-In.co – Istilah “posisi menentukan prestasi” biasa dibicarakan di kalangan mahasiswa pada saat ujian. Menurut mereka, posisi yang mereka pilih dapat mempengaruhi prestasi.

Namun, hal ini agaknya tidak berlaku bagi perusahaan-perusahaan bonafid. Mereka harus mencapai prestasi terlebih dulu, baru kemudian bisa memilih posisi yang diharapkan. Posisi tersebut dapat berupa lokasi perkantoran yang strategis dan berbiaya sewa mahal.

Biaya sewa memang menjadi salah satu beban pengeluaran perusahaan yang signifikan. Kenaikan tarif dasar sewa per meter yang terjadi setiap tahun merupakan tantangan tersendiri. Perusahaan yang berani menyewa lokasi mahal tentunya harus mampu mengimbanginya dengan prestasi yang juga selalu meningkat setiap tahunnya.

Dalam hal ini, Cushman & Wakefield kembali melakukan survei mengenai biaya sewa di kawasan perkantoran seluruh negara di dunia. Jajaran perkotaan metropolitan seperti London, Hong Kong dan New York ternyata masih menempati posisi teratas sebagai tiga kota dengan sewa termahal di dunia pada 2014.

Peringkat mahalnya biaya sewa ini diyakini sebagai indikator kehebatan suatu perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya karena mampu menyewa space di kawasan prestise. Lalu, apa yang mereka rasakan saat harus mengeluarkan begitu banyak uang demi memiliki kantor di kawasan tersebut?

Di satu sisi, ada kebanggaan untuk bisa memiliki kantor di kawasan bisnis strategis yang super-elit. Dengan memiliki “alamat mahal”, perusahaan dapat dianggap lebih bonafide dibandingkan perusahaan lain yang terletak di pinggir kota.

Namun, di sisi lain, ada beban besar untuk mendapatkan keuntungan bersih (net income) yang jauh melebihi biaya sewa (rent cost) di setiap periodenya. Ambil West End London sebagai contoh. Setelah dinobatkan sebagai kota metropolitan termahal di dunia, hanya kantor super-elit sajalah yang berani membayar biaya sewa di atas 2.433 euro/meter per tahun demi bisa bertahan di sana. Dengan kata lain, untuk menyewa space 100 meter persegi saja, perusahaan harus merogoh kocek sebesar 3,2 miliar rupiah per tahunnya.

Biaya sewa di West End London ini telah meningkat 4,6% dari tahun sebelumnya; namun masih 13% lebih rendah jika dibandingkan dengan harga pada 2007. Kenaikan biaya sewa setiap tahun ini merupakan akibat dari terbatasnya pasokan dan penyelesaian pembangunan yang belum rampung. Harga-Sewa-Perkantoran-Mancanegara

Kawasan bisnis dan perkantoran memang selalu menjadi lahan basah bagi para pengembang properti. Imbal sewanya tinggi, rata-rata selalu meningkat 7% selama 12 bulan ke depan.

London dengan pesona globalnya terus menarik perusahaan berbasis internasional yang ingin bermarkas sana, sebagai batu loncatan ke benua Eropa. Kondisi perekonomian Inggris yang terus bertumbuh secara positif menyebabkan tingginya permintaan untuk ruang kantor di London pada 2015 dari seluruh sektor.

Tantangan bagi perusahaan global pun muncul bukan hanya dari segi fundamental properti. Tetapi juga dari risiko geopolitik yang ingin mereka manfaatkan untuk bernegosiasi jangka waktu sewa secara fleksibel atau lebih rendah, terutama di lokasi dengan kelebihan pasokan.

EMEA
Harga sewa perkantoran di wilayah Europe the Middle East and Africa (EMEA) terdiri dari London, Moscow, Paris, Dublin, Dubai dan Doha. Kunci utama pasar perkantoran Eropa ini adalah rendahnya tingkat perkembangan yang terjadi selama dua tahun terakhir.

Meskipun ada peningkatan dalam kegiatan konstruksi, banyak perusahaan terus mencari kualitas ruang yang menyediakan lingkungan tepat bagi staf dalam pasar kerja yang sangat kompetitif.

ASIA-PASIFIK
Tahun lalu kota-kota yang memiliki harga sewa termahal di wilayah Asia-Pasifik adalah: Hong Kong yang menduduki posisi kedua di kancah global, diikuti oleh New Delhi Connaught Place dan  Tokyo. Beijing mempertahankan tempat di peringkat ke empat.

Sementara Manila mencatat kenaikan terbesar dalam biaya hunian, dengan pertumbuhan yang kuat dalam outsourcing dan offshoring—layanan yang diharapkan bisa mempertahankan jumlah permintaan kantor di masa depan.

AMERIKA
Pemulihan ekonomi Amerika Serikat meningkatkan permintaan kantor di New York Manhattan (Midtown: Madison/5th Avenue), posisi teratas di wilayah Amerika. New York City terus mencatat pertumbuhan lapangan kerja yang sehat setelah adanya pemulihan hampir di seluruh sektor industri yang sebagian besar terdiri dari industri teknologi, iklan, media dan informasi.

Kegiatan penghuni New York City ini didukung oleh penawaran besar dengan jumlah take-up mencapai 32.800.000 meter persegi pada 2014 (angka tertinggi dalam dari 15 tahun terakhir).

Kegiatan ini didukung oleh kembalinya ‘mega-deal’, seperti adanya 28 penawaran baru terhadap ruangan seluas 100.000 kaki persegi lebih. Kota dengan biaya sewa mahal lainnya di sana adalah Rio de Janeiro dan Sao Paolo di Brasil. – Tatit Kurniasih

About The Author

Related posts