Membeli Properti dengan Harga Terbaik

Property-In.co – Seiring dengan harga properti yang naik pesat, tantangan terbesar bagi investor adalah membelinya pada harga terbaik. Tips berikut bisa membantu Anda mendapatkan properti bagus dengan harga semurah mungkin.

1. Kenali tawaran bernilai bagus
Agar bisa mengenali apakah suatu properti bernilai bagus atau tidak, kita harus memahami pasar lokal. Setelah melakukan riset untuk memahami properti jenis apa saja yang bernilai bagus dalam suatu pasar, kita akan mampu mengenali dengan mudah jika ada properti yang ditawarkan di bawah harga pasar.

Tetapi kita harus berhati-hati karena properti yang berharga murah acap kali juga tidak diminati karena beberapa alasan tertentu. Sebagai seorang investor, Anda harus mengevaluasi apakah kekurangan suatu properti bisa dengan cepat, mudah, dan murah diperbaiki; atau properti itu hanya akan menimbulkan kerugian.

Jika ingin mendapatkan tawaran bagus, kita harus menemukan properti yang memiliki banyak potensi tersembunyi. Tentu saja kita pun harus memahami apa saja potensi tersembunyi tersebut, dan apakah potensi tersebut bisa dimanfaatkan.

Dalam banyak kasus, analoginya seperti melukis ulang di atas lukisan yang kurang bagus untuk memperbaiki warna atau keindahannya, atau untuk memberikan kesan modern.

Tapi ada juga kasus di mana masalahnya sudah terlalu sulit diselesaikan sehingga tak layak lagi diperbaiki. Dalam kasus ini, walaupun Anda bisa membelinya dengan harga murah, pada akhirnya Anda pun bakal merugi karena harus menjualnya dengan harga murah pula.

Investor properti tentu harus melakukan riset untuk menentukan sendiri berapa besar harga jual dan gain yang akan diperoleh nanti setelah melakukan semua perbaikan. Investor hendaknya jangan percaya begitu saja pada harga yang diiklankan oleh para broker.

2. Ketahui dan manfaatkan kebutuhan penjual
Setiap penjual punya motivasi tersendiri dalam menjual propertinya di pasar. Jika Anda bisa mengetahui apa dorongan emosional mereka sehingga menjual propertinya, Anda akan mendapat peluang lebih besar dalam menegosiasikan harga yang lebih pas.

Biasanya para penjual memiliki motivasi untuk menjual properti dengan harga tertinggi, tapi mereka juga tidak terburu-buru dan mencari timing yang tepat untuk menjualnya. Mereka juga sering kali tidak ingin memakai broker dalam memasarkan propertinya. Motivasi penjual akan menentukan seberapa jauh mereka bakal mempertahankan harga jualnya.

Ada pula penjual yang ingin merahasiakan penjualannya, mungkin karena alasan keluarga atau alasan bisnis lainnya. Mereka biasanya bersedia menerima harga lebih murah jika mereka tidak harus mengeluarkan uang lagi untuk biaya iklan, promosi, dan lain-lain.

Sebagai investor, kita mesti meluangkan waktu untuk menanyai sang  agen, kenapa properti tersebut hendak dijual. Jika pemiliknya ternyata sudah bercerai, sudah punya utang untuk properti lain, atau properti tersebut hendak dialihkan kembali, si penjual mungkin saja ingin menjual lebih cepat dengan harga yang lebih rendah.

Indikator lain yang harus dipertimbangkan adalah berapa lama properti tersebut sudah dipasarkan. Jika sudah lama menjadi listing, ada kemungkinan harganya memang terlalu tinggi. Penjualnya mungkin juga sudah ‘putus asa’ dan bersedia menurunkan harga secara signifikan.

3. Negosiasikan penawaran
Begitu mengetahui apa motivasi orang yang hendak menjual propertinya, Anda bisa mengatur penawaran sesuai dengan situasi dan kondisi. Sebagai investor, kita harus menyesuaikan penawaran kita dan menegosiasikannya dengan si penjual supaya bisa memenuhi kebutuhannya. Tidak selalu berupa harga yang lebih tinggi, ada beberapa kebutuhan yang bisa dimanfaatkan untuk memenangkan negosiasi.

Tergantung situasi dan kebutuhan penjual, sejumlah pemilik properti mungkin tertarik dengan periode pelunasan yang lebih cepat atau lebih lambat. Dalam kasus lain, mereka lebih tertarik untuk menyewakan kembali properti tersebut, sampai mereka sudah membeli lagi properti baru di tempat lain. Mereka juga mungkin mengharapkan adanya deposit lebih supaya bisa mendapatkan uang cash lebih cepat.

4. Pahami taktik agen
Seorang investor yang paling aktif sekalipun hanya terlibat dalam beberapa tawaran properti setiap tahunnya. Sebaliknya, seorang agen real estate atau broker bisa jadi terlibat dalam ratusan negosiasi properti. Hal ini membuat mereka punya kelebihan dalam hal pengalaman.

Negosiator
*ilustrasi Negosiator

Investor harusnya harus lebih jeli dan waspada terhadap taktik-taktik yang sering dipakai oleh agen atau broker untuk ‘menggembungkan’ harga. Mereka kerap berkata, “sudah ada orang lain yang tertarik” atau “saya mendapatkan penawaran yang lebih menarik dari orang lain”.

Dalam banyak kasus, ‘orang lain’ itu sebenarnya tidak ada. Walaupun tidak etis, praktik seperti ini sudah biasa digunakan. Broker sering tidak punya bukti bahwa mereka punya penawaran lain yang lebih baik. Tapi kita pun sebagai investor harus menunjukkan keseriusan kepada broker.

Oleh karena itu, semua penawaran yang sifatnya resmi seharusnya dilindungi oleh kontrak dan hukum yang berlaku, dan jika perlu disertai saksi. Dengan demikian agen tidak bisa ‘menangguhkan’ penawaran kita dengan harapan suatu hari akan ada penawaran lain yang lebih tinggi. Baik agen dan investor harus saling menjaga kepercayaan dan transparansi satu sama lain.

5. Tetap pada pendirian Anda
Ketika sudah menetapkan harga yang bersedia Anda bayar, maka commit-lah pada harga tersebut. Jangan biarkan agen mengintimidasi sehingga Anda dengan mudah mengubah harga. Investor harusnya membayar harga yang menurut mereka pantas berdasarkan analisis dan riset yang mereka lakukan sendiri.

Walaupun sering kali berakhir dengan properti yang lepas dan dibeli pihak lain, tapi ini jauh lebih baik daripada Anda terjebak dengan properti yang bernilai buruk.

Tidak perlu khawatir karena peluang akan datang terus-menerus. Jika Anda bersedia menunggu adanya peluang atau penawaran baru, Anda bakal punya posisi lebih bagus untuk menegosiasikan harga yang sesuai dengan perhitungan Anda. Tentunya jangan sampai kita tertarik atau terlibat secara emosional dengan properti yang ingin dibeli karena itu akan ‘mengacaukan’ perhitungan harga tadi.

Terakhir, setiap investor pasti ingin membeli properti pada harga terbaik yang paling memungkinkan. Namun, negosiasi yang Anda lakukan janganlah sampai membuat sang pemilik properti takut dan kemudian mundur. Penawaran harga pun hendaknya tidak kelewat rendah (tidak realistis), sebab di luar sana tentunya ada pembeli bersedia membayar lebih besar.

Satu hal lagi, jika penawaran Anda ternyata sering ditolak, maka pendekatan yang selama ini Anda pakai perlu dikaji ulang. Ini adalah tentang memahami situasi, realistis, serta mengevaluasi pro-kontra dari penawaran yang Anda berikan. – Ivan Mulyadi (sumber: www.smartpropertyinvestment.com.au)

About The Author

Related posts