Investasi High Rise di Bandung Timur

Property-In.co – Rencana pemerintah kota Bandung mengembangkan kawasan Bandung Timur berdampak pada munculnya pembangunan sejumlah properti baru. Satu di antaranya Newton Hybrid Park, milik Margahayu Land.

Sejak dipimpin oleh Ridwan Kamil, Kota Bandung mencanangkan sejumlah perubahan bagi kemajuan kota itu. Salah satunya yang ramai diperbincangkan adalah rencana pembangunan kawasan Bandung Technopolis yang difokuskan di wilayah Bandung timur.

Selain itu, kantor dinas-dinas Kota Bandung seperti dinas pariwisata dan stadion diarahkan pula ke kawasan Bandung Timur.

Tren bergesernya pembangunan ke kawasan tersebut dipicu oleh ketersediaan lahan yang masih memungkinkan di sana. Atas dasar itu pulalah, Margahayu Land sebagai pengembang ternama Bandung turut membantu penyebaran dan pengembangan kawasan Bandung timur melalui kehadiran properti terbarunya, Newton Hybrid Park, di daerah Buah Batu. Hunian berkonsep mix used building ini sejatinya bukanlah proyek high rise pertama Margahayu Land.

Developer yang terkenal dengan produk-produk landed-nya ini sempat pula membangun apartemen di kawasan Latumenten, Jakarta Barat. “Justru proyek awal high rise kami itu di Jakarta,” ujar Ahmad Muntaha, General Manager Newton Hybrid Park.

The-Sweet@metro
The-Sweet@metro

Kiprah pertama Margahayu Land di hunian vertikal ini ternyata sukses dan bahkan tidak sampai setahun sudah habis terjual. Setelah berhasil membangun di Jakarta, Margahayu Land ‘mudik’ kembali ke Bandung dan membangun The Sweet at Metro di daerah Soekarno-Hatta.

Menurut Muntaha, saat ini 1.700 unit di sana sudah bisa dibilang sold out. Dari dua pengalaman menarik tadi, akhirnya manajemen Margahayu Land mulai tergiur lagi membangun hunian vertikal. Sebab, dengan luas lahan yang relatif kecil, unit yang terjual bisa banyak. “Padahal dulu kalau kami menjual landed dengan tanah 3 hektar cuma dapat berapa unit saja,” paparnya.

Kemudian didesainlah pembangunan Newton Hybrid Park, yang dalam paparan site plan-nya akan dibuat semacam kawasan terpadu yang terdiri dari apartemen, kondotel, dan area komersial. “Mix used, pokoknya lengkaplah disini,” ujar Muntaha lagi.

Muntaha memaparkan, mereka punya alasan tersendiri dalam memilih daerah Buah Batu sebagai lokasi proyek. Pertama, selama ini orang Jakarta yang masuk Bandung kebanyakan hanya tahu Lembang, Dago, dan Cihampelas.

Padahal setelah tahu kawasan Buah Batu, orang pasti berpikir bahwa Bandung ternyata luas. Kedua, karena terletak di Bandung Timur tentunya Margahayu Land bisa lebih leluasa membangun Newton Hybrid Park dengan konsep yang baik. Berbeda, misalnya, dengan kawasan Bandung Utara yang merupakan daerah resapan air sehingga ketinggian bangunannya terbatas.

Kiprah Margahayu Land di dunia properti Bandung pun sudah tidak diragukan lagi. Sejak 43 tahun mengembangkan sejumlah proyek perumahan, hingga saat ini setidaknya sudah terbangun 500.000 rumah lebih.

Pengembang ini memang merupakan pemain lokal yang berhasil mencetak blue print terbaik untuk urusan hunian bagi masyarakat. Setelah berkutat dengan proyek-proyek landed, sejak lima tahun terakhir Margahayu Land mulai mengembangkan hunian vertikal.

Okupansi Tinggi
Seperti Newton Hybrid Park yang dibangun dengan 3 tower:  2 tower difungsikan sebagai apartemen, sementara 1 tower lagi untuk kondotel atau hotel. Saat ini pembangunan sudah berlangsung untuk 2 tower pertama dengan total unit 1.649 unit (687 di antaranya sudah serah terima).

Tower pertama terdiri dari 30 lantai, tower kedua 26 lantai, dan tower ketiga (kondotel/ hotel) 22 lantai. Sebagai informasi, tower pertama diklaim hingga saat ini sebagai bangunan tertinggi di Bandung. “Bangunan Newton Hybrid Park merupakan gedung tertinggi di Bandung,” ujar Muntaha.

Dia menjelaskan bahwa investasi di Newton sangat menguntungkan. Pria penggemar vespa tersebut yang menyebutkan bahwa tingkat perekonomian Bandung Timur cukup tinggi. Hal tersebut tak lepas dari pergeseran pembangunan yang saat ini lebih banyak terfokus di kawasan ini.

Newtown-Hybrid
Newtown-Hybrid

Selain itu, Bandung sendiri merupakan kawasan wisata, fesyen, dan kuliner sehingga tingkat okupansi (penginapan) di musim-musim tertentu sangat tinggi.
Dari rata-rata tingkat okupansi yang disimulasikan oleh tim manajemen Newton terungkap angka di kisaran 50-80% yang mengindikasikan betapa ramainya traffic demand akan hunian di Bandung.

“Kami melihat potensi okupansi di Bandung sangat tinggi. Dan itu menjadi peluang paling menguntungkan bagi investor,” kata Muntaha.

Sementara untuk nilai yield yang bakal didapatkan oleh investor Newton Hybrid Park, Muntaha mengatakan untuk saat ini bisa dilihat dari harga unit yang ada di Newton mulai dari Rp700 juta sampai Rp1,2 miliar.

Dari harga tersebut, dengan unit yang baik serta fasilitas cenderung lengkap serta akses yang memadai seperti rencana pembangunan underpass Soekarno-Hatta yang akan menghubungkan ke kawasan Bandung lainnya, nilai yield ditaksir antara Rp30-40 juta setahun.

Potensi keuntungan maksimal di Newton memang terbuka lebar. Investor pun diberikan pilihan yang sama menguntungkannya ketika berinvestasi di apartemen maupun kondotelnya.  Ir. Bob Egawika Putra, Project Manager Newton Hybrid Park, menegaskan bahwa peluang profit investasi di sini sangat menjanjikan.

Ia meyakini betul, area ini memang tengah mengalami pertumbuhan yang pesat serta menjadi salah satu area sunrise di Bandung. “Kawasan ini berkembang dengan pesat dan pertumbuhan ekonominya paling tinggi,” ujar Bob.

Newton Hybrid Park tidak hanya menawarkan pelauang-peluang manis terkait investasi. Investor pun akan di-backup oleh legalitas serta perizinan bangunan yang sudah pasti aman karena hal tersebut menjadi salah satu komitmen Margahayu Land sebagai pengembang ternama di Bandung.  Aziz Fahmi Hidayat 

About The Author

Related posts