Diferensiasi di Segala Lini – Anandamaya Residences

Lokasinya prestisius dan strategis. Konsepnya eksklusif dan super mewah. Strategi pemasarannya pun ciamik dan menarik.

video
Property-In.co – Pagi di awal September itu, wajah David Iman Santosa, Chief Astra Property, tampak berseri-seri. Maklum, apartemen Anandamaya Residences besutannya telah terjual 90%. Sisanya, 10% lagi, adalah unit-unit terbaik.

Unit-unit yang mengusung taraf baru kehidupan mewah di Indonesia ini sengaja disimpan untuk publik. David juga terlihat lega, kerja keras timnya tidak sia-sia. “Kami memadukan good people, good team, dan good effort untuk menghadirkan suatu flagship project dari Astra,” ujarnya. Apartemen premium ini memang merupakan proyek perdana Astra International Tbk yang dibangun melalui PT Brahmayasa Bahtera—perusahaan joint venture Astra dan Hongkong Land.

“Tentunya kami ingin membangun track record yang bagus,” kata David. Selain menitikberatkan kualitas, manajemen ingin proyek yang terintegrasi dengan Menara Astra itu selesai sesuai janji dan komitment mereka. “Kami harap serah terima dapat dilakukan tepat waktu, yaitu tahun 2018,” ujarnya.

Investasi 3,6 Triliun
Anandamaya Residences merupakan proyek apartemen super mewah dengan investasi sebesar Rp3,6 triliun (jika digabung dengan Menara Astra total investasinya Rp8 triliun). Berada di atas lahan 1,6 hektar di kawasan Sudirman, Jakarta, apartemen ini terdiri dari tiga menara. Pembagiannya: 2 premium tower dan 1 luxury tower dengan total hunian sebanyak 509 unit.

Premium tower menawarkan unit-unit tipe 2 bedroom (BR) dan 3 BR dengan luas 130-172 m². Harga yang dibanderol berkisar dari 68 juta-80 juta per m2 atau Rp9,6 miliar.  Sedangkan luxury tower terdiri dari unit tipe 3 BR, 4 BR, dan Penthouse dengan luas mulai dari 216-360 m². Harganya tentu lebih aduhai, berkisar 75 juta-100 juta per m2 atau Rp16 miliar.

Menara-Astra
Menara Astra – skyscrapercity.com

Kemewahan Anandamaya amat kental terasa di unit 4 BR yang memiliki plafon setinggi 6 meter dan kolam renang pribadi sepanjang 11 meter. Unit Penthouse jelas lebih mewah karena dilengkapi en-suite bathroom, ruang keluarga, double volume living and dining area, dan kolam renang pribadi.

Berasal dari bahasa Sansekerta, Anandamaya berarti ‘ketentraman’. Makna tersebut kemudian diwujudkan ke dalam bangunan. Lihat saja, apartemen ini menyediakan beragam fitur dan fasilitas yang memanjakan penghuni. Mulai dari desain yang elegan hingga peralatan berkualitas internasional.

“Kami menggunakan material dan detail finishing yang elegan dan berkualitas internasional,” kata Wibowo Muljono, Head of Resident Development Astra Property.

Semua itu didesain secara apik. Tak heran bila mereka meraih penghargaan International Property Award 2015 di Asia Pasifik dengan predikat highly recommended untuk kategori desain interior.

Begitu pula dalam hal fasilitas, Anandamaya dilengkapi dengan fitness center dan spa, jogging track, kolam renang outdoor dan indoor, lapangan tenis dan bulutangkis, serta taman yang sangat luas. Sistem keamanan berteknologi canggih pun dirancang berlapis demi membuat penghuni merasa tentram dan aman.

Kebal Krisis Penduduk Makmur Indonesia
Menurut David, mereka fokus membidik segmen upper class lifestyle condominium.

Dengan begitu, diferensiasi Anandamaya dibangun bukan cuma dari pemilihan lokasi, tapi juga pemilihan gaya hidup untuk best practise.

Misalnya, meski unitnya di lantai 40-an, penghuni masih tetap bisa berenang. “Tinggal di apartemen dengan ketinggian plafon enam  meter, yang memiliki kolam renang pribadi, itu suatu lifestyle baru bagi mereka,” ungkap David.

Jadi konsep produknya harus unggul dan berbeda dari yang lain. “Itu yang kami coba positioning-kan dengan kualitas dan development yang baik agar orang bisa merasa bahwa investasi yang mereka tanamkan itu worth,“ imbuhnya.

Sementara itu, sebagian besar pemasarannya dilakukan melalui network Astra yang luas. “Kami menggunakan intangible asset ini untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Tentu saja kami juga dibantu oleh teman-teman dari JLL sehingga hal itu menjadi suatu sinergi,” jelas David.

Hasilnya memang luar biasa. Menurut Wibowo, penjualan Anandamaya Residences yang dilakukan secara bertahap telah menuai hasil sangat baik. “Kini sudah terjual 90%,” ujarnya.

Peningkatan capital gain unit-unitnya pun bagus. “Sejak peluncuran perdana, harganya telah naik 26-27%,” kata Wibowo. Jadi selain gain tadi, jika ingin disewakan nanti, pemilik apartemen juga bisa menuai pontential yield yang aduhai di lokasi bergengsi.Anandamaya-Residence-views_unit

Melihat fenomena ini, tampaknya segmen premium di Tanah Air tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi ekonomi yang sedang lesu.

Meski harganya berkisar Rp9,6-36 miliar, toh unit-unit Anandamaya tetap laris. Dalam dunia pemasaran, segmen ini memang terkenal kebal krisis dan tidak sensitif terhadap harga—sepanjang produk tersebut berkualitas dan prestigious.

Dalam pengamatan Vivin Harsanto, Regional Director Head of Advisory JLL, pasar apartemen premium meningkat karena populasi kaum elite memang terus bertumbuh.

Berdasarkan data Boston Consulting Group, jumlah apartemen untuk kaum elite yang pada 2012 hanya 1% dari seluruh apartemen di Indonesia bakal naik menjadi 3% pada 2020.

Vivin menilai kesuksesan penjualan Anandamaya disebabkan oleh beberapa faktor. Antara lain: lokasi strategis—yang didukung dengan pembangunan infrastruktur MRT; excellent product mix; dan adanya kerja sama apik dua perusahaan raksasa—yang didukung oleh tim berpengalaman.

Kini, meski proyek perdananya sukses besar, Astra Property tampaknya tidak mau terburu-buru menggeber proyek selanjutnya.  “Kami tidak ingin membangun di semua tempat dan membangun secepat mungkin. Kami ingin masuk ke pasar secara steady and  firm. Ini merupakan ciri khas Astra,” kata David.  Property-in.co/David S. Simatupang

 Anandamaya-Residence_grafis3 Model Pengembangan

PT Brahmayasa Bahtera merupakan joint venture antara Astra International Tbk dan Hongkong Land. Di perusahaan yang menguasai lahan seluas 1,4 ha di Sudirman ini, Astra merupakan pemegang saham mayoritas sebesar 60%, dan Hongkong Land sebesar 40%.

Masing-masing tampak sadar betul akan kekuatannya. Astra, yang sudah berdiri 58 tahun di Indonesia, terkenal sebagai perusahaan yang mengutamakan kualitas dan memiliki network luas.

Hongkong Land adalah developer kelas internasional yang telah memiliki dan mengelola beragam properti seluas 800.000 m2 lebih di wilayah Asia. “Penggabungan ini sangat rasional untuk menghadirkan apartemen yang menjadi alternatif  pilihan di Jakarta,” tutur David.

Astra sedang berencana mengembangkan proyek kedua. Namun, David masih enggan membocorkan lokasi dan detail proyek tersebut. Yang jelas, beberapa model pengembangan sudah disiapkan. Pertama, karena tidak memiliki land bank, mereka bakal mengembangkan portofolio aset Astra menjadi properti yang ber-value lebih tinggi.

Model kedua, tidak menutup kemungkinan mereka akan joint venture dengan partner berpengalaman ataupun partneryang memiliki lahan. “Ketiga, sangat memungkinkan juga kami akan membeli lahan baru untuk proyek-proyek strata title resindential,” ungkapnya.

Property-in.co

 

About The Author

Related posts