Luxurious Apartment di Gerbang Bekasi

Tiga tahun terakhir ini apartemen mulai menjamur di Bekasi.  Lantas, apa membuat PT Sumber Tenaga Lestari (STL) ikut mengembangkan proyek apartemen di sana?

Property-In.co – Kawasan Bekasi merupakan daerah penyangga terdekat dengan Ibukota Jakarta pernah menyandang pamor sebagai kota penyedia hunian menengah-bawah. Tidak salah memang, mengingat harga tanah di sebagian besar wilayah ini masih terbilang relatif lebih murah ketimbang kota penyangga lainnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, pamor itu kian terkikis dengan kemudahan aksesnya serta kian menjamurnya beragam jenis properti di sana. Mulai dari perumahan elite, mal, ruko, dan apartemen. Kondisi ini menjadikan harga tanah di kawasan tersebut ikut terdongkrak. Tak ayal, harga tanah yang semakin tinggi membuat masyarakat juga ‘dipaksa’ untuk bersahabat dengan apartemen.

Jika menilik dari jumlah penduduk yang mencapai 7,4 juta jiwa—2,5 juta di antaranya menjadi pekerja komuter di Jakarta—potensi pasarnya potensial untuk bisnis apartemen. Terlebih paradigma kalangan memengah sudah berubah, mereka lebih ‘welcome’ untuk tinggal di hunian jangkung representatif yang ditunjang beragam fasilitas.

Sementara bagi investor, apartemen dengan segmen pasar menengah-bawah bisa menjadi instrumen investasi yang menarik. Selain harga jual yang terus meningkat, harga sewanya juga ikut meningkat. Apalagi kalau apartemen segemen menengah-atas yang mengincar pasar sewa dari 10.000 ekspatriat yang bekerja di berbagai kawasan industri di Bekasi dan Cikarang.

Peluang pasar inilah yang menjadi rebutan para pengembang yang berlomba-lomba membangun hunian jangkung. Berbagai konsep pun  mereka tawarkan untuk menarik minat konsumen. Mulai dari kelengkapan fasilitas, kemudahan akses, hingga servis yang mumpuni.

Salah satu developer yang ingin turut mencicipi potensi ini adalah PT Sumber Tenaga Lestari (STL), pengembang proyek Cityland Apartment and Condotel di Jatibening. Dengan konsep yang berbeda dengan pengembang lainnya, proyek Cityland digadangkan menjadi luxurious apartment di gerbang Bekasi.

General Manager Cityland Fanny Wijaya mengatakan, “Konsep apartemen mewah yang kami tawarkan merupakan yang pertama di Jatibening, khususnya Bekasi.” Proyek ini bisa dikategorikan mix used concept atau one living concept karena terdapat hotel, apartemen, ruko dan commercial area. Apalagi juga ditunjang dengan fasilitas yang terbilang glamor.

“Berdasarkan survei yang kami lakukan jauh sebelumnya. Pilihan konsep ini sangat cocok untuk proyek kami di Jatibening. Mulai dari survei masyarakatnya, ekonominya hingga pangsa pasarnya,” kata Fanny. Selling point dari proyek besutan STL ini adalah akses tol yang dekat bagi para penghuni untuk menuju Jakarta dan bandara. Selain itu, konsep yang ditawarkan juga memang terbilang baru dan yang pertama di Bekasi. Denah-Cityland

Dengan menelan investasi yang mencapai Rp300 miliar, Cityland yang memiliki 3 tower (2 untuk apartemen, 1 untuk kondotel) akan dibangun di atas lahan seluas 1,8 hektar. Masing-masing tower ini terdiri dari 15 lantai dan memiliki ruko di lantai dasarnya.

“Keseluruhan unit apartemen kami mencapai 700 unit untuk dua tower, tidak termasuk privat garden yang kurang lebih 27 unit saja,” ujar Fanny. “Kami juga menyediakan indoor café seluas 1.600 meter persegi dengan konsep yang berbeda dari tempat mana pun.”

Dalam hal fasilitas, selain menggunakan desain interior yang terbilang mewah. Setiap unit apartemen juga memiliki pengamanan CCTV dan teknologi penyejuk ruangan berteknologi tinggi. Setiap tower juga dilengkapi fasilitas kolam renang berukuran 21 meter persegi yang ditempatkan di lantai tiga masing-masing gedung.

Sold Out 100%
Proyek ini direncanakan akan rampung pada akhir 2017. Sementara pemasangan tiang pancangnya bakal dilaksanakan pada Mei mendatang. Meski begitu, hingga saat ini penjualan unit ruko sudah sold out 100%. Sedangkan penjualan unit apartemennya sudah mencapai 80%.

“Pada tahap pertama, penjualan unit apartemen kami mulai dari lantai 10 ke bawah sudah terjual 80 persen. Untuk lantai 10 hingga 15 akan mulai dipasarkan seiring berjalannya proyek ke depan,”

Sejak penjualan perdana September 2014 silam, dalam enam bulan terakhir Cityland Apartment and Condotel sudah mengalami kenaikan harga di kisaran 10%. Diperkirakan, dalam tahun pertamanya bisa mencapai 20%. Untuk tingkat capital gain yang bisa diperoleh investor, Fanny menargetkan pencapaian hingga 20% setahun.

Ia menambahkan, Cityland masih melakukan proses “tender pitching’ untuk tower koncotel-nya. Hingga saat ini sudah ada beberapa tenant yang berminat dan telah mengikuti proses pitching. “Proses pitching memang butuh waktu panjang. Mungkin dalam waktu dekat ini sudah bisa kami pastikan siapa yang akan mengelola kondotel kami.” Caca Casriwan

About The Author

Related posts