Investasi Menggoda dari Timur

Properti kawasan Jakarta Timur terlambat panas. Diawali dari mega proyek Sentra Timur Superblock yang terus berkembang, tawaran investasi menggiurkan datang dari salah satu tower premiumnya.

Property-In.co – Agak cukup lama melihat pergerakan perkembangan properti di Jakarta Timur. Keengganan developer memasuki area ini disebabkan—salah satunya—oleh anggapan prospeknya kurang untuk raihan investasi cemerlang di masa mendatang.

Sampai pada akhirnya ketika empat kawasan Jakarta lainnya seperti barat, utara, selatan dan pusat sudah terlihat padat dan sesak, barulah pengembang mulai menjajal madu-madu yang terdapat di sana.

Fakta tersebut sejalan dengan hasil penelitan Jones Lang LaSalle (JLL). Lembaga riset properti ini menerangkan bahwa untuk prospek pasar properti di DKI Jakarta, wilayah Jakarta Timur akan menjadi tujuan investasi properti pada 2015.

Hasil penelitian tersebut menyebutkan, perkembangan properti di Jakarta Timur didominasi oleh perkantoran, rumah kantor (rukan), perumahan serta apartemen. Dijelaskan pula, Jakarta Timur mulai dilirik karena lahan yang tersedia masih sangat banyak dan harganya cenderung terjangkau.

Berdasarkan luas lahan, Jakarta Timur memang juara karena memiliki area 188 kilometer persegi (km2), disusul Jakarta Utara (146,7 km2), Jakarta Selatan (141,3 km2), Jakarta Barat (129,5 km2), dan Jakarta Pusat yang paling kecil hanya 48,13 km2. Namun, Jakarta Timur justru berada di posisi paling buncit untuk urusan progresivitas propertinya. Padahal, mestinya dengan keadaan lahan memadai itu Jakarta Timur harus lebih mapan. Sayang, banyak pengembang yang masih ogah-ogahan masuk ke kawasan tersebut.

Baru belakangan inilah beberapa area di Jakarta Timur mulai mendapat sorotan serius dari sejumlah developer sebagai lahan garapan untuk mengembangkan produk-produknya—meskipun sudah ada yang memulai dari jauh hari ketika Jakarta Timur belum masuk hitungan sama sekali. Sentra Timur Superblock bisa dibilang mega proyek pertama yang masuk secara besar-besaran dengan melahap 40 hektar lahan di daerah Pulo Gebang.

Proyek yang dikembangkan sejak 2008 ini digawangi oleh dua pengembang besar, yakni PT Bakrieland Development Tbk dan Perum Perumnas. Mengusung slogan “ A New CBD in East Jakarta”, proyek ini dibagi dalam tiga kawasan besar: Sentra Timur Residence & Commercial Park, Sentra Timur CBD I dan Sentra Timur CBD II. Sejak 2008 hingga kini, Sentra Timur Superblock  telah berhasil menjaring pasar yang besar seiring dengan kesuksesan Kerja Sama Usaha (KSU) dua perusahaan ini membangun unit-unitnya tepat waktu dan berkelanjutan. Sentra-timur

Cokelat Manis ala The Brown
Pembangunan perdana yang dilakukan oleh KSU adalah membangun tiga tower dengan total 1.400 unit dan sudah habis terjual. Berikutnya tower B sebanyak 1.000 unit. Sarmidi, Sales Manager Sentra Timur Superblock  mengatakan, selama ini mereka benar-benar menjaga komitmen dalam urusan ketepatan penyelesaian proyek dan penyerahan unit. Tujuannya agar setiap menara yang dibangun cepat terakomodir dengan baik, yang akhirnya menimbulkan efek percaya penuh dari investor.

Begitu melihat minat masyarakat akan investasi di Sentra Timur sangat tinggi, pengembang segera menggiring hasrat tersebut ke pembangunan tower unggulannya yang dipersembahkan sebagai masterpiece Sentra Timur Superblock, yaitu Tower Brown. Menara yang mulai dipasarkan sejak November silam itu hingga kini sudah mencatatkan penjualan sebesar 30%. Lagi-lagi, Sarmidi menjelaskan bahwa laris-manisnya produk Sentra Timur adalah karena komitmen yang dibangun selalu terantisipasi dengan baik.

Tower Brown yang dikembangkan di atas lahan seluas 2,5 hektar ini nantinya akan menjadi menara paling prestisius karena posisinya menghadap ke depan dan akan diapit oleh beberapa menara serta memiliki konsep green living park yang maksimal.

Fasilitas lain yang ditawarkan adalah ketersediaan kolam renang bagi penghuni serta tentunya kualitas bangunan jempolan. “Secara posisi, tower ini sentral. Fasilitas pendukungnya lebih baik. Kolam renang, green living park area sebaik mungkin. Ini tower kebanggaan Sentra Timur,” kata Sarmidi.

Tersedia hanya 605 unit, Tower Brown menjanjikan nilai investasi yang menggoda dan membidik kelas menengah-atas. Di awal pengembangannya, Sentra Timur lebih banyak didominasi end user ketimbang investor, namun sekarang komposisinya berimbang. Khusus untuk Tower Brown cocok untuk investor. Mengapa? Sarmidi menyatakan, saat ini secara umum lokasinya memang tengah tumbuh. Kedua, harga masih sangat terjangkau. Nah, menurut Sarmidi, investasi properti sebaiknya di kawasan sunrise—lokasi yang sedang bertumbuh dan harganya terjangkau—seperti Tower Brown.

Menurut Sarmidi, peluang capital gain dan yield di Tower Brown juga bisa sangat maksimal. Dari pengalaman sebelumnya, di kawasan Sentra Timur sendiri rata-rata kenaikan harga jualnya mencapai 30-50% per tahun. Kawasan ini memang begitu menjajikan untuk masa depan.

Selain karena dekat dengan kantor walikota Jakarta Timur, posisi Sentra Timur Superblock juga persis berada di sebelah terminal terpadu Pulo Gebang—terminal terintegrasi modern pertama di Indonesia—yang akan beroperasi pada Maret ini.  Kemudian di depan gerbangnya pun tersedia pintu tol JORR yang  berhadapan langsung dengan tower.

“Saya sepakat dengan pernyataan pengamat yang mengatakan 2015 tahunnya Jakarta Timur. Kondisinya mengarah ke sana jika kawasan ini akan terus tumbuh,” kata  Sarmidi. “Kalau saya prediksi dari pengalaman, harga jual meningkat menjadi 15-19 juta di sini hanya dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun.”  Peluang manis dari si cokelat Tower Brown. Aziz Fahmi Hidayat

About The Author

Related posts