Kampanye Properti Hijau di Bali

Property-In.co – Dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 382,683 orang per Juli tahun ini, potensi industri properti di Bali menjadi turut meningkat. Dampaknya, sejumlah pengembangan properti-properti baru terus bermunculan terutama hotel guna memenuhi supply atas demand yang kurang berimbang.

Sayangnya, tidak banyak hotel di Bali yang belum memperhatikan secara serius konsep green terutama dari sisi pengendalian hama rayap sebagai bagian penting dalam menjaga keutuhan kualitas produk serta memberikan kenyamanan bagi pengunjung hotel.

Padahal, seperti yang disampaikan oleh Ir. Yongki Pamungkas, Indonesia& Regional Bio-Expert for Sentricon ASEAN, sebuah perusahaan Distributor produk Insect Control dengan merk DOW dari Amerika, (Bali, 29/9) bahwa nilai bangunan sebuah Properti akan menjadi tinggi dan berdaya jangka panjang jika terproteksi dari hewan perusak macam rayap.

“Rayap sampai saat ini masih menjadi musuh utama dalam bangunan,” ujarnya dalam acara Half Day Seminar & Customer Gathering Sentricon Dan Terminix di Sheraton Bali Kuta Resort.

Kehadiran wisatawan asing yang tinggi ke Bali pada akhirnya menuntut para pengusaha hotel menyediakan tempat tinggal yang nyaman, baik dan aman. Faktor kenyamanan yang terjamin menjadi alasan prioritas para wisman tersebut mencari hunian selama di Pulau Dewata tersebut.

Seminar ini berlangsung guna menumbuhkan kesadaran bagi pelaku industri Properti untuk mendesain bangunan yang green tidak hanya fasadnya saja tapi Juga komprehensif sampai ke persoalan pengendalian rayap.

Senada dengan Yongki, Sulkifly, Operation Manager Terminix -perusahaan Jasa Pest Control yang merupakan mitra utama Sentricon- mengatakan seminar half day ini sangat penting demi mewujudkan bangunan yang kuat, berkualitas dan hijau tentunya. Ayo, dukung Go Green. aziz fahmi hidayat

About The Author

Related posts