Logo, Slogan, dan Jingle

HANDI IRAWAN D Chairman Frontier Consulting Group Twitter: @handiirawanD
HANDI IRAWAN D
Chairman Frontier Consulting Group
Twitter: @handiirawanD

Jingle Agung Podomoro Land, yang bisa kita lihat dan dengar di televisi dan gedung bioskop, saya rasa salah satu jingle yang terbaik di industri properti. Ditambah dengan perpaduan materi iklan yang baik, jingle ini mampu menciptakan citra positif perusahaan tersebut.

Hasil survei Frontier Consulting Group juga menunjukkan bahwa untuk pengembang apartemen, maka Agung Podomoro Land adalah pengembang dengan indeks corporate image terbaik di Indonesia.

Citra Agung Podomoro Land sebagai perusahaan pengembang yang besar, berkomitmen dan membantu kehidupan yang harmonis, bisa tertancap dalam benak konsumen Indonesia melalui jingle ini.

Jingle sudah pasti salah satu elemen merek yang penting untuk hampir semua industri. Di Industri herbal, misalnya, jingle obat masuk angin Bejo telah membuat banyak konsumen aware dengan merek ini.

Lirik lagu “sakitnya di sini… di sini” yang dinyanyikan oleh Cita Citata sudah menjadi lirik yang melekat dalam benak jutaan konsumen Indonesia.

Selain jingle, tentunya ada elemen merek yang perlu diperhatikan oleh para marketer di industri properti. Yang paling penting adalah nama. Pentingnya nama sebagai elemen utama dari sebuah merek sudah saya ulas dalam tulisan edisi bulan lalu. Dalam kesempatan ini, saya ingin membahas elemen merek lainnya, yaitu: logo, slogan dan jingle.

Logo mampu menyampaikan pesan kepada target pasar sebagai identitas mengenai asal sebuah merek, kepemilikan atau asosiasi yang ingin dibangun.

Logo pengembang dengan grafis dinamis, misalnya, ingin membangun asosiasi sebagai pengembang yang inovatif, memiliki gaya hidup modern dan untuk keluarga muda. Ada juga logo berwarna hijau dan dibuat grafis alam karena memang ingin membangun asosiasi sebagai pengembang yang memiliki lingkungan hijau.

video
See Video

Bila logo sudah dikenal, bahkan tanpa ada namanya pun, orang akan langsung melihat sang pemilik properti. Tanpa melihat tulisan Summarecon di sebuah papan nama atau papan petunjuk arah, dari jarak jauh konsumen bisa mengenalnya sebagai logo Summarecon. Demikian pula logo pengembang Ciputra atau logo Dufan, terasa familiar dan menciptakan identitas yang kuat.Elemen ketiga, setelah nama dan logo, adalah slogan.

Slogan merupakan sebuah frase pendek yang menjadi intisari dari positioning. Oleh karena itu, perusahaan properti—baik pengembang maupun kontraktor yang sudah memformulasikan strategi positioning dengan baik—akan mudah menciptakan slogan. Yang sulit adalah mencari frase yang baik dan menarik bagi konsumen saat dikomunikasikan.

Slogan BSD yang lama adalah “big city big opportunities”. Dari slogan ini sudah terlihat, bahwa BSD ingin mengomunikasikan bahwa kawasan mereka yang terbesar. Karena besar, maka BSD akan memberikan banyak kesempatan kepada Anda yang tinggal di sana. Besar kawasan juga menunjukkan banyaknya fasilitas dan kesempatan di bidang investasi dan bisnis.

Nama dan logo sulit diubah. Bahkan, tidak jarang, nama tidak akan berubah sejak perusahaan berdiri. Perubahan logo juga baru terjadi setelah lebih dari 10 tahun.

Tetapi, slogan biasanya bisa diubah dalam kurun waktu 2 tahun hingga 10 tahun—tergantung perubahan asosiasi yang akan dibentuk. Slogan BSD berubah menjadi “kota modern yang hijau”. Ini terjadi karena slogan pertama dianggap sudah membentuk asosiasi yang diinginkan dan saat ini dibutuhkan untuk membangun asosiasi lain, yaitu sebagai kawasan yang hijau.

Elemen keempat dari merek yaitu jingle, adalah pesan yang disampaikan dalam bentuk musik. Mengapa dalam bentuk musik? Alasannya jelas karena kemampuan musik yang besar untuk mempengaruhi perasaan orang.

Musik juga memiliki pengaruh untuk membuat pesan-pesan mudah diingat dan mudah diucapkan kembali. Nada-nada musik, membuat setiap orang lebih mudah menyimak lirik musik dari pada serentetan kalimat.

Evaluasi Elemen Merek

BSD-City
Slogan lama BSD City – Big City Big Opportunities

Sama seperti untuk kriteria memilih nama, maka untuk menciptakan dan memilih dari berbagai alternatif logo, slogan dan jingle, kriteria yang digunakan tetaplah sama. Logo, slogan dan jingle yang baik, haruslah mudah diingat. Ini adalah kriteria yang fundamental dalam membangun merek yang kuat.

Kriteria kedua adalah haruslah meaningful. Logo, slogan dn jingle haruslah memberi makna sesuai dengan pesan-pesan yang mau disampaikan. Sebuah bank yang memiliki produk KPR, ingin menyampaikan pesan bahwa layanan mereka cepat. Oleh karena itu, logo, slogan dan jingle, haruslah dibuat agar pesan ini mudah ditangkap oleh konsumen.

Kriteria ketiga adalah likability atau disukai. Tidak mengherankan, Anda membutuhkan bantuan desain grafis untuk membuat logo yang baik dan Anda membutuhkan musisi untuk menciptakan jingle yang baik. Elemen merek yang disukai, akan mudah melekat dalam benak dan hati konsumen. Elemen merek yang disukai, juga akan membuat konsumen akan menyukai produk-produk properti Anda juga.

Sebagai kriteria keempat adalah transferability. Ini terutama kalau pemain properti ingin mengembangkan ke wilayah lain baik di domestik maupun global. Agar bisa diterima di luar negeri, slogan sebaiknya dibuat dalam bahasa Inggris.

Agar jingle enak didengar, maka haruslah dapat diterima oleh semua kebudayaan di Indonesia terutama bila perusahaan tersebut memang ingin menjangkau konsumen atau pelanggannya di seluruh Indonesia.

Adaptability adalah kriteria kelima dan hal ini sebenarnya kriteria yang relatif tidak sepenting dibandingkan dengan 3 kriteria utama. Maklum, logo, slogan dan jingle relatif mudah untuk diubah apabila sudah dirasakan tidak sesuai lagi sejalan dengan berjalannya waktu. Perubahan ini biasanya dipengaruhi oleh strategi internal perusahaan maupun para pesaingnya.

Misalnya, perusahaan pengembang yang semula ingin membangun kawasan perumahan kemudian beralih menjadi pengembang kawasan komersial, perlu memikirkan perubahan logo dan slogannya. Slogannya yang semula “hunian harmonis” menjadi tidak pas untuk dilekatkan kepada produk komersialnya. Property-In.co #BacaMakinKaya

About The Author

Related posts