Pulau Baru Bernama Pluit City

Gugusan pulau di utara Jakarta akan bertambah dengan hadirnya Pluit City.  Istimewanya, pulau yang satu ini terbilang komplet karena menyediakan beraneka ragam fasilitas.

Property-In.coAgung Podomoro Land (APL) tengah sibuk-sibuknya awal tahun ini. Sebuah megaproyek bertajuk Pluit City giat dibangun di lepas pantai utara Jakarta, dikembangkan di atas lahan reklamasi seluas 500 hektar. Pembangunan proyek raksasa ini bakal memakan waktu lumayan panjang karena begitu banyak hal yang harus dipersiapkan sedetail mungkin.

Trihatma Haliman, President Director Agung Podomoro Group (APG), mengatakan bahwa pembangunan dan pengembangan megaproyek tersebut akan berbeda dari produk-produk APL lainnya, terutama dari segi periode penyelesaiannya. “Pembangunan Pluit City bisa memakan waktu kurang lebih lima tahun,” ujarnya dalam sebuah kesempatan.

Rencana reklamasi Pluit City berangkat dari semakin minimnya lahan yang ada di Jakarta untuk digunakan sebagai pembangunan. APL lebih memilih untuk mereklamasi ketimbang mencari lahan kosong di ibukota yang semakin sulit diperoleh. Pertimbangannya, Ibukota Jakarta masih menjadi daya tarik bagi masyarakat bertempat tinggal.

Menurut CEO APL Matius Jusuf, saat ini developer sangat susah mendapatkan lahan kosong di Jakarta, apalagi bila ingin mengedepankan aspek lahan terbuka hijau bagi masyarakat. “Pluit City menyediakan porsi 25% untuk lahan hijau,” ujarnya. “Jadi, selain mendapatkan kenyamanan fasilitas, masyarakat nantinya juga bisa menikmati suasana yang sehat.”

Melalui anak usahanya, PT Muara Wisesa Samudera, APL mengembangkan Pluit City dengan mereklamasi pantai utara Jakarta. Uniknya, konsep megaproyek ini dikemas sedemikian rupa sehingga nantinya akan membentuk tiga pulau baru. Tahap pertama dilakukan reklamasi satu pulau yang lokasinya berjarak 250 meter dari Green Bay Pluit—proyek superblok seluas 12,5 hektar garapan Agung Podomoro Land lainnya.

Segala persiapan sudah diantisipasi sejak dini, misalnya mengantongi izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) untuk proyek Pluit City. Berikutnya, mengantongi izin reklamasi—yang pada 7 Januari sudah dikeluarkan oleh Pemda DKI (No. 2238/2014 tanggal 23 Desember 2014). “Otomatis jika izin ini sudah keluar, kami segera melakukan reklamasi untuk tahap awal,” kata Matius. Reklamasi tahap pertama bakal dikerjakan di Pulau G, dengan luas 165 hektar.

Proyek Pluit City memang terbilang dahsyat. Konsep yang diusung mirip dengan pengembangan proyek pulau buatan Palm Island Dubai, Uni Emirat Arab—yang terkenal karena keunikan dan konsepnya yang luar biasanya. Dalam proyek ini, APL menggunakan sekaligus dua kontraktor reklamasi asal Belanda: Van Oord dan Royal Boskalis. Kedua kontraktor itu terkenal sebagai ahli di bidang folder system.

Lebih jauh lagi, program reklamasi ini merupakan bagian dari impian pembangunan water front city yang sudah direncanakan cukup lama oleh APG. Selain AGP, ada beberapa perusahaan swasta lain yang terlibat dalam proyek reklamasi, yaitu Agung Sedayu, Intiland, Jakpro, dan Jaya Ancol. Namun, sejauh ini baru APG yang sudah melakukan persiapan. Reklamasi tersebut nantinya bakal menghasilkan 11 pulau baru.

Jika proyek ini terlaksana, Indonesia akan mengikuti jejak Singapura dan Dubai yang membangun beragam fasilitas—seperti perkantoran, hotel, resor, mal, dan apartemen—di atas lahan hasil pengurukan laut. Nantinya, di lahan reklamasi juga bakal dibangun hunian, business centre, area komersial, dan sarana entertainment. Selain itu, di Pluit City akan dihadirkan sebuah Taman Central Park seluas 8 hektar sebagai jantung penghijauan yang didesain oleh Martha Schwartz. aziz fahmi hidayat

About The Author

Related posts