Berburu ‘Cuan’ di Kepala Naga

Property-In.co – Sebagian besar warga keturunan Tionghoa sepakat, wilayah ini juga disebut sebagai Kepala Naga. Naga, dalam mitosnya diyakini membawa keberuntungan, tampaknya mulai “menggerakkan kepalanya” ke wilayah barat Jakarta.

Kehadiran Bandara Internasional Soekarno-Hatta membuat denyut perekonomian wilayah sekitar Cengkareng semakin kencang. Tidak hanya pertumbuhan ekonominya, properti di sana—perkantoran, hunian, dan komersial—juga berkembang pesat.

Salah satu wilayah yang perkembangannya pesat dalam lima tahun terakhir adalah Daan Mogot, Cengkareng. Sebagian besar warga etnis Tionghoa sepakat, wilayah ini disebut sebagai “kepala naga”. Praktisi feng shui Suhu Benny, seperti dikutip situs resmi Point 8, menjelaskan bahwa kepala naga adalah menilik hunian berdasarkan lokasi. Jadi, jika orang hendak berinvestasi di mana pun, sebaiknya dia mempertimbangkan faktor lokasi ‘kepala naga’ itu berada.

Nah, naga—yang diyakini membawa keberuntungan itu—tampaknya mulai “menggerakkan kepalanya” ke wilayah barat Jakarta. Saat properti di kawasan lain hanya memperlihatkan pertumbuhan harga moderat, kawasan ini justru melesat. Pertumbuhan harganya bisa mencapai rata-rata 20%.
Angela Wibawa, Head of Markets Jones Lang LaSalle Indonesia, menyatakan, kenaikan harga tersebut ditunjang oleh keunggulan komparatif wilayah ini.

Lokasinya dekat dengan gerbang utama Indonesia, yakni Bandara Soekarno-Hatta. Jakarta Barat juga punya aksesibilitas memadai yang didukung kelengkapan infrastruktur seperti tol dalam kota yang terkoneksi dengan tol lingkar luar Jakarta, fasilitas publik lengkap, dan lingkungannya relatif tertata dengan baik.

“Semua keunggulan komparatif itu memicu minat pasar. Investor individu berlomba membelanjakan uangnya di sini untuk mendapatkan cuan,“ ujar Angela kepada Property-In di Gedung BEI Jakarta baru lalu. “Peningkatan permintaan tersebut secara otomatis mendongkrak harga jual lebih tinggi ketimbang kawasan lainnya di Jabodetabek.”

Diakuinya, meskipun pasar secara umum melambat, kawasan barat Jakarta tampil sebagai pemimpin pertumbuhan harga properti. Bahkan, dengan asumsi yang ada, dalam dua tahun ke depan kawasan ini bakal mencatat akselerasi harga hingga 30%. Point-8-Daan-Mogot

Potensi wilayah ini tentunya tak luput dari perhatian para pengembang, salah satunya PT Cakrawala Bumi Sejahtera (CBS). Melihat potensi besar tersebut, CBS telah membangun proyek perdana Point 8 Grup-Daan Mogot sejak 2011. Proyek ini merupakan kawasan terpadu terdiri dari apartemen, hotel, dan business park. Point 8 juga memadukan business centre dan tempat hunian dengan mengusung konsep hunian hijau, hemat energi, dan bernuansa Bali.

Bali merupakan pulau yang paling terkenal di dunia. Pulau yang terletak di sebelah Selatan garis khatulistiwa ini memiliki luas wilayah sekitar: panjang 80 km dan lebar 150 km yang menyerupai bentuk ikan. Peradaban mencatat bahwa Bali memiliki mikrokosmos yang luar biasa tentang sejarah, legenda, kesusasteraan, seni, alam, dan manusia itu sendiri.

Point 8 Group- Daan Mogot dikembangkan di lahan seluas 3 hektare, terbagi atas 4 menara apartemen di antaranya Terrace Mansion dan Aircrew Tower. Selain itu, diluncurkan pula satu hotel berbintang di bawah operator Wyndham dari Amerika Serikat dengan Brand Ramada. Yakni apartemen Terrace Mansion dan Aircrew Tower.

“Cengkareng itu merupakan wilayah kepala Naga. Sehingga tidak salah jika banyak investor yang tertarik berinvestasi. Dalam lima tahun terakhir perkembangan bisnis di wilayah ini cukup pesat. Baik untuk Kebutuhan perumahan, business centre, dan hotel,” kata Direktur Marketing PT CBS Reinhard T Rusli kepada Property-In di Jakarta, pertengahan bulan lalu.

Dari sisi harga, untuk apartemen Terrace Mansion Tower dan Aircrew Tower menawarkan harga dan cara pembayaran yang cukup menarik dibandingkan dengan properti setara di sekitarnya. Reinhard menjamin, nilai kenaikan investasinya bisa mencapai 15% sampai 20% setiap tahunnya.

“Kami melihat adanya kebutuhan hunian yang nyaman, tenang dan eksklusif serta kemudahan beraktifitas bagi mereka, hal tersebut ditunjang dengan lokasi yang dekat dengan tol Lingkar Luar Barat Cengkareng, sehingga memudahkan bagi mereka yang memiliki aktivitas bisnis di sekitar bandara. Selain itu capital gain-nya bisa mencapai 20 persen setiap tahunnya,” lanjut Reinhard.

About The Author

Related posts