Broker

Story Highlights

Propertisiana, Property-In.co – Ketika Anda berinvestasi dengan cara membeli rumah dan kemudian menjualnya, maka pilihannya adalah menjual secara langsung atau melalui broker.

Pilihan pertama membebaskan Anda dari komisi yang harus Anda keluarkan, sedangkan pilihan kedua membuat Anda harus rela menyisihkan komisi kepada para broker.

Broker adalah orang atau institusi yang berada di antara penjual dan pembeli. Di beberapa bisnis, kehadirannya acap dipandang negatif karena broker sering kali membebani biaya dan membuat harga tidak kompetitif lagi. Apalagi di bisnis tambang, posisi tambang yang tidak bisa diidentifikasi dengan baik menciptakan kondisi broker di atas broker lainnya.

Zaman dulu di dunia broker properti juga dipandang negatif. Mereka adalah calo-calo tanah yang menitipkan komisi di tuan tanah dengan menaikkan harga berlipat-lipat. Akibatnya, harga tanah menjadi mahal dan merugikan si pembeli. Hal semacam ini masih melekat dalam benak beberapa penjual dan pembeli properti tradisional yang merasa bahwa mereka dirugikan oleh kehadiran broker.

Namun, broker di dunia properti modern memegang peranan yang penting. Dengan semakin kompleksnya dunia properti, broker bisa menjadi penasihat yang baik. Bagi pemilik rumah maupun calon pembeli, keterbatasan jangkauan informasi yang mereka miliki dan sulitnya meraih eksposur yang luas terhadap informasi properti merupakan tantangan. Di sinilah broker memegang peranan. Biasanya broker memiliki akses yang luas terhadap calon penjual dan pembeli, sehingga dia bisa memberi saran jitu kepada kita.

Dari sisi biaya promosi, adanya broker menghemat biaya tersebut. Beberapa broker ada yang memegang kontrak beriklan di media sehingga dia bisa membantu mengiklankan properti kita. Hal ini dikarenakan mereka bisa mengiklankan banyak properti di satu halaman iklan sehingga biaya iklan per rumah menjadi lebih murah.

Broker juga berperan sebagai mediator dalam negosiasi antara penjual dan pembeli. Sering kali ada orang-orang yang merasa tidak pandai bernegosiasi secara langsung. Broker bisa menjadi pihak yang menyeimbangkan kedua belah pihak.

Broker juga bisa menjadi tempat untuk melakukan komplain jika salah satu pihak merasa tidak puas terhadap pihak yang lain. Mereka bisa pula membantu kita melakukan hal-hal yang menjengkelkan seperti urusan-urusan administrasi.

Broker memiliki akses yang luas terhadap calon penjual dan pembeli

Tentu saja broker yang ideal adalah seperti gambaran di atas. Selain itu, banyak juga broker-broker tradisional yang cuma membantu mencarikan pembeli dari teman-teman sekitarnya. Ada pula broker yang sekadar menaruh papan nama.

Mereka cuma berharap ada pembeli yang tiba-tiba datang dan langsung deal dengan harga yang ditawarkan. Selebihnya, tinggal urusan bagi-bagi komisi.

Broker yang baik tentunya adalah broker aktif. Mereka juga memiliki akses luas dan bisa membangun relationship yang baik. Sebagai penjual maupun pembeli rumah, Anda harus memahami bahwa broker bukan hanya sekadar pemasang papan nama. Keaktifannya serta pelayanannya harus kita evaluasi. Jangan sampai Anda mengundang begitu banyak agen properti untuk memasang papan nama di properti Anda dan membuat eksposur properti itu tidak efektif.

Yang lebih berbahaya, kalau muncul persepsi konsumen yang menganggap Anda sudah putus asa menjual properti tersebut. Mereka pasti berpikir properti Anda harganya kemahalan atau ada masalah di properti yang Anda jual!. PJ Rahmat Susanta

About The Author

Related posts