Potret Properti-Properti Perkasa

Property-In.co – Majalah Property-In bekerja sama dengan SurveyOne tahun ini meluncurkan Top Property Award—penghargaan tertinggi kepada proyek dan produk properti terpopuler, berkualitas, serta berdaya investasi tinggi di Indonesia. Siapa saja pemenangnya?

Memiliki merek properti yang perkasa bertahun-tahun pasti  menjadi impian setiap developer dan pemilik produk properti. Maklum, merek yang kuat bisa memberikan banyak keuntungan. Antara lain sebagai aset perusahaan yang bernilai tinggi, memudahkan penetrasi pasar, menghasilkan brand loyalty, dan ujung-ujungnya bakal mendatangkan profit besar.

Merek properti yang ‘perkasa’ tentunya memiliki awareness sangat tinggi dalam bentuk top of mind serta memiliki image dan konsep yang kuat—contohnya, brand Summarecon memiliki image kuat bahwa produk-produknya pasti menuai untung. Dua komponen itulah yang kemudian menghasilkan harga premium dan brand loyalty.

Namun, upaya mencapai hal itu bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi kini tuntutan konsumen semakin tinggi, media promosi kian beragam, persaingan kian sengit, dan pasar pun semakin tersegmentasi. Karena itu, diperlukan upaya konsisten dalam membangun produk dan merek properti secara jangka panjang.

Terkait dengan hal itu, tahun ini majalah Property-In bekerja sama dengan SurveyOne menyelenggarakan Top Property Award. Inilah penghargaan tertinggi kepada berbagai proyek dan produk properti di Indonesia.

Dikatakan tertinggi karena merupakan satu-satunya property award di Tanah Air yang ‘based on survey’, bukan ditetapkan melalui penjurian. Dengan demikian, obyektivitas Top Property Award relatif lebih tinggi sebab para pemenangnya benar-benar ‘consumer choice’—pilihan dari 2.100 responden di kota-kota yang disurvei.

Tidak tanggung-tanggung, survei Top Property Award ini  diselenggarakan di 9 kota di Indonesia: Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor-Depok, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Medan. Kota-kota tersebut dipilih karena industri propertinya menunjukkan perkembangan yang amat pesat.

Responden yang berjumlah 2.100 tadi memiliki SES A hingga A+. Mereka terdiri dari publik, investor, kontraktor, dan arsitek/desainer. Untuk proyek properti, kategori yang disurvei meliputi 7 jenis, yaitu: perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan, hotel,  superblok, kota mandiri, dan kawasan industri.

Karena proyek properti bersifat “localized”, maka responden hanya menilai properti yang berada di kota tempat tinggalnya masing-masing. Responden di Medan hanya akan memilih proyek terbaik di kota itu, bukan properti di Makassar—lokasi yang mungkin belum pernah dia singgahi.

Untuk produk properti, responden juga harus memiliki pengetahuan luas tentang produk dan layanan properti yang beredar di pasar. Sebab, ada 72 kategori produk yang disurvei. Mulai layanan KPR perbankan, jasa broker properti, bahan-bahan bangunan hingga peralatan pendukung properti seperti sekop dan gerobak dorong.

Bagaimanakah tim Property-In dan SurveyOne merancang survei ini? Tim kami sepakat membuat indeks berdasarkan lima parameter  utama, yaitu: (1) popularity, berkaitan dengan ‘top of mind awareness‘ properti tersebut; (2) quality, mencakup kualitas properti dari sisi arsitektur, desain, dan ramah lingkungan; (3) investment, yaitu potensi investasi properti tersebut dalam hal ‘capital gain’ dan ‘rental yield’; (4) emotional driven, dalam hal ini membanggakan; dan (5) recommendation, yaitu direkomendasikan oleh konsumen.

Property-KeySemangat Berkompetisi
Penghargaan ini memakai kata ‘top’ karena memang berafiliasi dengan Top Brand Award yang dibesut oleh majalah MARKETING.

Di samping itu, kata ‘top’ juga mudah dicerna oleh konsumen Indonesia. Kata ini berasosiasi langsung dengan posisi puncak atau urutan teratas. Jadi ketika konsumen memilih properti yang ‘top’,  mereka yakin bahwa properti itu merupakan produk unggul atau setidaknya masuk dalam kategori terkenal.

Dalam survei ini, kita bisa melihat keperkasaan developer-developer papan atas—seperti Ciputra Group, Lippo Group, Summarecon, Agung Podomoro Group, dan Pakuwon Group—di berbagai wilayah Nusantara. Di Makassar, misalnya, CitraLand Celebes memperoleh indeks terbesar (35,41%) untuk kategori perumahan. Di Bekasi, kategori kota mandiri dimenangkan oleh Summarecon Bekasi (37,13%).

Meski demikian, karena bersifat localized, kita juga akan banyak menemukan pemain papan tengah dan developer lokal yang menjadi raja di wilayahnya masing-masing. Misalnya saja, Istana Group di Bandung. Di Semarang, Paragon City Mall menjadi jawara pusat perbelanjaan; sementara di Tangerang, indeks tertinggi untuk superblok disabet oleh K2 Park (Prioritas Land).

Kami berharap Top Property Award mampu menumbuhkan semangat berkompetisi dalam memberikan yang terbaik kepada konsumen Indonesia. Sebab, pada dasarnya award ini bertujuan untuk mendorong dunia properti nasional dan lokal agar senantiasa termotivasi serta kreatif menciptakan karya-karya berkualitas dan berdaya investasi tinggi.

Penghargaan ini dapat pula digunakan sebagai sarana evaluasi (benchmarking) perusahaan untuk menilai kinerja produknya dalam hal popularitas, kualitas produk, dan investasi dibandingkan dengan produk kompetitor. Selain itu, Top Property Award tentunya juga bisa dipergunakan sebagai sarana perusahaan dalam mempromosikan produk-produk berkualitas kepada konsumen dan investor properti. – David S. Simatupang ,  toppropertyaward.com

About The Author

Related posts