Property dan Produk Property yang Ngetop di Tahun 2019

Konsumen properti dapat diklasifikasikan menjadi 2 kategori, yaitu investor dan pengguna. Situasi politik dan ekonomi yang kurang stabil di tahun 2019 ini membuat pasar investor lebih berhati-hati dalam menginvestasikan uangnya, terutama pada industri properti yang mempunyai likuiditas rendah. Para pakar ekonomi pun juga sudah memprediksi bahwa tahun-tahun selanjutnya investor masih akan bersikap tidak jauh berbeda dengan tahun ini dan tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu, sudah saatnya sekarang ini para pengembang berbenah dalam menyusun strategi pemasaran produknya menjadi fokus terhadap target utama pasar selain investor, yaitu pasar pengguna.

Harga yang memang terbilang tinggi di perkotaan sebetulnya tidak dapat dijadikan alasan para pengembang dalam sulitnya melakukan penjualan. Hal ini dikarenakan pemerintah juga sudah mengeluarkan kebijakan yang cukup lunak mengenai skema pembayaran yang melibatkan bank, seperti persentase uang muka, masa cicilan, dan program bunga yang membuat cicilan menjadi seringan mungkin. Para pengembang harus dapat lebih kreatif dan agresif dalam memasarkan produknya kepada pasar pengguna, khususnya konsumen milenial yang masih menjadi persentase terbesar dalam pasar pengguna.

Seperti yang kita ketahui, pasar milenial memiliki karakter yang jauh berbeda dengan generasi sebelumnya, terutama dalam hal memiliki pemikiran yang sangat kritis dan ingin mencari informasi/ review sebanyak-banyaknya sebelum membeli sebuah produk yang mereka inginkan.

Top Property Award Insight 2019

Top Property Award (TPA) merupakan penghargaan yang dikeluarkan oleh Majalah Property-In dan lembaga survei independen Survey One. TPA berbeda dengan penghargaan properti lainnya karena diberikan bukan berdasarkan pilihan juri, melainkan atas pilihan konsumen yang dilakukan melalui riset pasar.

Top Property Award ini menggunakan Framework yang dibangun berdasarkan konsep brand equity dari Kevin Keller. Melalui Framework ini, kita dapat menilai sejauh mana strategi pelaku industri properti di 1 tahun terakhir ini dapat menggaet pasar pengguna. 5 variabel yang masuk dalam Framework penilaian, yaitu:

  • Popularity Driven: Sejauh mana properti atau produk tersebut dikenal oleh konsumen. Konsumen pastinya akan mempertimbangkan nama baik pengembang yang membangun properti yang akan dibelinya.
  • Investment Driven: Seberapa tinggi ‘value’ properti atau produk tersebut di masa depan. Ketika membeli rumah atau apartemen maka nilai sewa atau nilai jual kembali dari rumah tersebut akan menjadi bahan pertimbangan.
  • Quality Driven: Seberapa berkualitas properti atau produk tersebut dilihat dari sisi lokasi, desain, lingkungan hijau, dan termasuk kekuatan & keawetan produk. Kualitas ini pasti dipertimbangkan konsumen pasar pengguna karena properti akan menjadi tempat tinggal mereka dalam jangka waktu yang lama.
  • Emotional Driven: Apakah properti atau produk tersebut menciptakan ‘emotional benefit’ yang tinggi seperti rasa bangga. Faktor ini menjadi faktor penting untuk konsumen milenial yang “instagramable”.
  • Recommendation Driven: Apakah properti atau produk tersebut direkomendasikan oleh pihak lain. Apabila review untuk produk properti yang diinginkan itu sangat positif, pastinya konsumen akan lebih tertarik untuk memilih properti tersebut. Terlebih lagi untuk konsumen milenial yang terbiasa mencari review sebanyak-banyaknya sebelum membeli.

Metodologi Top Property Award 2019

Survey ini dilakukan terhadap 1.940 responden di 9 kota besar dan memiliki tingkat pertumbuhan properti yang tinggi di Indonesia, yaitu Jakarta, Karawang & Bekasi, Tangerang & Banten, Depok & Bogor, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Medan. Jenis properti yang disurvei pun bermacam-macam, mulai dari perumahan, apartemen, kota mandiri, superblok, kawasan industri, mall, hotel, dan juga berbagai layanan dan produk yang terkait dengan properti, seperti cat, keran air, pipa, paralon, atap baja, dan lainnya.

Penilaian untuk riset pasar proyek properti dilakukan oleh Responden Publik minimal SES A dengan usia minimal 25 tahun yang tinggal di kota lokasi proyek dan Responden Investor yang memiliki minimal 1 properti selain yang ditinggali senilai minimal 1 miliar rupiah. Sementara penilaian untuk riset pasar jasa dan produk properti dilakukan oleh Kontraktor, Mandor dan Responden Publik minimal SES A dengan usia minimal 25 tahun. Merek yang mendapat predikat pemenang adalah merek yang mendapat penilaian indeks minimal 10% dan menempati posisi tiga teratas. (Hartono Yarmantho, Head of Research & Intelligence Survey One)

Tabel index proyek dan tabel produk property TPA 2019 selengkapnya dapat diklik di link berikut ini:

Tabel Produk Property – TPA 2019

Tabel indeks Proyek – TPA 2019

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *