Bidik Target Rp.4 Triliun, Summarecon Andalkan Enam Proyek Miliknya

Property-In, Jakarta- Ke-enam proyek tersebut antara lain tersebar di lokasi pengembangan saat ini yaitu: Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Karawang, Bandung dan Makassar.

Hal tersebut disampaikan Adrianto P Adhi, President Director PT Summarecon Agung Tbk,. pada saat jumpa media setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Klub Kelapa Gading, Kamis (20/6/19) kemarin.

President Director Summarecon Adrianto P Adhi bersama direksi lainnya di acara jumpa pers RUPS Summarecon di Klub Kelapa Gading

Meski diakui tengah berada dalam kondisi yang menantang di tahun 2018, yaitu perekonomian global masih dibayangi oleh ketidakpastian dengan melambatnya tingkat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan, juga nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang terus terdepresiasi selama paruh pertama tahun 2018 dan mencapai level terendah Rp15.200,- pada paruh kedua. Ekonomi Indonesia juga dipengaruhi oleh ketidakpastian global baik dari faktor ekonomi dan politik, maka perusahaan berupaya mengubah bauran produk yang berorientasi kepada permintaan pasar. Dari penerapan strategi ini, penjualan produk rumah memberikan kontribusi sebesar 64%, apartemen 16%, dan properti komersial sebesar 20% dari total pra-penjualan pemasaran.

Dalam situasi yang sulit di tahun 2018, Summarecon berhasil mencatat total pendapatan sebesar Rp5,6 triliun, walaupun menurun 0,4% dari tahun sebelumnya, namun laba bersih tercatat sebesar Rp690,6 miliar, naik 30% dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018, Summarecon berhasil membuka 2 lokasi baru; perumahan Srimaya di Bekasi Selatan pada Agustus 2018 dan Summarecon Mutiara Makassar pada November 2018. Pada saat peluncuran lokasi baru ini, perseroan berhasil membukukan angka yang sangat menggembirakan dengan penjualan masing-masing sebesar Rp190 miliar dan Rp270 miliar.

Andalkan Sektor Properti

Menurut Adhi, unit bisnis property masih merupakan kontributor terbesar bagi Perusahaan yaitu 61% dari total pendapatan, dengan nilai sebesar Rp3.435 milyar, turun sebesar Rp167 milyar atau 5% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp3.603 milyar. Meskipun pendapatan lebih rendah, Perusahaan berhasil memperbaiki kinerja operasional dengan meningkatnya laba usaha sebesar Rp78 milyar (9%) menjadi Rp954 milyar dari Rp875 milyar pada tahun sebelumnya.

Sementara untuk unit bisnis investasi dan manajemen property mencatat pendapatan sebesar Rp1.491 milyar, meningkat  Rp91 milyar (7%) dibandingkan tahun 2017. Unit bisnis ini berkontribusi 26% terhadap total pendapatan Perusahaan di mana 95% kontribusi datang dari bisnis mall dan retail.  Laba Usaha meningkat Rp75 milyar (17%) menjadi Rp525 milyar.

Bisnis lainnya merupakan hotel, klub rekreasi, town management dan berbagai fasilitas pendukung yang terintegrasi pada kawasan. Semua bisnis ini mencatat pendapatan sebesar Rp733 milyar, meningkat sebesar Rp96 milyar (15%) dibandingkan tahun sebelumnya.  Bisnis lainnya mempunyai kontribusi sebesar 13% dari total pendapatan Perusahaan selama tahun berjalan dan hanya 5% dari total laba usaha. Total pendapatan dari bisnis hotel meningkat sebesar Rp61 milyar menjadi Rp344 milyar di tahun 2018.

“Melihat prospek usaha di tahun 2019, Summarecon optimis akan berjalan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pemilu di bulan April 2019, berlangsung relatif aman, lancar, dan kondusif. Kami yakin tingkat kepercayaan konsumen pada pasar properti akan pulih bahkan meningkat, dan situasi ini akan menggairahkan kembali penjualan properti di semua segmen, “pungkas Adrianto.

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *