Plateno Group Pun Terpikat Pasar Hotel di Indonesia

Setelah merilis 7Days Premium, jaringan hotel asal China ini memperkenalkan Lavande dan siap membawa lebih banyak lagi brand hotel masuk ke Indonesia.

plateno group
Jajaran manajemen Plateno Group dan PT Graha Persada Internasional

Industri perhotelan di Tanah Air memiliki prospek cerah. Pasalnya, jumlah wisatawan terus meningkat secara stabil. Pada 2017, tercatat ada 271 juta pelancong domestik dibandingkan dengan 255 juta pada 2015.   

World Travel and Tourism Council (WTCT) juga mengumumkan bahwa pertumbuhan pariwisata Indonesia berada di peringkat ke-9 dunia pada 2018. Tercatat ada 15,8 juta turis asing yang mengunjungi Indonesia pada 2018; naik 12,6% dari tahun sebelumnya.

Populasi  penduduk 260 juta jiwa dengan pertumbuhan PDB lebih dari 5% setahun dan masyarakat kelas menengah yang besar dan terus berkembang, sungguh merupakan daya tarik para pemain hotel—baik dari dalam maupun luar negeri. Tidak heran bila tahun lalu Plateno Group, jaringan hotel asal China, ikut merambah bisnis perhotelan di Tanah Air dengan meluncurkan 7Days Premium di Jakarta.

“Marketnya sangat besar. Pariwisata juga merupakan sumber devisa terbesar kedua di Indonesia, “ ungkap Ali Yang, Business Development Manager Plateno Indonesia, kepada Property-In (Kamis, 20 Maret 2019).

“Kami senang pemerintah sangat mendukung industri ini dan mencanangkan target ‘10 New Bali’ ke depan,” imbuh Ali. Jadi bukan hanya Bali dan Jakarta, industri perhotelan di kota-kota lain pun memiliki peluang besar.

Hal tersebut tampak dari gebrakan anyar Plateno mendirikan The Eastern Lavande Bojonegoro, brand hotel berskala menengah, di kota Bojonegoro. Dalam pembangunan hotel ini, Plateno bermitra dengan PT Graha Persada Internasional. Pembangunannya akan dimulai pada Q1 2019 dan siap menyambut tamu pada Q3 2019.

“Lavande dipilih karena produk unggulan,  di China jumlahnya sudah 500 lebih. Hotel bintang empat ini menggabungkan unsur lavender, aromatik dan keramahan. Berpegang pada filosofi ‘more than comfort’ atau ‘lebih dari sekadar nyaman’, Lavande hadir membawa suasana yang santai dan nyaman ketika para tamu jauh dari rumah,” jelas Ali.

Bojonegoro, kabupaten yang terletak sekitar 100 km di sebelah barat Surabaya, tengah mengalami gelembung ekonomi mini menyusul penemuan sumur minyak pada 2005—dan merupakan salah satu cadangan minyak terbesar di Indonesia. “Pasarnya seksi buat hotel. Akan ada banyak perusahaan minyak di sana dan ke depannya ada bandara kecil di Cepu,” sambung Tavip, Project Director PT Graha Persada Internasional.

Lavande Bojonegoro yang berstandar internasional nantinya memiliki 112 kamar dan suite, ballroom cafe, bar dan lounge, outdoor infinity pool, gym dan spa. Tavip yakin hotel ini dapat diterima dengan baik karena pendekatan customer service yang holistik. ”Contohnya menggunakan aroma lavender untuk memanjakan tamu hotel dan penggunaan sejumlah perangkat pintar untuk meningkatkan kenyamanan para tamu,” urainya.  

Strategi Multi-Brand

Hadirnya Lavande di Indonesia adalah bagian dari ‘strategi multi-brand’ jangka panjang Plateno Group. Strategi mereka berlandaskan dua prinsip utama: light asset dan glocalization. Kedua prinsip inilah yang membawa Plateno menjadi perusahaan manajemen hotel paling berpengaruh di China dengan lebih dari 100 juta anggota dan 5.500 hotel di 470 tujuan.

plateno group
Interior di salah satu kamar hotel di Lavande Guangzhou.

“Prinsip light asset menjadikan manajemen franchise sebagai fokus utama. Dengan pengalaman dalam mengembangkan hotel di seluruh dunia, mitra Plateno Group dapat menghemat hampir 30% untuk biaya pengoperasian hotel, 50% untuk biaya konstruksi hotel serta manfaat dari brand image yang kuat,” ungkap Ms. Lynn Liao, Director of Operations  Plateno Group–International Department.

Sedangkan prinsip glocalization, lanjutnya, berakar dari strategi yang konsumen-sentris. “Prinsip ini mencerminkan upaya Plateno untuk menghormati pasar lokal dan mendengarkan kebutuhan mereka sembari memegang teguh standar global untuk memastikan kualitas layanan terjaga.”

Bergabung dengan Jinjiang Group pada 2015, Plateno dan Jinjiang Group menjadi jaringan hotel internasional terbesar kedua di dunia. Selain 7Days Premium dan Lavande, Plateno akan membawa lebih banyak brand hotel ke Indonesia, terutama hotel berskala menengah, untuk menjawab permintaan pasar yang semakin meningkat. Tidak kurang dari 20 merek hotel yang bernaung di bawah payung grup ini, diantaranya: 7 Days Family, 7 Days Hotel, 7 Days Inn, Xana, H12, James Joyce, ZMAX, Chonpines, Barcelo, IU dan PAI Hotel.

Tahun lalu Plateno mencanangkan bakal membuka 15 hotel di Tanah Air dalam kurun lima tahun. Menurut Ali, sejauh ini perkembangannya sangat positif. “Semuanya masih on the track. Sangat bagus. Salah satunya Lavande Bojonegoro,” katanya.

Dia menambahkan bahwa salah satu kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan hotel adalah perizinan. “Pembangunan hotel itu kan butuh waktu paling tidak dua tahun. Setahun itu sudah paling cepat,” jelasnya.

Ali juga menuturkan, dalam mengembangkan bisnis hotel di Tanah Air, mereka akan menghadapi kompetitor manajemen hotel dari Amerika dan Eropa. Namun, dia mengingatkan bahwa pasar outbound (turis asing) terbesar di dunia berasal dari China—yang tentunya sudah akrab dengan brand-brand hotel milik mereka. “Ini suatu keuntungan bagi Plateno,” tutupnya. □

(David S. Simatupang)