Meski Sedang Lesu, Karangploso Townhouse Tetap Serah Terima

Property-In, Jakarta- Proyek Karangploso Townhouse milik pengembang PT Mahakarya Evelyn Almeera Mughnii Development (EAMD) akan melakukan serah terima unit pada 25 Februari mendatang sebanyak 18 unit rumah.

Hal itu disampaikan President Director PT EAMD, Mulyani Sri Utami saat dijumpai redaksi Property-In di Jakarta, Kamis (7/2/2019) kemarin.

“Sebanyak 18 unit rumah akan kami serah terimakan kepada konsumen, pada 25 Februari nanti dan sesuai jadwal setelah prosesi peletakkan batu pertama (groundbreaking) tahun lalu,” ujarnya.

Unit-unit Karangploso Townhouse siap diserah terimakan kepada penghuni di Februari ini

Meski diakui Utami kondisi properti nasional tengah banyak mengalami perlambatan, namun pihaknya terus melakukan pembangunan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sehingga proses serah terima dapat berjalan dengan baik. Dirinya meyakini langkah ini bisa membuat konsumen kian yakin dengan prospek investasi Karangploso Townhouse yang berada tidak jauh dari Surabaya sebagai kota bisnis terbesar kedua di Indonesia setelah Ibu Kota Jakarta.

Dengan tersedia dua tipe rumah, yaitu bangunan 36 m2, tanah 72 m2 (2 kamar tidur) dan bangunan 56 m2, tanah 144 m2 (3 kamar tidur) seharga Rp185 dan 255 juta per unit, Utami optimis Karangploso Townhouse bisa menjadi pilihan terbaik memiliki hunian di Malang.

Unit Untuk Prajurit TNI AD

Karangploso Townhouse yang berdiri di atas lahan seluas 10,8 hektare ini juga direncanakan membangun hunian bagi kalangan prajurit TNI AD. Bekerja sama dengan Badan Pengelola (BP) Tabungan Wajib Perumahan (TWP), pengembang menawarkan program KPR Swakelola bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD). Melalui KPR Swakelola, prajurit TNI AD yang masih aktif bisa dengan mudah memiliki rumah karena tidak dibebankan biaya uang muka. Pengurusan akta jual beli dan balik nama juga tidak dipersulit karena BP TWP akan melunasi tanggungan atas KPR tersebut kepada pengembang.

 “Prajurit TNI AD yang menggunakan fasilitas ini akan mengangsur ke BP TWP dengan bunga cicilan hanya 4 persen per tahun dan bisa dicicil sepanjang masa dinas, maksimal 15 tahun. Program ini sangat memudahkan para tentara dalam kepemilikan rumah. Ketika mereka pensiun nanti sudah punya rumah,” ujar Utami.

Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman (dua dari kiri) sedang berada di kawasan Karangploso Townhouse

Plafon kredit yang ditawarkan beragam tergantung pangkat dan jabatan. Mulai dari Tamtama Rp150 juta, Bintara Rp185 juta, Perwira Pertama Rp250 juta dan Perwira Menengah dan Tinggi mulai Rp350-500 juta.

Pekan lalu, jajaran direksi Mughnii Land bersama-sama Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjend TNI Tatang Sulaiman, Kolonel Inf bagus Suryadi Tayo (Danrem Malang) dan Letkol Inf Nurul Yakin (Kodim Malang) meninjau kelayakan perumahan, baik dari sisi kualitas bangunan, keabsahan legalitas lahan dan ijin membangun.